Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 39


__ADS_3

Pagi itu semua karyawan sedang disibukkan dengan pekerjaan masing-masing.tak terkecuali Meta sang sekretaris .ia harus bolak balik keruang Presdir untuk minta tanda tangan dan minta persetujuan atas tamu yang ingin bertemu dengan pemilik perusahaan SJY Group tersebut .


Begitupun dengan Billy,ia selalu menemani tuannya menghadiri meeting dengan beberapa klien dan perusahaan yang ingin mengajukan kerjasama dengan mereka.


Elden mengendurkan dasinya,kemudian menyandarkan kepalanya dikursi kebesarannya.ia meneguk segelas air putih yang ada diatas meja.


"Tuan ingi makan siang disini atau makan siang diluar?" tanya Billy .


"Disini saja ,hari ini aku benar-benar lelah " ucap Elden sembari memijit pelipisnya.


"Baik ,saya akan memesan makanan buat anda" ujar Billy segera keluar dari ruangan tersebut .


*


Sementara itu Sherena juga tak kalah sibuk dengan pekerjaannya.saat makan siang,ia dan teman-temannya pergi ke cafe yang tidak jauh dari hotel tempat mereka bekerja.


Diatas meja ,beberapa jenis makanan sudah tersaji .mereka mulai menyantap makanan tersebut .suapan Sherena terhenti saat melihat wanita yang ia kenal tengah makan dengan seorang pria.


wanita itu Gracia ,namun pria yang tengah bersamanya itu bukan Radit .melihat interaksi dari keduanya ,sepertinya mereka sangat dekat .buru-buru Sherena membuang pandangan nya ke depan saat pria yang tengah bersama Gracia menoleh kearahnya.ia pura-pura melanjutkan makannya dan kembali berbincang dengan teman-temannya.


Setelah dua puluh menit ,Sherena dan teman-temanya kembali ke tempat kerjanya.merekapun duduk santai sejenak sebelum waktu istirahat mereka habis.sherena masih memikirkan apa yang ia lihat dicafe tadi .ia curiga Gracia punya hubungan khusus dengan pria yang bersamanya saat itu.namun ia segera membuang kecurigaannya ,karena itu bukan lagi urusannya.


drt..drt...drt...


Nada dering dari ponsel Sherena menyadarkannya dari lamunan.ia Segera mengangkat panggilan dari orang yang ia cintai.


"Halo " ucap Sherena saat panggilan telpon ia angkat.

__ADS_1


" Aku kangen " ujar Elden di seberang sana.


Sherena menautkan alisnya .baru beberapa jam ia berpisah dengan Elden ,sekarang pria itu menghubunginya hanya untuk mengatakan KANGEN.sudut bibir Sherena tersenyum simpul.


"Aku juga " ucap Sherena .


"Setelah pulang kerja ,kamu ke kantor aku ya...." bujuk Elden.ia teramat rindu dengan kekasihnya itu.ia juga rindu mencium bibir ranum yang sudah beberapa hari tidak ia rasakan.


" Kamu mau apain aku disana?" tanya Sherena curiga .ia sudah sangat hafal dengan kelakuan Elden yang selalu main sosor jika ia berdekatan dengan pria itu.


"Kamu sudah tahu niatku ternyata " gelak Elden menggema .


Sherena mematikan sambungan telponnya,suara tawa Elden hampir memecah gendang telinganya.


"Dasar mesum " ucap Sherena menatap ponselnya.


*


"Sayaaang ....." ujar Gracia saat pintu sudah dibuka.ia melihat Radit tengah duduk disofa ,dengan sedikit berlari ia berhambur kedalam pelukan pria itu .


"Jangan seperti ini " ucap Radit khawatir .ia sangat mencemaskan kandungan istrinya itu.


"Ini buat kamu " Gracia memberikan sebotol jus mangga kesukaan Radit yang ia beli di cafe saat makan siang bersama Erix.


Radit mengambil jus yang diberikan Gracia untuknya.kemudian langsung meminumnya tanpa rasa curiga .


selang lima belas menit ,Radit merasakan sekujur badannya panas .ia mengendurkan dasinya dan melempar jas nya kesembarang tempat .

__ADS_1


Melihat Radit yang mulai termakan reaksi dari obat yang ia masukkan ke dalam jus tadi ,ia Segeran mengeluarkan beberapa lembar kertas dari tasnya .dan menyuruh Radit untuk menanda tanganinya.


tanpa pikir panjang ,Radit menuruti kemauan istrinya itu.kemudian membawa Gracia kedalam kamar khusus yang ada dalam ruangannya.lalu ia melempar kasar tubuh Gracia keranjang.dengan cepat ia melepas pakaian istrinya sehingga saat ini Gracia tidak mengenakan sehelai benangpun.begitupun dengan Radit ,ia juga dengan cepat melepas kemeja serta celana panjangnya.


De*sa*han demi de*sa*han keluar dari bibir keduanya.Radit tidak lagi memikirkan kondisi istrinya yang saat ini tengah hamil muda.ia terus menggempur istrinya dengan gerakan teratur .tubuhnya seperti tersengat listrik saat akan mencapai pelepasan.erangan panjang kedua manusia itu menuntaskan permainan panas mereka.tubuh Radit ambruk diatas tubuh Gracia dengan nafas yang masih tersengal .


Senyum mengambang dari bibir Gracia .meksipun saat ini tubuhnya terasa lelah setelah melakukan olahraga berat dengan suaminya ,tapi ia mendapat dua kepuasan dari permainan tersebut.


Radit terlelap di ranjang kamar ,sedangkan Gracia mengenakan pakaiannya kemudian melangkah keluar dan duduk dikursi kebesaran Radit .ia menatap langit-langit ruangan tersebut .


"Akhirnya " gumam Gracia tersenyum.kemudian ia mengambil ponsel hendak menghubungi Erix .ia ingin segera memberitahu kabar gembira tersebut.


Diseberang sana ,Erix tertawa puas setelah mendengar berita dari Gracia .satu rencananya telah berjalan dengan mulus .


"Mampus kau Radit " geram Erix .ia ingin melihat wajah Radit saat mengetahui semua aset perusahaannya berpindah ke tangannya.


"Kakak sudah berhasil membalaskan dendam mu adikku " gumam Erix mengambil foto yang berada di atas nakas kamarnya.sejak kematian adik bungsunya,ia merasa separuh hidupnya hilang.dan semua itu ulah Radit .Radit telah merampas kesucian adiknya secara paksa.hingga pada akhirnya adiknya hamil dan Radit tidak mau bertanggung jawab.malah ia memaksa adiknya meminum obat aborsi dalam jumlah banyak.sehingga adiknya harus meregang nyawa di tangan predator itu .


Air mata Erix tumpah .ia masih ingat saat ia menemukan adiknya dalam keadaan sudah tidak bernyawa didalam mobil.mobil yang selalu dibawa adiknya pergi kuliah,pergi ke mall bersama teman-temannya.ia juga masih ingat adiknya mempunyai cita-cita menjadi seorang pengacara ternama .maka dari itu sang adik belajar dengan rajin untuk meraih cita-citanya.namun kemunculan Radit membuat adiknya harus kehilangan segalanya.


Aaaaaaaaaaa


Erix berteriak menjambak rambutnya.lalu berjalan kekamar yang berada disamping ruang kerja .kamar yang selalu ditempati oleh adik bungsunya.kemudian ia menatap sekeliling ruangan tersebut .banyak foto tergantung di dinding kamar berwarna abu yang merupakan warna favorit adiknya .foto adiknya yang selalu ceria ,yang tidak pernah mengeluh meskipun saat masalah datang.


ia menutup kembali ruangan tersebut.meskipun ruangan itu tidak pernah ditempati ,namun ia selalu menyuruh orang untuk membersihkan kamar adiknya itu .


Erix mengambil ponsel dari saku celananya.kemudian menghubungi orang suruhannya untuk menanyakan kabar sang ayah yang sudah dua puluh enam tahun tidak pernah ia lihat lagi setelah perceraian sang ayah dengan ibunya .

__ADS_1


"Terus pantau " ucap Radit melalui sambungan telponnya.


kemudian ia kembali menaruh ponsel kedalam saku celananya .lalu berjalan keluar menuju mobilnya yang sedang terparkir.


__ADS_2