
Beberapa waktu kemudian, akhirnya Renita bisa menikmati rasa sakit yang selalu datang menderanya. Ritual sehari-hari yang dilakukannya adalah mengawali hari dengan mandi di waktu sepertiga malam, dilanjutkan sholat tahajud, dan sholat witir. Begitu Adan shubuh berkumandang, perempuan itu segera mengerjakan sholat fajar, sholat shubuh kemudian melakukan dzikir pagi sampai kurang lebih 45 menitan. Hal itu selalu dilakukannya, dan ketika menjelang pukul sembilan pagi, Renita akan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat, dan dilakukannya sebanyak tiga kali. Pada saat menjelang Ashar, perempuan itu akan melakukan dzikir sore, dan setelah sholat Mahgrib akan membaca sebagian surat Al Baqarah beserta artinya.
"Mbak Ren.. kata mas Donny.. mbak Ren itu harus banyak melakukan grounding.." tiba-tiba keponakannya yang bernama Zukky memberi informasi pada Renita. Saat ini kebetulan Renita sedang berkunjung ke tempat kakaknya, yang tidak jauh dair rumah tempatnya tinggal.,
"Iya Ki.. mbak Ren memang jarang jalan-jalan sih, biasa malas. Apalagi kata ustadz Muhammad Faizar, sekitar jam sepuluh pagi sekitar setengah jam, pas waktunya sholat dhuha merupakan saat yang tepat untuk menyerap energi dari matahari. Tapi tahu sendiri kan, pas jam segitu mbak Ren bekerja.. ya tidak elit dong, masak pas jam kerja mbak Ren harus berjemur di halaman kantor.." Renita menanggapi perkataan dari keponakannya.
Tiba-tiba dari arah dalam, terlihat suami Zukky yang bernama Donny datang dan tersenyum. Tidak biasanya, Donny kali ini duduk di hadapan Renita, dan Andri seperti bisa membaca firasat, duduk disamping anak muda itu.
"Bagaimana tante kabarnya.." dengan ramah, Donny menyapa Renita.
"Alhamdulillah, tante mah selalu sehat mas.. " dengam ramah pula, Renita menanggapi sapaan dari
laki-laki itu.
Beberapa saat. Donny memandang Renita dan seperti menerawang, dan ketika Donny menatapnya, renita merasakan ada rasa nyeri pada berbagai bagian tubuhnya. Namun perempuan itu hanya menahan dan membaca surat-surat pendek dalam hati.
"Kenapa tante..?" tiba-tiba Donny bertanya pada Renita.
"Biasa mas.. sejak tadi beberapa bagian tubuh tante mengalami nyeri, tapi ga pa pa tante masih bisa menahannya kok." dengan santai Renita menanggapi perkataan Donny.
__ADS_1
"He.. he.. sama tante, makanya sejak tadi tangan kiri saya gerakkan terus karena juga sejak tadi begitu saya duduk disini, tubuh saya juga merasakan nyeri. Berarti jin kita saling ter connect tante.." Donny malah menanggapi perkataan Renita dengan santai.
"Jika Donny boleh kasih saran tante.., untuk saat ini sepertinya tante belum akan sembuh. Hanya diri kita sendiri tante yang bisa mengendalikannya, demikian juga dengan Donny." tiba-tiba Donny membuka pembicaraan.
Begitu Donny berbicara, pinggang Renita sudah bergerak-gerak, seperti bereaksi atas perkataan dari anak muda itu. Kedua tangan perempuan itu mencengkeram pegangan tangan pada sisi kursi yang didudukinya..
"Ayah siap-siap ya.., pinggang mamah sudah mulai bereaksi.." Renita memberi peringatan pada suaminya.
"Lakukan grounding tante.. Donny lihat tante kurang atau malah tidak pernah melakukan grounding. Latih kedua telapak kaki tante untuk menekan lantai tanpa alasan, dimanapun tante itu terus dilakukan. Tante akan bisa menyerap energi positif, abaikan saja atau biarkan jin dalam tubuh tante mengambil energi positif tante. Tetapi alam menyediakan banyak untuk kita tante.., kita bisa memproduksi sendiri energi positif. Dengan melakukan grounding, berjemur.. merasakan resapan angin sepoi, itu akan membantu kita untuk menyerap semua energi positif yang diberikan oleh alam." Donny terus berbicara.
"Hrrrmm.... hoarrr..." tiba-tiba ketika Renita melaksanakan anjuran Donny, dengan menapakkan kedua telapak kakinya ke lantai, tubuh perempuan itu bereaksi. Seperti ada kemarahan dari dalam tubuh perempuan itu...
"Aaawww... jangan ganggu aku.. sakit... diammmmm...." Renita tiba-tiba berteriak. Semua yang semula ikut duduk di ruang tamu, pada keluar menyingkir ke emperan rumah.
Andri segera berdiri, dan laki-laki itu kemudian mengambil air wudhu kemudian kembali masuk ke dalam rumah. Melihat suaminya yang sudah berwudhu, tiba-tiba Renita berdiri dan akan berjalan keluar. Namun untungnya Andri bisa membaca gelagat istrinya, laki-laki itu langsung memegang tangan Renita kemudian mendudukkan kembali Renita di tempat duduknya semula.
"istighfar mam... istigfar.." Andri memandu istrinya untuk membaca kalimat istigfar.
"Lawan tante.. tante itu lebih kuat. Meskipun ditakdirkan tubuh tante, Zukky, maupun ibu dingin, yang disukai oleh para jin. tapi kita harus bisa membuat mereka menjadi tidak nyaman dalam tubuh kita. Tapakkan kaki tante terus untuk menginjak tanah.. terus lakukan tante..." Donny terus membuat panduan.
__ADS_1
"Letakkan tangan Om di tengkuk tante om... ada yang masuk ke tubuh tante. Tapi jin di dalam tubuh tante menolaknya. Bantu tante om.." Donny juga mengarahkan tangannya ke punggung istrinya, seakan mendorong sesuatu untuk keluar.
Tiba-tiba Renita merasakan ada sesuatu yang akan dimuntahkannya, perempuan itu berlari keluar rumah. Donny dan Andri mengikuti perempuan itu dari belakang.
"Muntahkan tante.. keluarkan.." Donny memandu perempuan itu.
Tetapi berkali-kali, Renita mencoba mengeluarkan sesuatu yang seperti mengganjal di tengkuknya, tetapi tidak bisa berhasil. Tiba-tiba Andri mengusap tengkuk istrinya, kemudian meniatkan diri untuk menarik dan memindahkan gangguan itu ke tubuhnya. Seketika Renita tersadar, dan Andri memuntahkan isi perutnya.
Beberapa saat kemudian.., kembali Renita dan Andri duduk di ruang tamu.
"Om Andri hebat bisa membantu tante.. sebenarnya akan membantu tante untuk mengeluarkan jinnya Om. Hanya saja, dalam waktu dekat-dekat ini, sepertinya Om dan tante masih harus bersabar. Mungkin Om dan tante bisa pulang ke Banjarmasin, dan meluangkan waktu untuk berkunjung ke pondok pesantren Guru Abah Kul. Nanti Om bisa minta untuk bertemu dengan imam masjid, dan bertanya bagaimana membersihkan dan menutup aura tante. Hanya menutup tante, dan jika ditawarkan diberikan pelindung, jangan mau tante. Karena kalau tante sampai mau, sebenarnya tante sudah ada perjanjian dengan jin.." Donny kembali memberikan arahan.
"Karena dengan melewati laut, jin memang akan lebih mudah untuk dikeluarkan. Hanya tante yang bisa saya sarankan, saya saja belum bisa bersikap ikhlas seperti tante. Mungkin karena masih muda tante.. jika ketemu dengan orang yang mengirimkan santet kepada saya, lebih baik saya menghindar, karena sering ingin memukul wajahnya. Lha.. ini, saya malah diminta membantu menyelesaikan project nya sama atasan. Ya jelas saya ,marah-marah dan menolaknya." tanpa sadar Donny malah curcol.
"He.. he.. jika tante sudah tidak bisa membedakan Donny.. Apakah ikhlas, mati rasa, karena setiap ketemu orang yang terindikasi mengirimkan santet pada tante, tetap tante sapa, tante cium tangannya.." Renita menanggapi.
"Hmm... mungkin karena masih muda tante. Itu saja tante.. yang bisa Donny sarankan untuk perlindungan diri. lakukan grounding, berjemur, menikmati pemandangan. Inshaa Allah nanti tante akan bisa mengendalikan diri." lanjut Donny.
Renita dan Andri tersenyum, keduanya sudah bertekad menerima dan berdamai dengan kondisi yang ada di dalam tubuhnya. Sinyal rasa sakit, rasa nyeri akan digunakan sebagai pengingat dosa-dosa mereka, yang pada saatnya mereka yakin akan mendapatkan kesembuhan 100 %.
__ADS_1
***********