Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 28


__ADS_3

Keadaan Sherena saat ini jauh lebih baik .hari ini ia sudah mulai bekerja kembali ,setelah dua hari izin karena sakit.


Seperti biasa ,ia pergi diantar oleh Elden .hubungan keduanya semakin dekat.


Dalam perjalanan ,Elden memutar musik tape mobilnya.


She make's me happy


I know where I'll be


Right by your side 'cause


She is the one for me


Elden bersenandung dengan lagu One Time by Justine bieber.


Sherena tergelak melihat pria disampingnya.selama ini yang ia tahu dari pria itu hanya suka ngomel-ngomel tidak jelas ,suka ngomong panjang lebar bla ...bla ...bla...


"Why?" tanya Elden saat mendengar gelak tawa gadis manis disampingnya.


"Aku mau tau donk cerita masa kecilmu" ujar Sherena penasaran .selama ini ia dan Elden belum pernah membahasa cerita masa lalu.


Elden melirik sherena sebentar.kemudian pandangannya fokus kembali kejalan raya.


"Tidak ada yang spesial" ucap Elden dengan sudut bibir yang terangkat .ia merasa ragu untuk menceritakan cerita masa lalunya.takut Sherena akan menertawakannya.


*


Mobil berhenti di parkiran Hotel xxx tempat Sherena berkerja.


" Pulang kerja nanti,main kekantorku ya !" Ajak Elden .rasanya tidak ingin berpisah meskipun sebentar.


"Apa tidak merepotkan?" tanya Sherena tidak enak hati.karena dia takut kedatangannya justru membuat pekerjaan pria itu jadi terbengkalai.


"Tentu tidak " seru Elden mengedipkan sebelah matanya.suatu kebiasaan baru bagi Elden menggoda gadis yang tengah duduk disampingnya itu.


"Baiklah ,aku keluar ya ..." sherena keluar dari mobil setelah Elden membalas dengan anggukan.karena jika masih berlama-lama didalam mobil tersebut,ia pasti akan dikerjai lagi oleh Elden.


Elden melajukan mobil menuju kantornya.dan setelah sampai digedung berlantai dua belas itu,ia memarkirkan mobilnya.


"Selamat pagi tuan " sapa Meta saat Elden berjalan melewat meja kerjanya.makin hari,dia merasakan perubahan pada diri bosnya.perubahan yang membawa dampak positif untuknya.


Billy sudah berada didalam ruangan Presdir terlebih dahulu.kemudian pria ber jas hitam itu ikut duduk saat Elden sudah lebih dulu duduk dikursi kebesarannya.


"Semua bukti sudah lengkap?" tanya Elden sembari melipat kakinya.

__ADS_1


" Sudah tuan,saya pastikan semua berjalan dengan lancar tanpa cacat" sahut Billy mengeluarkan isi maps coklat yang ia letakkan di atas meja.


Elden memperhatikan dengan seksama,senyum licik mengambang dibibirnya.


*


Pukul 16.00 wib ,Sherena bergegas keluar hotel untuk menunggu taxi online yang sudah dipesannya.


Saat ia hendak membuka pintu taxi,tiga orang laki-laki yang mengenakan masker menarik paksa tangannya. kemudian mendorong tubuhnya untuk masuk kedalam mobil hitam yang berada tepat di samping taxi online pesanannya.


Setelah berada dalam mobil ,salah seorang dari laki-laki yang mendorong tubuhnya tadi menyekap mulutnya dengan sapu tangan.


*


Sherena membuka kedua matanya dengan perlahan,menatap langit-langit ruangan yang terasa asing baginya.


"Kau sudah bangun rupanya" Radit berjalan mendekati Sherena yang tengah berbaring dengan tangan terikat di tempat tidur.


"Mas Radit?" ucap Sherena kaget dengan penampakan dihadapannya saat ini.ia sangat yakin ,dalang dibalik penculikannya adalah Radit .


Sherena berusaha melepaskan ikatan tangannya .namun ikatannya terlalu kencang ,sehingga membuat pergelangan tangannya menjadi sakit saat ia terus melakukan pegerakan untuk melepaskan ikatannya .


Radit yang semula berdiri di depan pintu kamar mandi ,berjalan mendekati Sherena.ia sangat yakin,kali ini rencananya pasti berhasil .menghamili Sherena sehingga gugatan cerainya ditolak.


Radit terus mendekat sehingga saat ini jarak tubuhnya dengan tubuh sherena hanya sejengkal.ia bisa merasakan hembusan nafas gadis yang tengah terbaring itu.


"Jangan takut sayang ,aku akan memberikanmu kenikmatan yang belum pernah kau rasakan sebelumnya" Radit membelai pipi Sherena dengan tangannya .


"Dasar bajingan " Sherena meronta menerjang kakinya .mungkin jika tangannya tidak terikat ,hal pertama yang akan ia lakukan adalah menampar laki-laki dihadapannya,kemudian menjambak rambutnya hingga botak.


Radit tertawa melihat usaha Sherena untuk melepaskan diri.ia langsung menciumi bibir pink itu dengan kasar.kemudian menggigitnya hingga bibir gadis itu terluka .Radit melepas pagutan bibirnya.dengan tatapan penuh hasrat ,ia menciumi leher Sherena dan meninggalkan jejak disana.tak peduli saat ini Sherena berteriak sambil menangis.


*


Sudah beberapa kali Elden menghubungi Sherena ,namun ponselnya tidak bisa dihubungi.sedangkan menurut kepala cheff rekan kerja Sherena ,ia sudah meninggalkan hotel xxx sejak dua jam yang lalu.


" Lacak cctv di setiap sudut hotel itu " perintah Elden kepada Billy.


Billy berjalan keluar untuk pergi menuju hotel xxx .


menyetir dengan kecepatan penuh membuatnya cepat sampai ketempat tujuan.


Tanpa membuang-buang waktu,ia langsung menemui pihak hotel untuk melihat rekaman cctv di setiap sudut ruangan.dan benar saja ,dari rekaman cctv pintu masuk utama hotel terlihat Sherena berjalan menuju taxi online.kemudian datang beberapa orang membawanya secara paksa .dilihat dari tubuh sherena yang melakukan penolakan.


Billy segera menghubungi seseorang.kemudian mengubungi Elden.

__ADS_1


"Nona Sherena diculik tuan" ucap Billy menunggu teriakan elden.ia sudah mempersiapkan telinganya mendengar suara delapan oktaf bos nya.


"What? cari sekarang juga " teriak Elden dengan suara yang sudah diprediksi oleh Billy.


Tanpa Elden suruh,Billy sudah bergerak lebih dahulu.Billy kembali menuju gedung SJY group untuk menjemput elden.belum sempat Billy turun dari mobilnya,Elden sudah membuka pintu samping kemudi.ternyata Elden sudah menunggunya didepan pintu masuk utama gedung SJY group.


" kau sudah tahu siapa penculiknya ?" tanya Elden mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


" Belum tuan,saat ini kita masih menunggu kabarb dari beberapa orang suruhan saya" ujar Billy masih tenang.


Elden menghembuskan nafas kasar.


"Siapapun orang itu,habiskan dengan cara paling kejam " geram Elden .ia sudah tidak bisa berpikir jernih .banyak praduga yang sudah bermunculan diotaknya.


drt...drt....


"Ya" Billy menjawab singkat saat melihat nama kontak seseorang yang ia tunggu menghubunginya.setelah berbicara dengan orang tersebut ,ia menaruh ponselnya kembali.


" Bagaimana" tanya Elden penasaran .


"Kita akan segera menyelamatkan Nona sherena tuan" Billy tetap fokus mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.sesekali terdengar suara klakson dari kendaraan lain yang ia salip.


*


Sementara itu Radit terus bermain-main dengan tubuh sherena.ia terus menghujani Sherena dengan ciuman disetiap inci tubuh gadis itu.entah sudah berapa stempel merah yang ia buat ditubuh mungil yang sudah mulai lemah karena terus menangis.kemudian Radit melepas pakaiannya dan melemparnya kelantai.juga melepas celana panjangnya ,sehingga hanya menyisakan celana d*l*mnya saja.


"Toloooong..." pekik Sherena dengan suara serak karena terlalu lama menangis.ia sudah pasrah dengan keadaannya saat ini.karena sekeras dan sesering apapun ia berteriak ,tetap saja tidak ada yang menolongnya.


Tangan Radit sudah mulai menyusup kedalam kemeja Sherena.dengan sekali tarik ,kemeja yang dikenakan gadis itu terlepas dengan kancing yang berserakan entah kemana .


Radit mulai bermain-main dengan aset berharga milik Sherena.karena hasrat sudah naik ke ubun-ubun,Radit melepas paksa celana panjang Sherena.ia semakin brutal melihat tubuh indah Sherena yang selama ini selalu ditutupi dengan kemeja panjang dan celana panjang .


Brak


" Brengsek " geram Elden saat pintu sudah dibuka dengan paksa .pemandangan yang ia lihat saat ini benar-benar membuat darahnya mendidih.


Bugh..bugh..bugh...


Radit terjungkal kelantai akibat pukulan keras elden.serangan tiba-tiba itu membuatnya kalah cepat.Radit berusaha bangkit ,namun Elden menekan bahunya dengan kaki dan menekan erat .


Billy mengambil alih saat tekanan kaki Elden mengendur karena melihat keadaan Sherena yang lemah.


Elden Segera menyambar selimut untuk menutupi tubuh gadis yang tengah menangis dengan tangan terikat itu.kemudian ia membawanya masuk kedalam mobil untuk segera dibawa ke mansion miliknya.


Sementara itu Billy masih adu otot dengan Radit .Radit terlihat sudah kelelahan .Billy menghentikan aksinya saat Radit mengangkat kedua tangannya ke atas.kemudian ia pergi meninggalkan tempat itu bersama orang suruhannya.

__ADS_1


__ADS_2