
Saat ini mobil yang dikendarai oleh Erix tengah berada di jalan raya.namun saat ia akan belok kanan , ia melihat seseorang yang sangat ia kenal.ia menepikan mobilnya dan berniat untuk menghampiri orang tersebut.
"Gracia " .panggil Erix saat melihat Gracia yang merupakan mantan istri Radit dan juga mantan kekasihnya itu tengah berada di pinggir jalan.
"Kamu ..." . Gracia terkejut saat melihat pria yang ada di hadapannya saat ini. sudah lama sekali rasanya ia tidak bertemu dengan Erix.pria yang pernah mengisi relung hatinya.namun dengan teganya pria tersebut mencampakkan nya begitu saja setelah semua rencananya berhasil.tmyang lebih tragis lagi pria itu mencampakkan nya dalam keadaan hamil besar.
" Ngapain kamu disini ?". tanya Erix dengan tatapan datar.
"Bukan urusanmu ". ketus Gracia.
"Ck, kamu ternyata belum berubah juga .masih sama seperti dulu ,Murah ". ucap Erix mengingat status Gracia yang suka tidur dengan sembarang pria.
"Tutup mulut mu , jadi kau pikir kau pria baik-baik begitu ? berapa kali kau meniduri ku ? sampai membuat aku hamil .setelah semua dendam mu terbalas, kau pergi begitu saja dan meninggalkan aku dalam keadaan hamil besar ". ucap Gracia sinis.
"Perlu kamu ketahui. sebrengsek-brengsek nya pria ,pasti tetap akan memilih wanita baik-baik untuk dijadikan istri" .ujar Erix
"Dasar lelaki br*Ng*ek ". gracia hendak menampar pipi Erix ,namun tangan Erix lebih cepat dari pada tangannya.
" Ckckckck...aku kasihan padamu ". sambung Erix melihat penampilan Gracia saat ini.
"Semua ini karna mu br*ng*s*k ".Gracia semakin kesal saat Erix terus merendahkannya.
"Ada apa kamu berdiri dipinggir jalan ini ?".Tanya Erix.
"Cih,sok peduli". Umpat Gracia.
"Terimalah ini " . Erix memberikan beberapa lembar kertas pada Gracia karena tidak tega melihat wanita yang dulu fashionable dan energik ,sekarang begitu menyedihkan.
Gracia nampak terdiam saat Erix mengeluarkan beberapa lembar uang dihadapannya.ingin sekali ia menolak,tapi bathinnya merasa butuh.
"Ambillah ". Erix terus menyodorkan uang tersebut pada Gracia yang masih diam mematung.
"Segini? kau pikir cukup ?" ucap Gracia kesal karena Erix hanya memberinya uang beberapa lembar saja .jika dihitung mungkin dua jutaan.
"Berapa nomor rekening mu ?" tanya Erix ingin mentransfer saja karena uang cash yang ia punya hanya segitu.
__ADS_1
Mendengar Erix meminta nomor rekeningnya membuat Gracia senang .karena ia tau bagaimana sifat Erix yang tidak pelit dan selalu Wellcome pada semua orang.
Gracia akhirnya memberikan nomor rekeningnya.tidak bisa dipungkiri ia memang sedikit menurunkan keinginan glamornya karena keterbatasan biaya.baginya saat ini bisa makan dan bisa membayar kontrakan rumah sudah lebih dari cukup.
"Sudah ". Erix memasukkan kembali ponsel yang ia gunakan untuk mentransfer uang untuk Gracia.
"Terimakasih ". Ucap Gracia dan berniat meninggalkan Erix.namun baru saja ia berjalan satu langkah,Erix menarik tangannya.
"Ada apa lagi ?" .tanya Gracia heran.
"Ma'afkan aku ". ucap Erix menyesal telah menjadikan Gracia sebagai umpan untuk melancarkan rencananya.
"Ck, BASI ". umpat Gracia dimana menurutnya Erix sudah sangat terlambat meminta ma'af kepadanya.setelah ia kehilangan anak yang ia sendiri tidak tahu siapa ayah dari anak yang ia kandung.
"Aku sungguh menyesal ". ucap Erix serius masih dengan memegang tangan Gracia.
Gracia nampak berpikir,ia melihat tidak ada kebohongan dalam mata Erix.
"Baiklah , aku akan mema'afkanmu.tapi dengan satu syarat". ucap Gracia yang merasa punya kartu AS Erix.
Erix memutar matanya jengah .ternyata wanita yang pernah membantunya dalam membalas sakit hati adiknya itu masih saja tidak berubah.masih saja suka harta.
" Santai donk,dari dulu kamu suka main cepat ya".ledek Gracia yang mendapat tatapan tajam dari Erix sehingga membuatnya mengantikan tingkahnya dengan segera.
"Aku ingin kamu membelikan ku sebuah apartemen ". Pinta Gracia. setidaknya jika ia mempunyai apartemen ,ia tidak lagi susah payah mencari uang untuk membayar kontrakan rumahnya.apalagi saat ini status nya sebagai wanita pemuas nafsu para lelaki hidung belang.
" Tidak Masalah ".ucap Erix datar.
" aku akan mentransfer uang nya jika kamu sudah menemukan apartemen yang sesuai keinginan mu ". sambung Erix .
"Aku sudah menemukannya , transfer saja uangnya sekarang ". pinta Gracia sudah tidak sabar.
"Baiklah ".Erix pun kembali merogoh ponselnya dari saku celananya.kemudian mengetikkan nominal yang sudah di sebutkan oleh Gracia.
"Begini lebih baik. ah iya aku lupa.aku sudah mema'afkan mu ". ucap gracia kemudian berjalan meninggalkan Erix yang masih berdiri dipinggir jalan.
__ADS_1
Sedangkan diseberang jalan sana, seseorang yang tadi melihat interaksi Erix dan wanita yang ia tidak tahu siapa juga ikut meniggalkan tempat itu.
*
Saat ini di gedung SJY grup disibukkan dengan kedatangan investor dari Jepang.Elden dan Roger juga sedang berada dalam ruangan kerja membicarakan persiapan pertemuan dengan investor Jepang Yang akan datang ke perusahaannya pukul satu setelah jam makan siang.
"Bagaimana ? apa semua sudah sesuai ?". tanya Elden saat Roger masih menatap iPad nya.
"Semua aman tuan".ucap Roger setelah memastikan dengan benar.
Tok...tok...tok...
" Masuk" ujar Elden.
Setelah mendengar tanda-tanda boleh masuk ,Meta membuka pintu ruangan kerja Elden.
Meta berjalan menuju meja Elden ,namun tiba-tiba kakinya tergelincir sehingga membuat tubuhnya hilang keseimbangan.
Beruntung Roger yang berdiri tidak jauh dari Meta segera menangkap tubuh sekretaris Elden itu. namun karena Meta terus bergerak membuat Roger juga hilang keseimbangan.sehingga Roger pun terjatuh di atas tubuh Meta.
"Apa yang kalian lakukan di ruangan ku ?". pekik Elden saat melihat dua manusia dengan posisi seperti sedang bercinta.
Mendengar suara Elden, Roger pun segera bangun dari tubuh Meta. begitupun dengan Meta juga ikut berdiri .
"Sempat-sempatnya kalian membuka pakaian kalian ". hardik Elden melihat ikat pinggang Roger sudah melorot.sedangkan kancing kemeja Meta sudah terlepas.
Merasa disebut keduanya memperhatikan penampilan masing-masing.
" Astaga ". Gumam Meta kaget saat melihat kancing kemeja bagian dadanya Lepas.sehingga penutup bukit kembarnya yang berwarna hitam terlihat jelas.
"**** ". Umpat Roger saat melihat ikat pinggangnya kendor.
Sebenernya Elden hanya menggertak kedua orang kepercayaan nya itu. namun sebagai bos ia tidak mungkin berteriak senang melihat adegan romantis tadi.sebenarnya ia ingin Roger dan Meta menjadi pasangan halal.mengingat Syauqi yang masih sangat kecil dan butuh sosok seorang ayah.namum sampai saat ini ia belum juga mendapat ide untuk membuat keduanya menjalin hubungan spesial.
"Ma'af tuan , saya tidak hati-hati". ucap Meta merasa bersalah dengan kecerobohannya tadi.
__ADS_1
"Baiklah ".ujar Elden membuka satu persatu maps yang ada di atas mejanya.
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR KESINI , JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK .LIKE DAN KOMEN BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UNTUK UP 🥰🌹