
Sudah satu jam lebih Andri dan kedua putranya melihat kondisi Renita yang tampak berjuang untuk mempertahankan diri. Pikiran buruk tentang keadaan istri dan mama mereka, semakin berkeliaran. Pesan via whattsapps terus berdering di ponsel Andri, karena laki-laki itu memang meminta doa dari orang-orang yang menurutnya lebih alim, Ayat-ayat doa terus berkumandang di kamar itu, betul-betul menakutkan dan mencekam.
"Ayah.. kakak.. adik.. bantu mamah... Astaghfirullahaladzim, La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin." kembali terdengar suara Renita berusaha memanggil anggota keluarganya.
Suasana sudah semakin malam, di dalam sebuah kamar di daerah Grabag, Magelang, Cahyono tampak terpekur dalam doa, dan melakukan rogoh sukmo. Tanpa diketahui Andri dan Renita, Cahyono datang ke Kasihan, dalam bentuk sukma dan membantu Renita membebaskan diri dari gangguan jin jahat.
"Pergi.. jangan ganggu perempuan ini, atau aku akan menghancurkanmu.." Cahyono bersuara keras pada jin yang merasuk ke tubuh Renita.
"Tidak semudah itu pak, memang urusannya apa denganmu, Jangan ikut campur, aku sudah dimasukkan dalam tubuh ibu ini, dengan tujuan untuk menghabisinya, untuk membunuhnya.. Jika tidak, aku akan dihajar pak, akan dihajar oleh dukun yang dibayar seseorang." jin itu berteriak keras, menolak untuk keluar dari tubuh Renita.
"Tinggal kamu pilih, kamu aku hajar atau dihajar oleh orang yang menyuruhmu,. Ibu ini tidak salah, dia hanya korban dari keserakahan orang yang menyuruhmu, keluar.. Siapa yang menyuruhmu.." masih dengan nada tinggi, Cahyono berkomunikasi dengan jin itu.
"Apakah kamu yakin pak, kamu punya kekuatan untuk mengeluarkanku. Tubuhku sudah diikat pak, aku tidak tahu jalan untuk keluar. Aku disuruh Tommitius Sahari, katanya ibu ini berbahaya, makanya harus mati. Ibu ini benar-benar berbahaya pak, memegang banyak rahasia kampus, maka harus mati.. " suara jin itu sudah terdengar melemah, tetapi masih tidak mau keluar dari dalam raga Renita.
"Bahaya gundulmu itu, yang bahaya itu orang jahat yang memperalatmu. Bu renita ini orang baik, ramah, suka menolong. Orang-orang jahat, licik yang mengerjakanmu itu yang seharusnya hancur, musnah,.." Cahyono kembali bersuara keras.
"Jangan pak..., tapi benar aku ga bisa keluar. Dan dirimu juga tidak punya kemampuan untuk mengeluarkanku dari raga ibunya ini.. Aku sebenarnya juga tidak mau pak, tubuhku rasanya sakit, panas, seperti dicabik-cabik di dalam tubuh ini. Tapi aku sendiri juga tidak berdaya pak, aku tidak bisa keluar, karena aku sudah dikunci.." jin itu menjerit, membuat jeritan yang memilukan, tetapi tetap memutuskan untuk bertahan di dalam tubuh itu.
__ADS_1
Cahyono membaca ayat-ayat untuk mengeluarkan jin itu, tetapi sampai energi laki-laki muda itu hampir habis, jin itu tetap tidak mau keluar. Muncul sebuah nama dalam pikiran Cahyono saat itu, dan akan merekomendasikan nama itu pada Renita keesokan harinya.
"Baiklah.. jika kamu tetap ngeyel, bertahan tidak mau keluar, dan tidak mau aku sakiti, maka kamu harus menurut kepadaku,. Mau tidak..?" Cahyono membuat sebuah penawaran.
"Mau pak.. hentikan, jangan ucapkan lagi mantra-mantramu itu. Aku janji akan menurut pak.." akhirnya karena juga merasa kesakitan, akhirnya jin itu mau menuruti apa yang dikatakan Cahyono.
"Baik.. kamu tidur saja di dalam tubuh ibunya ini, jangan bangun. Atau kalau aku tahu, kamu masih bingung dan menyakiti bu Renita, maka aku akan menghajarmu, aku akan membawaku ke guruku.." Cahyono masih terus mengeluarkan kata-kata ancaman. Akhirnya setelah terjadi kesepakatan, jin itu tertidur, dan Cahyono kembali beristirahat.
Di rumah Kasihan, Andri dan kedua putranya merasa lega melihat Renita sudah tertidur lelap. Wajah perempuan itu terlihat tenang, meskipun sembab tempat air mata menetes sejak tadi belum hilang. Melihat jam sudah di angka sebelas tiga puluh menit, Andri meminta kedua putranya untuk kembali ke dalam kamar beristirahat. Kedua anak itu segera menuruti perkataan ayahnya.
Andri menyelimuti tubuh istrinya dengan menggunakan selimut, tampak kelelahan di tubuh Andri. Akhirnya laki-laki itu membaringkan tubuh di samping istrinya, kemudian memeluk tubuh istrinya dengan erat.
*********
Keesokan Harinya
Tanpa sepengetahuan Renita, ternyata Andri, Noncy dan Cahyono mengatur janji untuk bertemu. Mereka akan membicarakan upaya untuk menangani Renita, karena jika pembicaraan itu melibatkan perempuan itu, maka tidak akan berarti apa-apa, karena jin yang ada di dalam tubuh perempuan itu juga akan mengetahuinya.
__ADS_1
"Pak Andri sebelumnya saya mohon maaf. Bagaimana kalau bu Renita kita bawa ke pak Kiyai Muh Dain di lereng gunung Andong. Bu Renita dulu pernah kesana dengan kakak saya, kalau ga salah mencarikan obat untuk pak Hasan." Cahyono membuka pembicaraan,
"Nanti aku sampaikan pada istriku mas.., pada dasarnya kami tidak masalah mas. Karena kita memang harus ikhtiar, berusaha untuk mencari jalan keluar untuk penyelesaian masalah ini.." Andri memberikan tanggapan.
"Aku setuju pak, karena hampir tiap hari aku bersama nyonyahe, aku tahu betul rasa sakit yang dirasakan. Sepertinya untuk saat ini, bukan lagi hanya menyakiti pak, tapi feeling ku sudah akan mengambil sukma dari bu Renita. Itu yang akan lebih berbahaya, nyonyahe bisa terlihat seperti orang gila.." Noncy juga memberikan tanggapan.
"Iya benar bu.. sebenarnya dari pihak pengirim itu juga sudah merasa kesakitan, dan pengiriman ini terus dilakukan. Karena mereka merasa penasaran, dan dukun yang digunakan untuk menyerang tidak hanya satu. Jujur pak Andri, untung yang dikirim santet ini bu Renita, jika orang lain.. pasti orang itu sudah KO sejak dari dulu." ucap Cahyono lirih.
Andri terdiam, laki-laki itu menerawang kejadian demi kejadian yang selalu menghantui istrinya. Tanpa sadar Andri menghela nafas..
"Tapi kenapa ya mas, kejadian ini semakin santer ketika istriku studi S3, dan sudah tidak menjabat lagi. Harusnya kan, dengan sudah tidak menjabat, keberadaan istriku tidak lagi menjadi sebuah ancaman." ucap Andri tampak geram.
"Itu kalau logika berpikir kita pak... Tapi beda dengan logika berpikir mereka, dipikirnya dengan sudah tidak menjabat, nyonyahe menjadi terpuruk sehingga akan sangat rentan jika mendapatkan kiriman serangan. Jika nyonyahe tidak kuat, dalam artian gila.,., orang akan membangun opini jika Renita gila jabatan. Begitu sudah tidak menjabat, Renita menjadi gila." sahut Noncy menanggapi ucapan Andri.
"Benar bu.. karena menurut penerawanganku sepertinya bu Renita itu memegang banyak rahasia, banyak informasi terkait orang-orang dhalim itu. Karena mereka merasa khawatir dan ketakutan, makanya mereka ingin melenyapkan bu Renita." Cahyono juga berkomentar.
**********
__ADS_1