
"Morning " sapa Elden saat ia sudah berdiri di depan meja makan.lalu mencium pipi Sherena yang berada di sampingnya.
"Nyeyak tidurnya ?" Sherena tersenyum manis menunggu jawaban dari Elden.
" Tentu sayang " ucap Elden membalas senyum yang tak kalah manis kepada wanitanya.
" Mmmmm,aku mau mengajak kamu ke rumah kerabat mama aku nanti siang dan kita menginap disana satu hari saja " sambung Elden sembari menaruh bokongnya di kursi.
"Kenapa mendadak?" tanya Sherena bingung.
" Tidak apa - apa sayang "
Sherena hanya mengangguk mengiyakan ajakan Elden. ia dan Elden sarapan seperti biasa dengan bercengkrama dan sesekali bercanda.sebenarnya tidak ada yang berubah dari Elden.ia masih tetap manis.jika Sherena mengingat pengkhinatan Elden rasanya ia sendiri tidak percaya .
setahunya biasanya orang yang berselingkuh pasti ada perubahan sikap .sikap yang yang tadinya manis bisa berubah menjadi biasa saja atau bahkan menjadi kasar kepada pasangannya.tapi Elden tidak seperti itu .
"Aku pergi ya " Elden mencium pipi dan bibir Sherena sebelum ia masuk kedalam mobil .ritual yang selalu ia lakukan sebelum dan sesudah pulang bekerja.
"Hati-hati " Sherena melambaikan tangannya yang juga ikut dibalas Elden.manis bukan ?
*
*
Sherena mulai memasukkan pakaiannya dan pakaian milik Elden kedalam trolybag.tidak lupa juga dengan perlengkapan lainnya. karena nanti siang Elden akan menjemputnya untuk pergi ke rumah kerabat orang tua Elden. memang sebelumnya Sherena belum pernah pergi dan belum tau dengan saudara-saudara Elden.
Benar saja, tidak lama Elden datang dan membantu Sherena untuk membawa troly bag ke dalam bagasi mobil .kemudian ia berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai.
__ADS_1
Mobil hitam mewah itu meluncur dijalan raya dengan kecepatan sedang.biasanya dari ibukota ke daerah tujuan Elden saat ini memakan waktu kurang lebih empat jam.diperjalanan Elden bercerita banyak tentang keluarga mamanya.ia pun juga menceritakan betapa nyamannya tinggal di pedesaan.pada dasarnya mama Elden adalah kembang desa yang kuliah di Jakarta karena prestasi ia punya.dan dikampus ternama itulah mamanya bertemu dengan papanya.hingga akhirnya mama Elden dan papanya menikah.
Sherena mendengar dengan seksama cerita yang Elden sampaikan.sesekali ia tersenyum saat melihat ekspresi suaminya.
Elden sengaja mengajak Sherena ke tanah kelahiran mamanya ,karena disana masih banyak adik-adik mamanya yang stay disana .dan ia ingin memperkenalkan Sherena kepada mereka.karena pada saat ia dan sherena menikah ,keluarga mamanya tidak bisa hadir karena beberapa alasan.
Dan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, akhirnya Elden dan sherena sampai di sebuah kabupaten.
Mereka berdua turun dari mobil saat sudah sampai disebuah rumah sederhana.kedatangan mereka disambut hangat oleh orang-orang disana.Elden dan Sherena di persilahkan masuk dan langsung di sajikan makanan.karena basa basi orang di daerah itu memang sangat kental.
Setelah menikmati hidangan sederhana ,mereka berbincang-bincang.sherena terlihat mudah akrab dengan Tante dan keponakan Elden.melihat istrinya yang mudah menyatu dengan keluarganya,membuat Elden senang.
Pukul 21.59 WIB, Elden minta izin kepada paman ,tante dan istrinya untuk keluar sebentar.ia pamit untuk menemui teman SMA nya.
"Hanya lima belas menit sayang " ucap Elden kepada Sherena.
Sherena mengangguk dan tersenyum pertanda memberi izin kepada suaminya.lagi-lagi ia menaruh curiga kepada Elden. Ya, Elden minta izin untuk menemui teman SMA nya dalam waktu lima belas menit.menurut sherena itu sangat tidak masuk akal.mustahil bertemu teman tapi menargetkan waktu.benar-benar tidak bisa masuk akal.pada umumnya jika menemui teman yang sudah lama tidak bertemu akan memakan waktu satu jam atau lebih.tapi Elden hanya perlu waktu lima belas menit.
Keesokan harinya , Elden dan Sherena pamit untuk Kembali ke Jakarta.memang waktu yang sangat singkat.karena Elden tidak bisa berlama-lama meninggalkan pekerjaannya.
Setelah sampai dirumah utama,Elden meminta izin kepada Sherena untuk membeli makanan yang sherena inginkan pada saat Sherena masih berada di perjalanan pulang ke Jakarta.namun Sherena melarang Elden untuk keluar.ia membuat alasan bahwa ia tidak ingin makan.ia ingin segera tidur karena hari sudah larut malam.dan Elden pun menyetujui permintaan Sherena.
Tentunya ada alasan tertentu yang membuat Sherena melarang Elden.ia sangat yakin ada sesuatu yang disembunyikan Elden darinya.tapi ia takut untuk berasumsi macam-macam.luka yang Kemarin belum kering,dan ia tidak siap jika ada luka baru lagi.saat ini ia lebih memilih untuk tidur.begitupun dengan Elden,laki-laki itu sudah membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.dan mereka berdua terlelap menuju mimpi indah.
Seperti biasanya ,Elden dan Sherena bangun pagi-pagi.nampak Elden sudah bersiap-siap dengan stelan kerjanya.sedangjan Sherena sudah menyiapkan sarapan berat untuk suaminya.karena sedari dulu Elden memang harus sarapan dengan makan berat untuk membuat ia bertenaga.
"Aku harus lakukan sesuatu " bathin Sherena saat Elden sudah pergi.ia berpikir keras bagaimana cara menemukan bukti mengenai kepergian Elden lima belas menit waktu mereka tengah berada di kabupaten tempat Tante dan paman Elden tinggal.
__ADS_1
Setelah empat jam menguras benak untuk berpikir , akhirnya Ide itu muncul juga.Sherena berusaha untuk menghubungi Elden .ia berharap saat ia menelpon ,Elden tidak sedang sibuk.
"Ya sayang " terdengar suara Elden saat panggilan di angkat.
"Kamu sibuk ?" tanya Sherena hati-hati.
"Iya ,ada apa sayang ?" tanya Elden tanpa rasa curiga.
"Tidak apa-apa.kamu lanjut saja bekerja" ucap Sherena tidak enak hati karena tidak tepat waktu menghubungi suaminya.
"Tidak apa-apa.katakan saja " Elden memaksa Sherena untuk berbicara meskipun saat ini ia sedang sibuk.
" Akan aku katakan saat kamu sudah sampai dirumah " ujar Sherena .
" Tidak sayang , sebenarnya apa yang ingin kamu tanyakan ?" tanya Elden semakin penasaran.ia mulai merasa was-was.suasana hatinya sudah tidak menentu.
"benar tidak apa-apa ?" tanya Sherena memastikan.
"Katakan saja "
" Tadi ada yang video call aku dengan nomor yang tidak aku kenal " ucapan Sherena terhenti.
"Lalu ?" tanya Elden semakin penasaran.ia sudah mulai bisa menebak arah pembicaraan sherena.dan itu artinya ia sedang dalam masalah besar.
" Orang itu mengarahkan kameranya ke belakang.sehingga aku tidak tau siapa orang mengubungi aku itu..lalu orang itu mengarahkan kamera ke sebuah hp dan memperlihatkan panggilan masuk dari nomor kamu tepat pukul 22.00 saat kamu minta izin ke aku untuk menemui teman SMA kamu waktu kita berada dirumah paman kamu". ucap Sherena berbohong.ia sengaja melakukan itu untuk menjebak Elden.
"Kamu salah lihat mungkin " ujar Elden membela diri.
__ADS_1
"Aku tidak salah lihat .dan itu benar nomor kamu.lalu orang itu membuka galery hp yang ia pegang.dan aku melihat banyak sekali foto-foto perempuan yang mirip dengan Rhanie teman malam kamu itu.berarti wktu itu kamu menghubungi dia ". gertak Sherena dengan suara mengintimidasi.
" Kamu salah sayang,mungkin ada yang sabotase " ucap Elden.