Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 43


__ADS_3

Elden tertegun melihat pemandangan yang ada didepannya saat ini.sosok wanita cantik yang tengah tersenyum manis kepadanya.seketika bibirnya bungkam tidak bisa berkata apa-apa.


"Hei" Sherena melambai tangan di depan wajah Elden .karena sejak tadi ia tersenyum namun diabaikan oleh laki-laki itu.


" Cantik banget kamu sayang " ucap Elden jujur dengan mata tak berkedip melihat penampilan calon istrinya.


Sherena menunduk malu mendengar penuturan jujur kekasihnya.bagimana tidak,Elden memujinya didepan banyak orang.sehingga membuatnya jadi salah tingkah.


"Sadar tuan " bisik Billy ditelinga Elden .


" Berani kau ya ' gerutu Elden dengan sorot mata tajam .


Billy hanya diam tidak menggubris ucapan Elden.ia juga paham dengan posisi Elden sekarang .terkagum melihat penampilan sang calon istri.


"Kenapa jadi bertengkar sih?" umpat Sherena dengan tangan dilipat di dada.


"Kamu sungguh cantik sayang. meksipun belum menggunakan make up ,kecantikanmu sudah terpancar sempurna " ujar Elden menatap intens wajah sherena .


Wajah Sherena saat ini sudah seperti kepiting rebus .ia semakin malu dengan pujian yang terus dihujam oleh Elden kepadanya.


"kamu bisa saja " ucap Sherena tersenyum malu.


ia tidak berani menatap mata kekasihnya yang masih tidak ada jeda melihatnya.


Elden berjalan mendekat dan memeluk gadis itu.tanpa ia sadari perbuatannya disaksikan oleh beberapa pasang mata.


Ehemmmm


Billy berdehem memecahkan suasana romantis antara dua insan yang bucin akut.ia tidak peduli saat ini Elden merenggangkan pelukannya dari Sherena dan menatap tajam ke arah Billy .


"Sabar tuan,empat hari lagi " ujar Billy menegaskan .


"Diam kau " umpat Elden tidak terima dengan apa yang asistennya katakan.


"Tuan Billy benar ,kamu yang main peluk aja " ucap Sherena jujur.


Setelah berapa lama adu argumen ,akhirnya masing-masing dari mereka ikut fitting pakaian yang sudah dipesan Elden sebelumnya.


"Capek juga ternyata " ucap Meta yang berjalan keluar beriringan dengan Sherena menuju halaman butik tempat mobil diparkir.

__ADS_1


Billy melajukan mobilnya ke gedung SJY Group ,sembari membawa para calon istri mereka .Sherena diminta Elden untuk cuti mulai hari ini sampai mereka selesai bulan madu nanti.sedangkan Meta masih berkerja namun porsinya dikurangi .yang biasanya pulang jam lima,sekarang hanya sampai jam makan siang.


Seperti biasa Meta duduk dikursi kerjanya.sedangkan Elden,Billy dan Sherena masuk keruang Presdir .


Elden mendudukkan dirinya di kursi kerja,sedangkan Billy berdiri tidak jauh dari Elden duduk .sementara Sherena duduk di sofa sembari memainkan ponselnya.


"Setelah makan siang apa kah anda ingin menghadiri rapat atau tidak tuan?"tanya Billy memastikan .


"Ya ,untuk dua hari ini kita akan hadiri semua rapat " ucap Elden membuka berkas- berkas yang ada di atas mejanya.


"Sayang ,kalau kamu capek sebaiknya beristirahat disana" ucap Elden menunjuk ruang pribadinya.


"Sepertinya kamu benar ,aku ingin beristirahat sebentar " ujar Sherena berdiri dan berjalan menuju ruang pribadi milik Elden.


tok...tok...tok...


"Masuk "ujar Elden saat mendengar pintu diketuk seseorang dari luar.


Meta membuka handle pintu dan masuk kedalam saat mendapat izin dari Elden.ia meletakkan beberapa map diatas meja Elden.


"Tolong tanda tangani tuan" ucap Meta sembari menunjuk maps tersebut.


"Apa kalian tidak ada kerjaan selain senyum-senyum begitu ?" Elden melirik kedua orang yang ada disamping dan si hadapannya.


"Ma'af tuan ,saya permisi " ucap Meta sembari mengambil kembali berkas-berkas dari meja dan hendak berjalan keluar.


"Mau kemana?" tanya Billy cepat


Meta menghentikan langkahnya kemudian menatap Billy dan Elden bergantian.


"Mau kemeja ku" jawab Meta jujur.


"Kalian boleh makan siang berdua ,untuk makan siangku dan Sherena belikan saja di tempat biasa .aku ingin makan disini " ucap Elden .


"Baik tuan " sahut Billy .kemudian ikut melangkahkan kakinya keluar dari ruang tersebut.


Setelah keduanya menghilang dari balik pintu ,Elden berjalan menuju rumah pribadinya untuk memastikan sang kekasih sedang tidur atau tidak.saat pintu terbuka ,ia melihat Sherena tertidur dengan kaki yang masih terjuntai kebawah.


Saat ia membenarkan posisi tidur gadis itu,tiba-tiba ia tersungkur sehingga menghimpit tubuh mungil Sherena .seketika gadis itu terbangun dan menatap pria yang juga sedang menatapnya dalam jarak yang sangat dekat .dimana saat ini hidung mereka sudah menempel ,hembusan nafas Sherena mengenai wajah Elden .sehingga membuat laki-laki itu dengan cepat mendaratkan bibirnya di bibir tipis gadisnya.ciuman Yang awal nya lembut kini berubah menjadi panas.elden masih mengunci tubuh Sherena karena sudah beberapa kali gadis itu mendorong tubuhnya.

__ADS_1


"Jangan begini" ucap Sherena saat ciuman mereka terlepas .


"Kenapa?kita juga sudah biasa kan melakukannya?" tanya Elden dengan suara berat.


"Sabar ,tidak lama lagi kita akan melakukan lebih dari ini " ucap Sherena mendorong tubuh Elden pelan.sehingga tubuh laki-laki itu terjatuh disampingnya.


Elden tersenyum simpul.apa yang dikatakan gadisnya memang benar .sebentar lagi Sherena akan menjadi miliknya seutuhnya.


"Ma'af " ucap Elden merangkul tubuh Sherena kedalam pelukannya.


*


Sementara itu Billy dan Meta sedang berada di sebuah restoran untuk membeli pesanan makan siang Elden dan Sherena.keduanya juga menimati makna siang mereka sembari menunggu pesanan take a way.


"Meta" tiba-tiba pria berkemeja biru muda berdiri samping tempat duduk Meta.


Merasa namanya dipanggil. Meta menoleh kemudian tersenyum.


"dokter...." ucap Meta saat melihat laki-laki itu juga tersenyum kepadanya.


"Boleh saya bergabung ?" tanya dokter Al


"Tidak boleh " jawab Billy cepat .kehadiran dokter membuat selera makannya hilang .ia bisa melihat bahwa dokter itu menyukai kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi istri sah nya.


"Saya sedang tidak bertanya pada anda" sahut dokter Al.


"Tapi saya adalah calon suaminya" sambung bIlly tegas dengan sorot mata tajam.


"Apa ?calon istri?" dokter Al terkejut mendengar perkataan yang dilontarkan Billy .ia tidak percaya begitu saja apa yang disampaikan asisten pribadi Elden itu.


"Sayangnya saya tidak percaya " sambung dokter Al dengan tersenyum menyeringai .


"Kalau begitu datanglah ke hotel xxx empat hari lagi untuk menyaksikan pernikahan kami " ucap Billy maish dengan sorot mata tajam.


"Apa benar yang dia katakan?" tanah dokter Al kepada Meta .


Meta hanya mengangguk dan tersenyum canggung.ia bisa melihat perubahan wajah laki-laki yang tengah berdiri di sampingnya saat ini.ekspresi kecewa terlihat jelas di wajah dokter Al.senyum yang tadi mengembang hilang seketika.


"Saya akan datang ke pesta pernikahan kalian " ujar dokter Al dengan senyum yang dipaksakan .kemudian berjalan meninggalkan sepasang kekasih itu.

__ADS_1


__ADS_2