
Hujan telah reda dan meninggalkan pelangi disiang hari.Gracia masih bergulung didalam selimut.sedangkan Erix sudah dari tadi bangun bahkan sudah berpakaian rapi.seringai tipis keluar dari sudut bibirnya melihat wanita yang masih terlelap itu.
"Kamu harus aku singkirkan secepatnya " bathin Erix.
kemudian keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur yang ada dilantai satu.
"Kenapa tidak membangunkan ku?"tiba-tiba Gracia memeluk Erix dari belakang
"Sudah bangun ?" tanya Erix melirik sebentar sembari mengambil selai kacang untuk olesan roti tawar yang ada di mejanya .
"Mau kemana sih?" tanya Gracia duduk di kursi yang ada di hadapan Erix.
"Aku mau keluar kota selama tiga hari " ucap Erix sambil terus mengunyah roti.
"Kenapa mendadak ? aku mau kamu temani aku ke rumah sakit untuk periksa kandungan " sahut Gracia sendu.akhir-akhir ini ia mudah baper dan ingin dimanja .namun ia tidak mengalami morning sickness seperti kebanyakan wanita hamil pada umumnya.
"Ma'af aku tidak bisa .sebaiknya tunggu setelah aku pulang dari luar kota saja" Erix berdiri sembari menyambar ponsel yang ia taruh diatas meja.
"Tunggu " gracia setengah berlari mengejar Erix yang sudah berjalan menuju pintu keluar.
"Ada apa?" tanya Erix berbalik berdiri tepat dihadapan gadis yang masih mengenakan piyama itu.
Gracia berhambur kepelukan Erix,kemudian menatap manik mata yang melihatnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Cepat kembali " ucap Gracia setelah mengendurkan pelukannya.
Erix hanya menggangguk ,kemudian kembali berjalan menuju mobil yang sudah terparkir diluar .
"Jalan " ujar Erix kepada supirnya .mobil berjalan meninggalkan rumah besar dengan gerbang tinggi tersebut.sedangkan Gracia masih berdiri didepan pintu menatap mobil yang ditumpangi Erix sudah mulai menghilang .
dengan langkah kaki pelan,ia menuju meja makan .kemudian menyantap sarapan dengan selembar roti tawar yang dioles sedikit selai blueberry.
*
__ADS_1
*
Seperti biasa Sherena dan Meta tetap melakukan rutinitas mereka dengan bekerja .meskipun hari pernikahan mereka sudah semakin dekat.saat ini kedua gadis itu tengah berjalan menuju lift .namun langkah mereka dihentikan oleh seseorang dengan sebuah suara memanggil nama Meta.
"Hai Meta,apa kabar?"
"dokter?" Ucap Meta mengerutkan keningnya.dokter Al yang pernah memeriksa Sherena saat sakit .
" Mau kerja ?tanya dokter Al tersenyum.ia begitu mengagumi gadis manis yang tengah berdiri dihadapannya saat ini.
"Iy dok.kami duluan ya " ucap Meta ramah .
"Tunggu,kita pergi bareng aja gimana?" ajak dokter Al.
"Terimakasih dok,aku udh pesan taxi online kok " tolak Meta ramah.
"Baik lah" dokter Al kecewa dengan jawaban Meta .ia sangat berharap bisa pergi bersama dengan gadis manis yang telah membuatnya senyum-senyum sendiri itu.
Ketiga orang tersebut masuk kedalam lift dengan menekan tombol satu .setibanya diluar apartemen, Meta dan Sherena pergi menggunakan taxi online yang sudah mereka pesan masing-masing ,karena tempat kerja mereka berada di arah yang berbeda.sedangkan dokter Al masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di area park apartemen tersebut .namun ia tidak langsung menghidupkan mesin mobilnya.ia masih duduk dengan pikiran yang melayang jauh .
Mobil yang ditumpangi Sherena sampai di hotel xxx .ia berjalan dengan santai karena saat ini ia masih punya waktu luang sebelum jam kerja dimulai .sepanjang jalan ia tersenyum manis saat berpapasan dengan orang-orang.hingga sesuatu membuatnya harus mengentikan langkah.tangan kekar seorang pria tengah memeluknya dari belakang.aroma maskulin yang sangat ia kenal .namun ia hanya diam berdiri tanpa menoleh kebelakang.
"Aku kangen " ucap Elden menempelkan dagunya di pundak Sherena .
Sherena melepas rangkulan tangan Elden dipinggangnya.kemudian berbalik untuk melihat pria yang tidak tahu tempat memeluknya itu.dan ia sampai harus melihat kekiri,kanan,depan dan belakang untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya saat ini.
"Dasar Mesum " ucap Sherena mendorong tubuh Elden menjauh .matanya masih liar melirik seluruh tempat itu karena takut ketahuan orang-orang.
"Aku hanya memelukmu.bukan untuk ..." ucapan Elden terhenti saat tangan Sherena menutup mulutnya dengan cepat.
"Jangan teruskan ,aku tahu apa yang akan kamu katakan" ucap Sherena memutar mata malas karena Elden melirik ke bibirnya.
Elden menarik tangan sherena untuk masuk kedalam lift dan Segera menekan angka dua belas .
__ADS_1
Sherena menatap Elden dengan tatapan tajam .namun pria disampingnya itu tidak menoleh sedikitpun kearahnya.pandangannya tetap fokus kedepan,namun tangannya masih menggenggam tangan mungil milik Sherena.
Saat pintu lift terbuka ,Elden terus menarik tangan Sherena untuk mengikutinya masuk kedalam ruangan luas yang merupakan ruang sang Presdir.
"Lepas ,sakit tau" ucap Sherena menarik tangannya dan mengusap pelan tangannya yang sedikit memerah .
"Sini aku obatin" tawar Elden sembari mendudukkan gadis itu di sofa yang ada diruangannya.
Sejenak tatapan mereka bertemu.Elden mendekatkan wajahnya tanpa celah.saat ini hidung mereka sudah bersatu . kemudian Elden menempelkan bibirnya dengan bibir Sherena .ciuman lembut mendarat di bibir gadis yang terlihat menatapnya dengan ragu.elden terus menyesap bibir Sherena hingga gadis itu hampir kehabisan nafas.
"Stop " ucap sherena saat ciuman terlepas .ia menarik nafas dalam-dalam,kemudian menghembuskannya pelan.
"Ciumanmu payah.kamu harus lebih rajin berlatih " ujar elden mengusap lembut bibir sherena yang basah dengan jempolnya.
"Ada apa kamu bawa aku kesini ?apa hanya untuk berbuat mesum ?" selidik Sherena .
Elden tergelak mendengar tuduhan pujaan hatinya.walaupun apa yang dituduhkan itu memang benar .
"Aku mau mengajakmu fitting baju pengantin " ucap Elden .
"Kapan ?" tanya Sherena heran.ia pikir Elden sudah menyiapkan semuanya tanpa harus fitting baju.
"Sekarang " Elden menarik tangan Sherena untuk berdiri.mereka berjalan beriringan menuju lobby hotel ,karena Billy dan Meta sudah ia perintahkan menunggu disana.
Dua pasang anak manusia yang sedang dimabuk cinta itu masuk kedalam satu mobil .Billy mengendarai mobil dan Meta duduk disamping sang kekasih.sementara Elden dan Sherena duduk di jok belakang .perjalanan menuju butik diselingi dengan celoteh Elden yang masih belum bisa merubah kebiasaannya seperti emak-emak komplek.Billy hanya jadi pendengar yang baik sedangkan Meta dan Sherena sesekali tersenyum.ia tidak mau terlalu banyak bertanya atau banyak bicara .dalam hati Sherena ia ingin segera sampai di butik langganan Elden dari pada harus mendengarkan celoteh laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu.
Lima belas menit mobil yang ditumpangi dua pasang anak manusia itu telah sampai di depan butik.kedatangan mereka telah disambut oleh pemilik butik .
"Selamat siang tuan Elden " Sapa Donita yang merupakan pemilik butik tersebut.
" Siang" jawab Elden ramah .
"Kita mulai sekarang tuan?" tanya Donita kembali.
__ADS_1
Elden mengangguk tanda setuju .kemudian mereka mulai fitting baju satu persatu .Sherena mengenakan pakaian pengantin terlebih dahulu