Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 29


__ADS_3

Elden melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh .ia sudah tidak memikirkan keselamatannya lagi.saat ini yang terpenting baginya adalah menjauhkan sherena dari Radit .


Mobil yang dikendarainya sudah sampai di halaman depan mansion .Elden segera membopong tubuh sherena dan membawanya masuk kekamarnya yang berada dilantai dua .


"Jangan cemas ,sebentar lagi akan ada yang membawakan pakaianmu kesini " Ujar Elden saat melihat Sherena merasa risih dengan kondisinya saat ini.


Sherena hanya mengangguk lemah,sementara air mata nya masih terus mengalir .


"Sudahlah,kamu aman disini " Elden menenangkan Sherena kemudian menatapnya iba.


tok...tok...tok .


"Ini pesanannya tuan" ucap pak Dadang masih berada diluar pintu yang memang tidak ditutup itu.


"Terimakasih. Kau boleh pergi "ujar Elden kemudian menutup pintu kamarnya saat pak Dadang sudah berjalan membelakangi pintu tersebut.


" Pakai ini " Elden memberikan paper bag kepada sherena.kemudian ia ikut berjalan keluar meninggalkan Sherena yang akan mengenakan pakaiannya.


"Bagaimana?" tanya Elden saat sambungan telponnya diangkat .ia ingin memastikan asisten pribadi beserta orang suruhannya baik-baik saja .


kemudian ia menaruh kembali ponselnya kedalam saku jas.ia berjalan menuju kamarnya, karena ia yakin saat ini sherena sudah mengenakan pakaiannya.


ceklek


Suara pintu dibuka.


Elden masuk kedalam kamarnya .memang benar gadis itu sudah mengenakan pakaiannya dan sekarang tengah duduk disofa,melihat dirinya didepan cermin.


"Are you Ok?" tanya Elden berjalan mendekat.


Sherena menoleh sebentar ,kemudian kembali memandangi pantulan dirinya .


ia mengehembuskan nafas pelan.lalu menoleh ke atas ,melihat pantulan pria yang tengah berada di belakangnya .ia berdiri ,kemudian berbalik.lalu memeluk erat pria yang telah menyelamatkannya itu.


"Aku mencintaimu " Isak Sherena yang masih berada dalam pelukan Elden.rasanya ia tidak ingin berpisah dari laki-laki itu .laki-laki yang sudah memberikan ia kenyamanan .


"Aku juga mencintaimu Nona Sherena " ucap Elden mempererat pelukannya.ia sangat bahagia,baru kali ini ia mendengar Sherena mengucapkan kalimat ajaib untuknya.

__ADS_1


"Aku akan menggugat balik mas Radit ,jika ia membatalkan gugatannya" geram Sherena sembari mengendurkan pelukannya.


Elden hanya tersenyum,mengelus lembut pucuk kepala Sherena.saat ini ia tidak akan menceritakan rencananya.namun yang pasti,sebentar lagi ia bisa merebut dan memiliki Sherena dari Radit.


"Kita pikirkan nanti" ucap Elden tenang .


"Sekarang istirahatlah " mengangkat tubuh gadis itu dan membaringkannya ke atas ranjang.saat ia hendak meninggalkan kamar itu,Sherena menarik tangannya .


"Temani aku tidur" ucap Sherena malu.ia tidak mau menatap mata Elden .ia benar-benar malu.ia juga menyesal sudah mengucapkan kata-kata itu.


Elden berjalan mendekat,kemudian duduk di sisi ranjang.


"Aku tidak mau tersiksa lagi" bisik Elden ditelinga sherena.kemudian berjalan meninggalkan gadis itu seorang diri.sengaja ia lakukan untuk menahan hasratnya.berada disamping Sherena dengan jarak dekat ,membuat hasratnya meronta.pria seusianya sudah seharusnya berumah tangga.agar hasratnya tersalurkan dengan baik.bukan dengan cara mengadu nasib pada sabun mandi.


*


Radit menyapu sudut bibirnya yang berdarah,kemudian mengepalkan tangan erat.


"Brengsek" geram Radit melayangkan tinjunya keudara.tinggal sedikit lagi rencana yang sudah ia susun,gara-gara si Pebinor semuanya berantakan .kemudian ia pergi meninggalkan tempat dimana ia menyekap Sherena menuju rumah utama.


Saat Radit memasuki gerbang rumahnya ,ia melihat mobil yang ia kenali sudah terparkir dihalaman..Radit membanting pintu mobil dengan kasar,kemudian bergegas masuk kedalam rumah .


"Kau dari mana saja ha?" tanya Radit kesal.karena dari kemarin ia menghubungi wanita itu tapi nomornya tidak aktif .


Mendengar suara Radit dengan intonasi keras membuat Gracia terlonjak kaget .kemudian ia berdiri mendekat ke Radit .


"Sayang kamu kenapa ?" tanya gracia saat melihat luka lebam di wajah Radit .


"Kau belum jawab pertanyaanku" tanya Radit kembali dengan wajah dingin.


"Kemaren ponselku jatuh sampai tidak bisa menyala,trus aku bawa ke counter handphone untuk memperbaikinya" Ucap Gracia berbohong.ia tidak ingin melihat Radit semakin marah .karena sepertinya saat suasana hati Radit sedang tidak bagus .dan ia tidak tahu apa penyebabnya.


Radit berjalan keruang keluarga. kemudian duduk disofa besar tersebut.ia menyandarkan kepalanya ,menatap langit-langit ruangan besar itu.


Gracia ikut duduk di sebelah Radit ,ia masih takut untuk bertanya tentang keadaan Radit saat ini.


"Pernikahan kita sebaiknya ditunda dulu " ucap Radit setelah dirinya lumayan tenang .ia tahu bahwa Gracia akan kecewa.tapi masalahnya dengan Sherena belum selesai.ia berniat akan membatalkan gugatannya .

__ADS_1


"Kenapa Mas? " tanya gracia dengan raut wajah kecewa .ia tidak habis pikir Radit terus menunda pernikahannya,padahal sebelumnya Radit sangat ingin mempercepat pernikahannya.ia mulai gusar,ia memikirkan Erix.jika Erix tahu kalau pernikahannya dengan Radit ditunda ,ia pasti jadi amukan Erix .


"Aku ingin membatalkan gugatan ku .aku ingin Sherena tetap menjadi istriku "


Deg


Ingin sekali Gracia menginjak -injak wajah lebam Radit dengan heel nya.laki- laki yang sudah berkali-kali menidurinya ingin menunda rencana yang telah ia susun dengan Erix.


"Sayang,kita kekamar yuk" ajak Gracia ingin menggoda Radit.ia berharap Radit bisa membatalkan rencananya dengan cara memberikan ia kepuasan diatas ranjang.


Radit melirik wajah Gracia,kemudian mengangguk pelan.sejujurnya Radit sangat menginginkannya.apalagi saat ia tidak bisa merasakan pelepasan bersama Sherena .hasratnya sudah tidak bisa di bendung lagi.Radit menarik kasar tangan Gracia ,lalu membawanya menuju kamarnya dilantai dua .


Radit melempar tubuh Gracia keatas ranjang.kemudian ia menaiki tubuh wanita sexy itu .lalu menggerayangi setiap inci tubuh tersebut seperti yang ia lakukan pada tubuh sherena.


ia membayangkan tubuh yang sedang ia naiki sekarang adalah tubuh istrinya.dengan rakus Radit melahap bibir Gracia .keduanya sudah mandi keringat meskipun pendingin ruangan masih menyala.Radit menjatuhkan dirinya di atas tubuh polos Gracia saat sudah mencapai pelepasan.


kedua insan itu tertidur karena kelelahan akibat pertarungan sengit .


*


Sherena bangun dari tidurnya,kemudian membersihkan diri kekamar mandi milik Elden.ia ingin memasak untuk makan malam seperti yang sering ia lakukan di apartemen Meta .


Saat ia sudah berada di walk in closet ,ia mengeluarkan isi paper bag yang di bawa oleh Elden tadi.terdapat beberapa pakaian didalamnya.ia Segera mengenakan pakaian tersebut.namun saat handuk kimononya terlepas,Elden masuk tanpa aba-aba.


Aaaaaaa.......


Sherena berteriak sembari menarik handuknya kembali untuk menutupi tubuhnya.


"Kenapa tidak ketuk pintu dulu ?" tanya Sherena kesal .


"Aku sudah melihatnya dua kali " gelak Elden berjalan mendekat .


"Stop ....."Sherena mengangkat tangannya menyuruh Elden berhenti.kejadian tadi sudah cukup membuatnya malu .dimana Elden melepas ikatan tangannya, sedangkan saat itu tubuhnya hanya mengenakan celana d*l*m saja.


Elden menautkan alisnya. ia tidak melanjutkan langkahnya sesuai perintah Sherena.padahal ia memang tidak ingin macam-macam dengan Gadis itu .ia hanya sekedar memeluk gadis itu dan mencium wangi parfumnya.


"Keluar dulu " pekik Sherena dengan menghentakkan satu kakinya.

__ADS_1


Dengan santai,Elden menggerakkan kakinya menjauh dari ruang walk in closet tersebut.


__ADS_2