
Satu minggu sesudah acara pernikahan keponakan Renita di Klaten, akhirnya Andri mengantarkan istrinya untuk menuju ke Sukoharjo. Mas Anton dan mbak Wulan sudah mengatur janji dengan ustadz Abdurahman agar merukiyah Renita. Pada saat mereka berangkat ke Sukoharjo, Renita masih dalam keadaan istihadoh meskipun tidak sederas seperti awal-awal terjadi pendarahan.
"Ayah tahu arah ke lokasi," dalam perjalanan, Renita bertanya pada Andri suaminya.
"Kalau dari ancer-ancernya ayah tahu daerah itu mah, kita juga sering lewat daerah tersebut kalau kita mau ke The Park Mall, satu arah yang sama. Cuman sebelum sampai pas di daerah Baki, kita akan ambil ke kiri. Tapi mas Anton sudah bilang sama ayah, nanti akan menunggu kita di arah masuk menuju ruma istadz." sambil mengemudi, Andri menanggapi perkataan istrinya.
"Syukurlah .., jadi nanti kita tidak perlu muter-muter mencari sendiri." Renita tidak membayangkan bagaimana metode rukiyah yang akan digunakan oleh ustadz yang akan didatanginya. Selama ini, jika Renita mengalami reaksi, biasanya Cahyono hanya mengirim doa dari Magelang, dan akhirnya perempuan itu bisa disembuhkan. Atau pernah ketika pertama kali Renita diobati oleh laki-laki itu, Renita hanya diajak salaman dan jinnya sudah keluar masuk ke tubuh Cahyono.
Ketika mereka sampai di Pakis, daerah Delanggu, Klaten Renita minta untuk mampir di Dunkin Donuts yang ada di pom bensin. Tanpa menjawab, Andri membelokkan mobil menuju ke arah SPBU tersebut. Laki-laki itu menghentikan mobil dan memarkirkan di depan gerai Dunkin DOnuts. Renita bergegas beranjak keluar dari dalam mobil, kemudian masuk ke dalam gerai untuk memesan pesanannya.
"Selamat datang kak, apakah ada yang bisa kami bantu.." seorang pelayan menyambut kedatangan Renita.
"Siapkan donuts satu dozin ya mbak, jadikan dua pack." ucap Renita sambil menunjuk donuts yang akan dibawanya. Tidak menunggu lama, dengan cekatan pelayan mengambilkan pesanan Renita, dan memasukkan dalam doa box,
"Tambahkan minuman tiramisu satu saja ya mbak, yang hot.." sambil mengeluarkan ponsel untuk membayar via aplikasi QRIS, Renita memesan satu gelas minuman.
"Semuanya Rp. 147.000 kak, silakan scan barcode di depan." melihat Renita sudah siap dengan QRIS di tangannya, pelayan menunjuk barcode QRIS. Perempuan itu kemudian melakukan scanning barcode, dan setelah memasukkan PIN transaksi, akhirnya proses pembayaran usai.
"Terima kasih kak, selamat datang kembali," ucapan terima kasih mengakhiri proses transaksi.
Di dekat pintu mobil, terlihat Andri menunggu istrinya. Melihat kedua tangan istrinya membawa dua tas kresek, dan satu gelas minuman, Andri bergegas menghampiri istrinya. Tanpa bicara, Andri mengambil alih barang bawaan di tangan istrinya. Keduanya kembali masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba..
__ADS_1
"Drtt.., drrtt.." ponsel Renita tiba-tiba bergetar.
Renita segera melihat ke arah screen, dan terlihat Cahyono sedang mengirim pesan via aplikasi whattsapps.
"Siapa ma.." sambil menyalakan mesin mobil, Andri bertanya siapa yang mengirim pesan.
"Mas Cahyo yah.. mengirimkan sholawat dan ayat-ayat untuk mamah gunakan dzikiran." sahut Renita sambil membaca pesan tersebut.
"Huh.. sepertinya Cahyono itu punya indra ketiga apa ya, seperti tahu jika mamah akan datang mencari pengobatan." ucap Cahyono dari samping.
"Iya yah.. mas Cahyo tahu kok jika mamah akan rukiyah di tempat ustadz. Karena beberapa waktu lalu, ketika kita ketemu, mamah sempat memberi tahu mas Cahyo, dan dia mengijinkannya katanya malah bagus." Renita memberi tahu suaminya.
"Baguslah kalau begitu.." sahut Andri singkat.
Karena dijemput Anton dan Wulan, Andri bisa sampai di rumah ustadz Abdurahman tanpa tersesat. Ternyata rumah ustadz ada di perumahan yang ada di tengah sawah, dan belum memiliki tetangga. Sawah mengelilingi rumah ustadz, dan tampak segar pemandangan jika sawah itu mendekati panen padi.
"Duduk dulu bulik, Om.. kita tunggu ustadz sebentar. Biasanya ustadz akan mandi dan sholat dulu sebelum merukiyah.." Wulan yang sejak tadi tidak berani memandang Renita, meminta Renita dan Andri untuk menunggu.
"Iya mbak, kita pasti akan menunggu dong. Masak jauh-jauh dari Jogja kesini, tidak sabar menunggu ustadz siap untuk menangani kita. Masih lama perjalanan kami Jogja - Baki yang hampir dua jam perjalanan, karena beberapa ruas jalan tadi mengalami kemacetan." sahut Andri sambil bercanda.
"Betul Om.., lama perjalananya ya dari pada menunggunya." ucap Anton.
__ADS_1
Semua tertawa mendengar gurauan dua laki-laki itu. Tidak lama kemudian terlihat seorang bapak-bapak paruh baya keluar dari dalam rumah, dan mendatangi mereka berempat.
"Assalamu alaikum ustadz.." mas Anton diikuti tiga orang lainnya memberikan sapaan.
"Wa alaikum salam, ayo masuk mbak Wulan, mas Anton.. Temannya sekalian diajak masuk sekalian." ke empat orang itu kemudian mengikuti ustadz masuk ke dalam rumah.
Renita mengamati sekeliling ruangan, tidak ada kursi di dalam ruangan itu. Mereka diajak masuk ke ruang disamping ruang tamu, dan mereka diminta untuk duduk di lantai tanpa alas apapun.
"Duduk ma.." ucap Andri menajak istrinya duduk. Renita mengikuti arahan suaminya, dan duduk di samping Anton. Ustadz Abdurahman duduk mengelilingi mereka berdua.
"Ustadz ini om dan bulik saya dari Jogja, seperti yang kemarin Anton sampaikan pada ustadz. Sepertinya bulik Renita membutuhkan pertolongan dari ustadz segera." Anton akhirnya menyampaikan maksud kedatangan mereka berdua.
"Iya ustadz, kenalkan saya Andri dan ini istri saya Renita. Sudah hampir tiga tahun ustadz, istri saya sering mengalami kejadian aneh, dan berbagai penyakit yang tahu-tahu belum diobati akhirnya sembuh sendiri ustadz. hal itu terus terulang, dan juga sudah tidak kurang-kurangnya kami mencari ikhtiar untuk mencari penyelesaian atas masalah yang dialami istri saya, mohon bantuannya ustadz." dari depan ustadz, Andri menambahkan.
Ustadz Abdurahman tersenyum, kemudian menatap tajam ke arah Renita, kemudian tersenyum melihat Wulan. Perempuan itu sepertinya sudah mulai mengalami reaksi, sepertinya beberapa jin yang ada di tubuh Renita tersedot masuk ke dalam tubuh perempuan itu.
"Baiklah mas Anton, pak Andri. Pengobatan yang akan saya lakukan ini semuanya bersumber dari Al-Qur'an, bagaimana kita bisa mentauhidkan Allah. Beliau adalah yang maha Esa, dan maha segalanya. Metode dengan pengobatan seperti ini, akan ada tiga pihak yang tersakiti, yaitu jin yang ada di dalam tubuh Bu Renita, dukun yang membantu mengirimkan, dan juga orang yang memiliki niat buruk pada ibu." ucap ustad Abdurahman menanggapi perkataan Andri.
":Dan hal ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, hanya sekali kemudian sembuh itu tidak. Semuanya membutuhkan proses pak Andri. Permasalahan ini tidak hanya dialami oleh ibu saja, tetapi banyak kasus di luaran sana, berlaku seperti ini, bahkan lebih mengerikan. Untuk itu, kesabaran dan tawakal yang nantinya akan menjadi kunci penyembuhan." lanjut ustadz.
"Inshaa Allah ustadz, mohon bantuan dan ajarannya. beri tahu kami cara penanganan jika terjadi reaksi pada istri saya." Andri menanggapi.
__ADS_1
********