
Untuk menghilangkan rasa sakit yang sering datang tiba-tiba, Renita melakukan apa yang diajarkan oleh beberapa temannya yaitu dengan tidur di bawah ranjang. Begitu juga dengan malam ini, yang kebetulan juga bertepatan dengan malam tanggal dan weton kelahiran perempuan itu. Dimana kata orang-orang yang paham hitungan kejawen, merupakan saat terlemah seseorang, sehingga pada saat ini sering dimanfaatkan untuk mengirim sihir ke orang tersebut. Apalagi dengan semakin majunya teknologi internet, kita bisa mengetahui hari dan weton seseorang hanya dengan memasukkan data tanggal dan bulan serta tahun kelahiran ke aplikasi Google. Hal ini mempermudah kita untuk mengetahui hari dan weton kelahiran seseorang.
"Jadi tidur di bawah mah.., sorry ayah ga bisa menemani ya. Badan ayah rasanya tidak enak, mungkin masuk angin." melihat Renita yang sudah menggelar single bed di bawah ranjang, Andri bertanya pada istrinya.
"Iya yah.. kata teman mamah untuk menghindari masuknya sihir diminta tidur di bawah. Ikhtiar saja yah, bukan apa-apa. Karena kita juga tidak tahu, bagaimana menangkal dan menolaknya." dengan perasaan pasrah, Renita menjawab perkataan suaminya.
"Hmm.. lakukan saja mah. Di setiap sujud terakhir ayah juga selalu mendoakan, agar apa yang dirasakan mama segera dihilangkan oleh Allah. Jika memang benar ada orang yang usil, yang dilatar belakangi oleh rasa iri dan dengki, semoga segera diberikan hidayah, untuk tidak menyakiti orang lain lagi." sahut Andri akhirnya. Suami Renita memang sangat diacungi jempol, bagaimana menyikapi semua kejadian yang menimpa istrinya.
"Aamiin.. mamah tidur dulu ya yah. Pegal semua badan, sakit rasanya." merasa lelah, Renita ijin untuk tidur duluan.
Andri yang sedang melihat you tube lewat ponselnya diam tidak menjawab, tetapi menganggukkan kepalanya. Renita segera membaringkan tubuh, dan menyelimuti tubuhnya dengan menggunakan selimut.
********
Pukul 03.00 pagi
__ADS_1
Renita yang sedang tertidur tiba-tiba merasa tersentak, karena perempuan itu merasa sedang berada di atas genangan air yang banyak. Begitu Renita membuka mata, perempuan itu merasa ada air yang mengalir deras dari **** *************, dan Renita tambah kaget.
"Apa ini.. apakah aku mengalami mens, tetapi kenapa darahnya mengalir seperti air terjun, ga ada batas sama sekali." Renita keheranan melihat apa yang terjadi pada dirinya. Tidak ada tanda apapun sebelumnya, karena menstruasinya normal-normal saja. Selain itu, perut juga tidak merasakan apapun, padahal biasanya jika mau menstruasi, entah perutnya kembung, pegal di punggung, perasaan begah selalu dirasakannya.
"Ayah.. ayah.. bangun, bantu mamah ya.." merasa panik, merasakan aliran air deras seperti mau ambrol dari **** *************, Renita membangunkan suaminya,
Karena merasa waspada dan tanggap, dengan kejadian aneh yang sering dialami dan dirasakan istrinya akhir-akhir ini, Andri segera terbangun. Laki-laki itu meraih tangan istrinya yang terangkat ke atas, meminta bantuan kepadanya untuk membantunya mengangkat tubuh ke atas. Tetapi, begitu Renita sudah berhasil berdiri, pasangan suami istri itu kaget, bahkan Renita menjerit keras, melihat aliran darah yang sudah mengalir sampai ke lutut Renita.
"Ayah.. kenapa ini yah, padahal bukan saatnya mamah harus menstruasi. Jadwal mamah masih lama yah.." Renita bertambah panik.
"Mamah ke kamar mandi saja, dibersihkan dan segera pakai pembalut rangkap mah.. Biar darah di atas bed ini, ayah yang membersihkan." meskipun Renita terlihat panik dan khawatir dengan air mata menggenang, tetapi untungnya Andri masih bisa bersikap tenang, untuk memberikan perlindungan pada istrinya. Renita betul-betul beruntung mendapatkan suami seperti itu.
Renita segera keluar dari dalam kamar, kemudian menuruni tangga untuk menuju ke lantai bawah dengan berpegangan pada dinding di sampingnya. Perempuan itu segera masuk ke dalam kamar mandi, kemudian membersihkan diri. Karena hanya memiliki pembalut wanita ukuran 25 cm, Renita langsung menggunakannya secara rangkap.
"Minumlah dulu teh manis panas ini mah, tadi ayah barusan buatkan agar mamah tidak lemas.." Renita merasa terharu dengan pelayanan suaminya. Ketika gadis itu sedang membersihkan diri di dalam kamar mandi, ternyata Andri langsung menjerang air untuk menyiapkan teh manis panas untuk istrinya.
__ADS_1
Tanpa menjawab, Renita segera mengambil gelas bergagang besar itu, dan meminum beberapa teguk teh manis panas tersebut. Tetapi lagi-lagi Renita kaget, karena kembali perempuan itu merasakan aliran air deras menyembur keluar dari **** *************, dan celana yang baru saja dipasangnya sudah kembali basah berlumuran darah. Dengan dituntun suaminya, Renita kembali ke kamar mandi. Melihat banyaknya gumpalan darah yang keluar, berwarna hitam sebesar jempol-jempol, membuat Renita dan Andri kembali merasa heran.
"Mungkinkan mamah keguguran mah.., tapi baru minggu lalu mamah selesai menstruasi. Apa yang saat ini mamah rasakan." melihat apa yang dialami istrinya seperti orang keguguran, Andri sontak bertanya,
"Mama ga merasakan apa-apa yah, perut juga fine-fine saja, ga ada rasa mulas, nyeri. Mamah juga segar, tidak merasa lemas. Ayah antar mamah saja ke RSKB Rachmi yah, untuk memastikan apa yang mamah alami ini. Meskipun secara fisik tidak menganggu, tapi jujur yah, mamah merasa risi." karena baru saja ganti pembalut, tidak sampai lima menit harus sudah ganti lagi, Renita merasa tidak nyaman.
"Sekarang saja mah, jangan ditunda. Habis sholat shubuh ayah langsung cek, cari antrian. Sambil ayah kasih tahu anak-anak sesudah mereka bangun. Sekarang.. mamah tidur lagi saja di atas kursi panjang, biar tidak kecapaian jika harus ke kamar mandi untuk ganti pembalut lagi. Ayah tak ke masjid dulu, untuk jamaah Shubuh. Sekalian pulangnya, mau mampir beli lauk untuk sarapan anak-anak." Andri mengambil kain sarung Bali, kemudian menyelimutkan di kaki istrinya.
Renita hanya menganggukkan kepala, merasa bingung apa yang harus dilakukannya. Perempuan itu mengingat-ingat, mencari tahu apa penyebab dari kasus pendarahan yang dialaminya ini. Tetapi sampai capai berpikir, perempuan ini juga tidak bisa menemukan penyebabnya.
"Ya Allah.. apa lagi yang harus hamba hadapi Ya Allah. Namun jika rasa sakit ini, bisa menjadi penggugur dosa-dosa hamba, Inshaa Allah hamba ridho. Namun jika tidak, angkat penyakit hamba ya Allah.., hamba masih minta waktu untuk bisa merawat anak-anak hamba. Aamiin." dalam kondisi seperti ini, Renita memang hanya bisa berdoa, dan memohon pertolongan kepada Allah.
Setelah mengucap doa, dan mengusap wajahnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya, hati Renita kembali menjadi tenang. Namun perempuan itu tidak bisa mencegah, jika hatinya terus bertanya-tanya, mencari tahu apa yang menyebabkannya menderita seperti itu.
*********
__ADS_1