Aku Si PEBINOR

Aku Si PEBINOR
EPISODE 84


__ADS_3

Pagi menampakkan cahaya dengan gagahnya. penghuni bumi mulai dengan aktifitas masing-masing. seperti biasa Meta menitipkan Syauqi terlebih dahulu di rumah Sherena.


"Met,kamu disuruh suamiku kekantor bareng Roger ". Sherena memberitahu pada Meta apa yang tadi dipesankan Elden padanya.


"Tapi Sheren, aku bawa mobil sendiri"? protes Meta.


"Ya kamu tinggalin disini dulu,jamunya bareng Roger aja ke kantor.mau ya ?". bujuk Sherena yang setuju dengan niat Elden yang ingin menjodohkan Roger dengan Meta.


"Tapi Sheren ". ucapan Meta terhenti saat Sherena mengangkat satu tangannya untuk memberi isyarat agar Meta tidak membantahnya.


"Ah baik lah ". Meta terpaksa mengiyakan ucapan Sherena untuk pergi ke kantor dengan Roger


"Lalu bagaimana dengan tuan Elden ?". sambung Meta teringat Elden pergi ke kantor dengan siapa.karena biasanya Roger lah yang selalu mengantar dan menjemput Elden.


" Suamiku agak telat berangkat ke kantor ".Ucap Sherena mengedipkan sebelah matanya.


*


*


Disinilah Meta sekarang,didalam mobil berdua dengan Roger.mobil melaju dengan kecepatan sedang.Suasana canggung begitu terasa.karena memang Meta dan Roger tidak terlalu dekat.


Hingga pada akhirnya mobil yang di Kendarai Roger sampai di area parkir gedung SJY Group.


"Terimakasih tuan ". ucap Meta saat ia hendak keluar dari dalam mobil.


Tapi Roger tidak menjawab ucapan Meta, yang laki-laki itu lakukan adalah keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Meta.


Melihat itu Meta semakin tidak enak.


"Terimakasih Tuan ". Ucap Meta kembali setelah turun dari mobil.


Sedangkan Roger hanya tersenyum tipis tanpa menjawab ucapan terimakasih dari Meta. meskipun wanita itu sudah dua kali mengucapkan kalimat ajaib itu.


Tanpa menunggu Roger , Meta segera melangkah kan kakinya menuju rumah kerjanya.


saat ia masuk kedalam lift , tiba-tiba Roger juga ikut masuk kedalam lift tersebut.


Sesekali Meta melirik dengan ekor matanya pria tampan yang daa di sampingnya dengan stelan kerja berwarna hitam.


Merasa diperhatikan,Roger juga ikut menoleh kesamping kirinya dimana Meta berdiri disana.

__ADS_1


"Ada apa kau memandangi ku seperti itu ?". Tanya Roger datar.


deg


" Ma'af tuan saya hanya ". ucapan Meta terhenti karena ia tidak tahu apa yang akan ia katakan.karena jelas-jelas Roger mendapatinya tengah melirik ke asisten pribadi bos nya itu.


"Sudahlah ".ujar Roger bersamaan dengan suara lift yang telah sampai di lantai yang dituju.


Roger berjalan Terlebih dahulu,sedangkan Meta berjalan di belakang Roger. hingga pada akhirnya Roger masuk kedalam ruangan kerja


Elden. Begitupun dengan Meta yang langsung duduk dikursi kerjanya.


Saat sedang asyik berkutik dengan laptop, Meta melihat Elden berjalan sendiri memasuki ruang kerjanya.Setelah menyapa dan menundukkan kepala saat Elden melewati meja kerjanya,ia kembali dengan aktivitasnya.


"Berkas dari perusahaan angguna mana?" tanya Elden pada Roger setelah ia sudah berada dalam rumah kerjanya.


"Akan saya suruh Meta Membawanya kesini tuan ". ujar Roger kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu.


" Siapkan semua berkas perusahaan yang ingin menanam saham di perusahaan kita ". ucap Roger setelah berada di Meja Kerja Meta.


"Baik Tuan ". Meta segera mengambil beberapa berkas yang dimaksud oleh Roger.kemudian membawanya masuk kedalam ruangan kerja Elden.


Nampak Elden dengan serius mengamati setiap berkas yang ada ditangannya.


"Apa hari ini ada meeting ?. tanya Elden pada Roger.


"Ada tuan, kita ada meeting dengan perusahaan GEO group ".ujar Roger.


" kalau begitu kau dan Meta saja yang pergi". Ucap Elden menoleh ke arah Roger dan Meta bergantian.


Roger dan Meta menyetujui perintah Elden untuk menghadiri rapat berdua.keduanya pergi meninggalkan Elden dengan perasaan senang karena perlahan tujuannya menjodohkan asisten pribadinya dengan sekretaris pribadinya sepertinya akan berhasil.


Sementara itu Roger dan Meta sudah berjalan keluar gedung untuk menuju mobil yang terparkir di area parkir khusus direktur.


Roger membukakan pintu untuk meta. setelah Meta masuk, Roger pun berjalan dan masuk kedalam mobil bagian kemudi.


Dalam perjalanan Meta hanya memandang keluar jendela tanpa ada Nita untuk mengajak Roger berbicara.sedangkan Roger sesekali mencuri pandang ke arah Meta.


"Cantik ". Gumam Roger dalam hati saat melihat wajah Meta meskipun dari samping.


Merasa di perhatikan,Meta ikut menoleh ke kanan dimana Roger berada di sampingnya.sesaat pandangan mereka bertemu.

__ADS_1


"Ini tidak mungkin". bathin Roger saat masih bertatapan dengan Meta.hingga pada akhirnya suara klakson kendaraan lain menyadarkan mereka dari tatap-tatapan yang entah sudah berapa la sehingga kamu kendaraan yang awalnya sedang berubah menjadi lambat.


Meta segera mengalihkan pandangannya saat sadar suara klakson mobil yang ada di belakang mobil yang ia naiki.


"Ma'af ". tiba-tiba Roger memecah keheningan di antara mereka.


Mendengar kata ma'af dari Roger membuat Meta kembali menoleh ke arah Roger untuk menanyakan alasan permintaan ma'af pria tersebut.


" Untuk apa ?" tanya Meta penasaran.


"Lupakan ". Roger kembali fokus ke jalan raya tanpa menghiraukan Meta yang bertambah bingung dengan sikapnya.


" Aneh ". Gumam Meta yang masih bisa didengar jelas oleh Roger.


Setelah tiga puluh menit berada di dalam mobil,akhirnya mereka sampai ditempat yang sudah ditentukan untuk rapat dengan orang kepercayaan dari GEO group.


"Silahkan Tuan Dan Nona". ucap seseorang yang sudah menyambut kedatangan mereka.


"Terimakasih", ucap Meta dengan senyum mengambang di bibirnya.


Saat ini mereka tengah berbicara tentang kerjasama perusahaan dalam menanam modal. SJY Group akhirnya menerima tawaran kerjasama dari GEO group karena merasa sudah cocok dengan segala konsepnya.


Setelah Rapat selesai,semua orang meninggalkan tempat tersebut.tak terkecuali Roger dan Meta yang juga sudah berjalan menuju area parkir.


Saat Roger hendak membukakan pintu untuk Meta , Tangan Meta jauh lebih cepat.sehingga Meta lebih dulu masuk kedalam mobil tanpa harus bantuak dari Roger. sedangkan Roger berjalan menuju kursi kemudinya.


"Kita langsung ke kantor ?" tanya Meta saat Roger sudah menyalakan mesin mobil.


"Apa kau ingin aku mengantarmu ke suatu tempat ?". tanya Roger tanpa melajukan kendaraannya.


"Aku rindu anak ku , apa boleh mampir sebentar ke rumah tuan Elden?". tanya Meta ragu karena merasa tidak enak hati.


"Baik lah ". Roger segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Elden.


Meta tersenyum mendengar jawaban Roger karena sudah mau mengantarnya untuk melihat putrinya yang ia rindukan sejak beberapa jam tadi.


"Apa anak mu tidak pernah bertanya kemana Daddy nya ?". Tanya Roger tiba-tiba.


" Ada ,tapi... " Meta tidak melanjutkan ucapannya.


" Ma'af " . Ujar Roger merasa bersalah karena sudah mengingatkan Meta pada Billy yang sudah tujuh bulan meninggal.

__ADS_1


__ADS_2