
"Semua akan baik-baik saja ".Sherena berusaha menangkan Meta yang dari tadi melihat ke arah pintu seperti tidak sabar mengetahui kondisi suaminya.
Handle pintu di tarik dan menampakkan sosok Elden dengan raut wajah yang tidak bersemangat.membuat dua wanita dewasa yang ada dalam ruangan itu menatap penuh harap kepadanya.
"Bagaimana suami saya tuan ?" Meta sudah tidak sabar menunggu informasi dari Elden mengenai suaminya.
"Mmmm....Dia baik-baik saja.tenang lah,dia pria kuat ". ucap Elden berusaha tersenyum meskipun senyum yang ia berikan saat ini membuat kedua wanita di hadapannya itu menaruh curiga terhadapnya.
" Kamu yakin ?" bisik Sherena curiga karena ekspresi Elden tidak seperti orang yang baik-baik saja.
Elden hanya mengangguk.kemudian mendekat ke brankar tempat Meta berbaring dan di sampingnya sudah tertidur pulas bayi mungil yang baru beberapa jam tadi lahir kedunia.
Bayi yang sangat malang,baru saja lahir kedunia melihat mommy dan daddy-nya.tapi Daddy yang sangat mengharapkan kehadirannya justru tengah berjuang melawan sakitnya.
Dengan susah payah Elden menelan salivanya membayangkan jika Meta tau penyakit apa yang sedang Billy derita.
"Tuan , saya ingin bertemu suami saya ". dengan air mata yang kembali bercucuran ,Meta memohon kepada Elden untuk membawanya menemui Billy.
"Jangan sekarang , dia baik-baik saja .hanya saja dia butuh istirahat ". Tidak tega sebenarnya Elden untuk terus menutupi penyakit Billy dari istri asisten pribadinya sendiri .walau bagaimanapun Meta berhak tau penyakit apa yang tengah Billy derita.
"Saya mohon tuan,sebentar saja ". kedua tangannya ia tangkupkan di dada.
"Sayang ,ayo bawa Meta menemui suaminya " bujuk Sherena tida tega melihat temannya itu terus menangis.
__ADS_1
Elden tidak bisa menolah lagi ,dan ia pun bersedia mengantarkan Meta menemui Billy.dengan bantuan kursi roda ,Meta duduk dan Elden mendorong kursi itu keruang tempat Billy dirawat saat ini.sementara Sherena tidak ikut karena harus menjaga bayi Meta.
Setelah sampai didepan pintu, Elden menarik handle pintu dan kembali mendorong kursi roda yang di duduki oleh Meta.
Tidak sanggup melihat pemandangan yang membuat hatinya perih,Meta berusaha berdiri seorang diri tanpa mempedulikan Elden yang melarangnya untuk berjalan .
Dengan kekuatan yang ia miliki ,Meta berjalan mendekat ke brankar dimana Billy di tempatkan.
Sungguh Meta tidak bisa membendung kesedihannya melihat pria yang biasanya dingin , kekar , sehat sekarang justru terbaring lemah di brankar rumah sakit dengan wajah yang pucat
" Bangun sayang,aku disini " . Meta memeluk Billy yang masih belum sadar.setelah melihat langsung kedaaan suaminya, Meta yakin saat ini suaminya sedang tidak baik-baik saja.ada sesuatu yang di sembunyikan Elden darinya.
" Saya ingin menemui dokter ". Meta berjalan keluar sambil memegangi perut yang masih ngilu akibat jahitan operasi Cesar.
" Apa yang kamu lakukan ". teriak Elden saat ia berhasil menggagalkan Meta untuk menemui dokter
" Saya hanya ingin menemui dokter tuan.saya ingin mendengar langsung sebenarnya suami saya sakit apa .kenapa begitu banyak alat - alat yang di pasang di tubuhnya suami saya ".ujar Meta memohon.
Elden tidak mempedulikan permohonan Meta ,ia segera mengajak Meta untuk kembali keruangan Billy.karena jika Meta berhasil menemui dokter yang tadi menangani penyakit Billy , ia yakin Meta tidak akan sanggup mendengarnya dan mungkin Meta akan jatuh pingsan.dan Elden tidak mau hal itu terjadi.
"Percayalah ,semua akan baik-baik saja ". ucap Elden menatap Billy yang masih terbaring lemah.
Meta tidak ingin berkata apa-apa lagi . walau ia tau Elden tengah membohonginya,namun ia berusaha percaya apa yang dikatakan Elden.
__ADS_1
Dengan lunglai ia berjalan mendekati brankar.dengan perlahan ia mengusap lembut pipi dan rambut Billy yang masih wangi dengan minyak rambut yang selalu suaminya pakai.
"Aku disini , bangunlah " .bisik Meta tepat ditelinga Billy.beberapa kali ia mencoba memanggil suaminya namun hasilnya sama saja.tidak ada respon sama sekali.lalu ia menoleh ke arah Elden yang masih berdiri di samping kanan brankar.
"Apapun penyakit suami saya, tolong bantu saya untuk berikan yang terbaik bagi penyembuhannya.jika dokter dirumah sakit ini tidak sanggup untuk menanganinya,tolong bawa suami saya kemana saja agar pengobatannya lebih intensif ". mohon Meta kepada Elden dengan mata sembab.lalu kembali menatap Billy dengan tatapan kosong.
Pemandangan yang sebenarnya tidak ingin Elden lihat.ia takut Meta akan melihat buliran bening yang ikut keluar dari kedua matanya.penjelasan dokter yang merawat Billy benar - benar membuatnya tidak percaya.seorang Billy dengan perawakan tinggi putih ,tampan dan dingin.pria yang sering membuatnya kesal.juga membuatnya tertawa karena ekspresi asistennya itu yang selalu dingin dalam situasi apapun,sekarang menderita penyakit yang menakutkan.
Saat Elden masih bersama dokter untuk menunggu hasil lab,ia sudah diberitahukan prihal penyakit Billy .ia berharap hasil lab yang keluar nanti berbeda dengan observasi dokter.namun setelah hasil lab tersebut dibacakan ,tak satupun observasi dari dokter itu yang meleset.dan itu artinya Billy sedang dalam keadaan serius.
"Saya akan prioritaskan kesembuhan Billy ,kamu tidak perlu khawatir .sebaiknya saya antar kamu kembali keruanganmu.kasihan anak mu terlalu lama ditinggal ". Kursi roda yang di duduki Meta kembali di dorong oleh Elden untuk keluar dari ruang perawatan Billy.
Saat telah sampai diruang inap Meta , Elden melihat bayi mungil asistennya pribadinya itu terlelap dalam gendongan istrinya.terukir senyum di bibir Elden melihat pemandangan indah itu.dan demi bayi mungil itulah Elden berjanji untuk kembali membuat Billy sehat agar bisa berkumpul bersama keluarga kecil asistennya itu.meskipun ia pastikan untuk sementara Meta tidak bisa menemui Billy dulu.karena ia berniat membawa Billy untuk berobat ke negara Paman Sam.sedangkan Meta harus merawat bayinya yang masih sangat kecil.
"Bagaimana , Billy tidak apa - apa kan ?" .tanya Sherena hati-hati. karena saat ia melihat Meta muncul dari balik pintu ,ia sudah bisa menebak ekspresi temannya itu.
Meta hanya diam tidak menjawab pertanyaan Sherena.perlahan ia berdiri dan naik ke atas brankar dengan di bantu oleh Elden.karena Sherena tengah menggendong bayi Meta.
Saat Meta duduk dan bersandar di brankar tersebut ,tatapan matanya kosong.Sherena tidak tega melihat temannya tidak berdaya seperti itu.
"Billy kenapa ?" tanya Sherena saya berjalan menjauh sedikit dari Meta dan mendekat ke tempat suaminya yang tengah duduk di sofa.
Elden memijit pelipisnya seolah sedang banyak masalah.kemudian menoleh ke istrinya yang telah duduk disampingnya saat ini.ia menggenggam jemari sang istri dan berusaha tersenyum.senyum yang dipaksakan dan Sherena tau akan hal itu.
__ADS_1