Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 40


__ADS_3

Sementara itu digedung Griya Group ,Radit melempar semua benda yang ada sekitarnya.ia nampak shock setelah mengetahui bahwa aset dari perusahannya telah berpindah nama .bahkan beberapa perusahaan memutus kontrak kerja dengannya tanpa sebab.


"Brengsek" Radit berteriak histeris ,membuat semua orang yang ada dalam ruangan tersebut tidak lagi berani bersuara.ditambah laporan yang ia dapat dari sekretarisnya bahwa beberapa karyawan sudah banyak yang mengajukan surat pengunduran diri.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?" tanya Viona yang merupakan sekretaris Radit.


Radit hanya diam .ia mencoba mengingat-ingat apa yang membuatnya telah menandatangani beberapa surat yang isinya bahwa semua aset perusahaan ia serahkan kepada orang yang bernama Erix pratama.dan ia sama sekali tidak mengenal sosok Erix tersebut.


Radit mengusap wajahnya kasar.saat ia sudah mengingat kejadian pada saat Gracia datang ke kantornya .sebelum ia melakukan kegiatan panas dengan istrinya itu,Gracia menyuruhnya menandatangani beberapa lembar kertas .dimana saat itu Gracia mengaku ingin bergabung jadi member asuransi dikotanya.


"**** " Radit meninju diudara.kemudian mengambil ponselnya bermaksud menghubungi istrinya untuk minta penjelasan.namun sudah beberapa kali ia mengubungi Gracia,tetap saja nomor yang ia hubungi tersebut tidak aktif .dengan langkah lebar ,Radit berjalan meninggalkan ruangan tanpa mempedulikan orang-orang yang masih ada dalam ruangan tersebut.saat ini ia hanya ingin cepat sampai kerumah.


Mobil yang ditumpangi Radit sudah sampai di pekarangan rumahnya yang luas .ia langsung membuka pintu mobil tanpa menunggu supirnya membukakannya pintu.


"Gracia ....Gracia ...." teriak Radit saat sudah sampai didalam rumahnya.


"Ma'af tuan ,tadi nona Gracia pergi membawa kopernya " Mba Ela datang karena mendengar teriakan Radit.


"Kemana mba?" tanya Radit .


"Saya tidak tahu tuan.tadi nona Gracia perginya buru-buru" ucap Mba Ela jujur.


Radit langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.kemudian terus menuju ruang walk in closet .dan benar saja ,semua pakaian milik Gracia tidak ada lagi disana.


" Bajingan kau Gracia " pekik Radit menjambak rambutnya sendiri.kemudian ia kembali berjalan keluar dari kamarnya dan masuk ke mobil untuk menuju rumah Gracia.


dalam perjalanan ,Radit tidak bisa menahan emosinya .sumpah serapah keluar dari bibirnya.


saat mobil sudah sampai dihalaman rumah istrinya itu ,ia segera masuk tanpa mengetuk pintu.


setelah mencari keberadaan Gracia keseluruh ruangan ,Radit kembali kemobilnya karena tidak menemukan Gracia dirumah itu .


"Kemana j*a*Lang itu pergi " geram Radit setelah berada dalam mobilnya.


*

__ADS_1


*


"Ikuti mobil itu" perintah Erix saat mobilnya berada tepat di belakang mobil Radit .dengan jarak yang aman,mobil yang ditumpangi Erix masih terus mengikuti mobil Radit.setelah perempatan ,nampak Radit berbelok ke arah kiri entah kemana .yang jelas jalan yang Radit lalui adalah jalan yang tidak terlalu banyak dilewati pengendara.dengan gerakan cepat ,mobil Erix sudah menyerempet mobil yang ditumpangi Radit .sehingga mobil tersebut menginjak rem mendadak .


tiga orang suruhan Erix keluar dari mobil .sedangkan Erix masih duduk ditempatnya.


Radit yang merasa seseorang sudah menyerempet mobilnya ,ia berniat keluar dari dalam mobil .namun saat pintunya dibuka ia justru mendapat bogem mentah dari seseorang.membuat ia tersungkur ke jok kursi.salah satu dari orang tersebut memaksa Radit untuk meminum sebuah cairan yang ia tidak tahu .saat ini posisi Radit terjepit,sang supir sudah ditodong senjata api sehingga tidak bisa melawan .


"Ayo minum " gertak salah satu orang suruhan Erix.


Radit menggelengkan kepalanya .ia menolak untuk meminum cairan yang entah itu racun atau apa.


"Siapa kalian?" tanya Radit kesal .ia merasa tidak mengenali orang-orang yang saat ini sedang berurusan dengannya.


"Kau tidak perlu tahu siapa kami.sekarang cepat habiskan minuman ini " sambil terus menyodorkan minum kedalam mulut Radit .


Radit terpaksa membuka mulutnya saat senjata api juga ditodongkan kearahnya.


Erix dan ke tiga orang suruhannya meninggalkan tempat itu.ia tersenyum puas melihat hasil kerja orang-orangnya.


Sedangkan Radit sudah melepas semua pakaiannya karena tubuhnya merasa panas luar biasa .


supir yang melihat keadaan tuannya merasa ketakutan.karena tidak mau terjadi apa-apa padanya, supir tersebut pergi meninggalkan Radit yang tidak mengenakan pakaian sehelai benangpun di tubuhnya.


*


*


Saat ini Elden dan Sherena sedang menuju kota Y yaitu kampung halaman Sherena.mereka ingin minta restu kepada sang ayah karena Elden akan segera menikahi gadis pujaannya.


dalam waktu dua jam ,mereka telah sampai dikota tujuan .nampak Sherena dan Elden tengah berdiri didepan pintu rumah sederhana.sherena mengetuk pintu pelan.menunggu pemilik rumah keluar untuk membukakan pintu.


Ceklek


suara kunci pintu dibuka dari dalam .

__ADS_1


Sherena langsung berhambur kedalam pelukan sang ayah saat pria paruh baya itu muncul dari balik pintu.Elden tersenyum melihat kedekatan ayah dan anak itu.


Ayo masuk " ajak ayah Sherena .


keduanya masuk dan duduk disofa kecil yang ada diruang tamu itu .


"Aku buatin teh hijau ya" tawar Sherena kepada Elden .kemudian berjalan menuju dapur yang sudah lama tidak ia jamah.


Nampak Elden dan ayah Sherena tengah berbincang hangat .sesekali mereka tertawa seperti sudah akrab .Elden type orang aktif sehingga lebih mudah untuk dekat dengan orang yang baru dikenalnya.meskipun sebelumnya ia pernah bertemu dan berbicara dengan calon ayah mertunya itu.


"Sepertinya seru banget ,ngobrol apa nih?" tanya Sherena datang membawa dua gelas teh hijau hangat ditangannya ,kemudian meletakkan di atas meja.


"Nak Elden katanya ingin membeli lahan untuk membuat perkebunan teh disini " ucap ayah Sherena tersenyum.


Sherena menoleh ke arah Elden ingin minta jawaban dari apa yang ia dengar dari ayahnya barusan. Elden mengangguk dan mengambil gelas berisi teh hijau yang dibuatkan Sherena untuknya.


"Wah...Teh hijau ini benar-benar enak" ujar Elden dengan manik mata takjub.


"Ini teh hijau kwalitas bagus ,dipetik langung dari kebun" ujar ayah Sherena puas.


"Maksud bapak,apakah bapak yang punya perkebunan teh hijau ini? " tanya Elden serius .


"Bukan nak,bapak hanya pekerja saja" sahut ayah Sherena masih dengan senyum mengambang dari bibirnya.


Terlihat Elden mengangguk seperti memikirkan sesuatu.


"Oh ya ,apa tujuan utama kalian datang kesini?tidak mungkin hanya sekedar menyicipi teh hijau hangat bukan? " ayah Sherena tergelak melihat Elden dan putrinya salah tingkah.


Nampak Elden mulai mengatur nafasnya .kemudian menoleh ke laki-laki paruh baya yang tengah duduk di hadapannya.


"Sebenarnya maksud saya datang kesini untuk melamar putri bapak" .ucap Elden tegas


Sang ayah melihat ke arah putrinya. terlintas jelas kebahagiaan dari mata bening Sherena .dan itulah yang ia inginkan yaitu melihat putrinya bahagia.selama ini ia merasa telah gagal menjadi seorang ayah yang baik karena pernah menikahkan anaknya dengan laki-laki yang salah.


"Apapun yang membuat putri saya bahagia ,saya akan menyetujuinya .dan saya merestui hubungan kalian " ujar sang ayah sembari menghapus air mata yang mengalir disudut matanya.

__ADS_1


__ADS_2