
Renita sedang membuka laptop di mejanya yang ada di ruang dosen program studi Manajemen. Tidak mesti dalam satu minggu, perempuan itu duduk di atas kursinya. Untuk menghindarkan diri dari omongan orang banyak, sesekali Renita tampak bergabung dengan teman-temannya yang lain. Sebenarnya bukan karena alasan pemalas, Renita sering tidak ada di ruangannya itu, namun perempuan itu sering berkumpul dengan teman-teman di salah satu ruang milik PPTIK yang ada di gedung FST. Biasanya, begitu Renita datang ke ruang Noncy, beberapa teman dari prodi yang lain, akan datang menyusul dan bergabung dengannya.
"Aduh..." tiba-tiba Renita merasakan rasa sakit di lengan kanan bagian atas. Setelah mengucapkan kata aduh, perempuan itu membaca beberapa ayat Al Qur'an.
" Bismillahirrohmanirr rohim 3 kali. Audzubillahi wa qudrotihi, min syari ma ajidu wa uhadzir tiga kali.." setelah mengucapkan masing-masing tiga ayat itu, Renita meniup tempat yang dirasakannya sakit.
Rasa nyeri itu perlahan menghilang, dan Renita kembali fokus dengan apa yang dikerjakannya. Beberapa saat, perempuan itu melanjutkan pekerjaannya, tiba-tiba pintu terbuka, dan terlihat mas Shuman, salah satu dosen muda tampak baru saja datang.
"Selamat pagi bu Renita.., sudah sejak tadikah datangnya..?" dengan senyum khas di bibirnya, laki-laki muda itu menyapa Renita.
"Pagi mas Shuman.. iya dari pagi pak. Biasa.. ada jadwal ngajar jam tujuh, tadi keluar kelas jam sembilan. Mas Shuman ga ngajar hari ini..?" Renita menjawab pertanyaan itu, dan bertanya balik pada laki-laki itu.
"Tidak bu.., kebetulan hari ini ada jadwal kuliah online dari UGM, jam satu siang. Pas juga, hari ini jadwal saya presentasi tugas kuliah.." Shuman menceritakan tentang kuliah S3 nya di UGM. Memang laki-laki muda ini, memiliki kedekatan emosional dengan Renita, dibandingkan dengan dosen-dosen lainnya, Jika dosen yang lain, mereka cenderung melakukan bully-an pada laki-laki itu, tetapi dengan Renita merasa menemukan seorang kakak perempuan, atau bahkan figur seorang ibu jika berbicara dengan Renita.
"Semangat pak.. disiapkan dengan betul materi presentasinya. Pede.." dari kursinya, Renita menyemangati laki-laki muda itu.
"Baik bu.. Inshaa Allah." Shuman kemudian bergegas menuju ke kursinya.
Renita kembali terpekur melihat file yang dibukanya sejak tadi. Sesekali untuk mendapatkan pencerahan tentang artikel yang dipelajarinya, Renita melakukan browsing membuka file dengan memasukkan kata kunci ke dalamnya. Tampak google translate juga terlihat terbuka di tab pencarian, untuk menterjemahkan beberapa istilah bahasa Inggris yang kurang dipahaminya,
"Tok.., tok.., tok.." tiba-tiba pintu ruangan diketuk dari luar.
__ADS_1
"Ya.., masuk.." sahut Renita tanpa melihat siapa yang datang.
Terdengar langkah kaki berjalan masuk ke dalam ruang dosen, dan berhenti di depan meja Renita. Merasa tidak memiliki janji dengan mahasiswa, Renita mengabaikannya.
"Permisi bu Renita.., apakah hari ini saya bisa bimbingan skripsi dengan ibu?" mendengar namanya disebut, Renita mengangkat wajahnya ke atas, dan terlihat mahasiswa perempuan sedang bertanya dengannya.
"Kamu siapa.., apakah saya dosen pembimbingmu.." Renita balik bertanya. Sebenarnya Renita merasa jika staminanya hari ini sedang kurang fit, tetapi melihat mahasiswa itu sudah menyempatkan datang, perempuan itu tidak enak untuk menolaknya.
"Iya ibu.., nama saya Muna.. baru dua hari yang lalu saya mendapatkan pengumuman jika bu Renita merupakan dosen pembimbing skripsi saya." karena tidak begitu akrab, mahasiswa bernama Muna itu sedikit gugup melihat respon Renita.
"Duduklah dulu.. pinjam kursi depan meja kerja bu Hartini.." mahasiswa bernama Muna itu kemudian mengangkat kursi, dan membawanya ke depan Renita. Setelah mahasiswa itu duduk, Renita kembali menatap gadis itu.,
"Baik bu.., minat saya tentang Sumber daya manusia bu, dan saya ingin meneliti tentang Pengaruh Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, dan Kepuasan kerja terhadap turnover Intention.." Muna menjawab pertanyaan.
Mendengar perkataan Muna, Renita tersenyum dan menatap ke mata mahasiswa tersebut, dan Muna menjadi salah tingkah.
"Mbak Muna... siapapun mahasiswa yang datang menemui saya, dan mengusulkan sebuah judul, saya hanya akan tertawa. Saya mau bertanya terlebih dahulu.., yang kamu mau teliti itu apa sebenarnya, jangan bicara tentang antecedent, tapi variabel Y yang akan kamu tuju, yang sering disebut sebagai dependent variable," Renita balik bertanya.
"turnover intention bu.." sahut Muna singkat.
"Okay.. okay, saya setuju. Langkah-langkah yang harus mbak Muna lakukan, sebelum bimbingan sekripsi dengan saya. Pertama, download aplikasi Mendeley, dan nanti setiap sitasi harus menggunakan aplikasi itu, sehingga mbak Muna tidak bakalan menipu saya dan akan terhindar dari plagiarism. Kedua masuk ke Google Cendekia.. masukkan kata kunci, Turnover Intention.., download beberapa artikel. Nanti kamu petakan, variabel antecedent yang mempengaruhi turnover intention, yang paling sedikit digunakan." Renita menyampaikan arahan.
__ADS_1
"Baik bu.., terus apa lagi.." Muna menanggapi.
"Kamu bawa laptop tidak sekarang, jika bawa.., buka laptop dan masuk ke internet, cari Google Cendekia." kembali Renita menyampaikan arahan.
Muna melakukan apa yang dikatakan oleh dosen pembimbingnya itu. Renita memang menjadi banyak pilihan bagi mahasiswa, karena dosen tersebut tidak hanya meminta. Namun jika mahasiswa mengalami kesulitan., Renita tidak segan-segan untuk membantu dan mengajarkan langsung pada mahasiswa. Sehingga ketika Ketua program studi mengedarkan form pemilihan dosen pembimbing, lebih dari 75% mahasiswa akan memilih Renita sebagai calon dosen pembimbing, Namun, Ketua program studi biasanya akan membuat rasionalisasi.
"Saya sudah masuk ke Google Cendekia bu, apa yang harus saya lakukan.." Muna yang sudah menuruti apa yang disarankan oleh dosennya itu, bertanya langkah selanjutnya.
"Masukkan key word turnover intention, cari artikel dengan terbitan tahun 2017 ke atas. Download dan pelajari semuanya, kamu akan dapat membuat meta analysis, kira-kira variabel yang paling banyak berpengaruh apa, dan yang paling sedikit berpengaruh itu variabel apa." sambil memijat alis, Renita menjawab pertanyaan Muna,
Renita merasa ada yang janggal pada dirinya, tetapi perempuan itu mencoba bertahan, dengan membaca Al Fatehah dan tiga surat pendek Qul. Tiba-tiba saja, mata sebelah kanan terasa gatal dan nyeri, karena saking seringnya gangguan itu timbul, Renita bisa merasakan itu gangguan dari makhluk astral atau memang rasa sakit karena medis.
"Aku harus menetes mataku dengan Ruqyah Sidr, jika tidak aku akan merasa sakit dan tidak bisa melihat dengan jelas.." Renita berpikir sendiri.
Beberapa saat dalam kebimbangan, Renita mengeluarkan obat tetes mata Ruqyah Sidr yang terbuat dari madu Yaman, dan obat itu dibelinya dari ustadz Muhammad faizar. Obat-obatan herbal produk MFO memiliki kelebihan, sudah dilakukan rukiyah, jadi membantu Renita dalam pengobatan penyakit metafisiknya,
"Mbak Muna.., saya pesan ya. Jika sebentar lagi saya reaksi, mbak Muna jangan panik ya, cukup kirimkan Al fatehah untuk saya." tidak tahu kenapa, sebelum meneteskan air mata, Renita berpesan pada mahasiswa yang duduk di depannya itu.
Muna menatap bingung mendengar perkataan dari dosen pembimbingnya itu. tetapi tidak ada yang bisa dilakukannya saat ini, kecuali hanya menganggukkan kepalanya,
*********
__ADS_1