
Andri akhirnya membawa istrinya kembali pulang menuju ke hotel di daerah Sambisari. Sepanjang perjalanan, Renita tidak henti-hentinya membaca surat An Naas, dan sambil mengemudi Andri juga melakukan hal yang sama. Tidak terasa, karena jalanan yang mereka tempuh mengalami kemacetan, akhirnya Renita tertidur dengan bersandar di sandaran kursi. Andri mendiamkan istrinya, sambil berdoa agar istrinya segera pulih normal kembali.
Satu jam perjalanan, akhirnya mobil yang dikemudikan Andri sampai di depan hotel. Karena halaman parkir berada di bagian bawah, Andri menurunkan istrinya di depan lobby hotel. Setelah istrinya turun, Andri kemudian menjalankan mobil untuk memarkirkan di halaman parkir hotel. Renita segera mengambil kunci kamar di lobby hotel.
"Mas.. mau ambil kunci kamar 201 dan 203 ya.." Renita yang sudah kembali sadar, menanyakan kunci pada petugas jaga,
"Baik bu.." petugas itu kemudian menyerahkan dua buah kunci pada Renita. Setelah mengucapkan terima kasih, Renita kemudian naik ke lantai dua.,
Begitu membuka pintu, Renita langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sekalian mandi, Renita mengambil air wudhu untuk mengerjakan sholat Ashar. Tidak lama kemudian, Andri mengikuti masuk ke dalam kamar.
"Untuk buka puasa nanti, mamah minta dicarikan menu apa. Mumpung masih sore, biar ayah carikan sekarang saja habis sholat Ashar. Atau mamah ingin kita keluar hotel saja, kita makan di luar saja sambil nunggu Zidan pulang dari magang." Andri menanyakan menu makan malam,
"Ayah beli keluar saja ya, soalnya ada dua kelompok mahasiswa magang yang akan melakukan bimbingan malam ini. Nanti mereka datang, kita malah belum datang lagi. Kasihan mereka sudah jauh-jauh, karena rumah mereka ada di Kulon Progo." Renita minta beli makan kemudian dibawa pulang ke rumah saja.
"Ya sudah.. ,nanti ayah carikan. Kita sholat dulu saja, tunggu saja kita sholat jamaah saja.:" Andri kemudian masuk ke kamar mandi, untuk mandi dan melakukan sholat jamaah dengan Renita.
*********
__ADS_1
Setelah sholat Maghrib dan sudah melakukan buka puasa, Renita turun ke lobby untuk menemui mahasiswa yang akan melakukan bimbingan magang, Ada empat mahasiswa dari masing-masing kelompok, dan malam ini ada dua kelompok yang sudah melakukan janji kepadanya, Begitu sudah sampai di lobby, ternyata kelompok magang dari mahasiswa kelas malam sudah duduk di ruang tunggu menunggunya. Renita kemudian duduk di sisi selatan dari mereka duduk. Ke empat mahasiswa berdiri dan menjabat tangan Renita.
"Maaf ya, kalian harus jauh-jauh datang kesini untuk bimbingan. Semoga bimbingan selanjutnya kita bisa bimbingan di kampus, atau di tempat lain yang lebih dekat." Renita meminta ,maaf.
"Tidak apa-apa bu, yang penting malam hari bu bertemunya, karena kalau pas hari kerja, kita ga bisa. Maklum bu, dari kerja kita bisa bayar uang kuliah.." sahut Reza.
"Kalian ini angkatan berapa..?" karena merasa jika beberapa dari mereka adalah mahasiswa angkatan lama, Rneita menanyakan pada mereka.
"Saya Isti bu dari mahasiswa Akuntansi, kebetulan saya pas semester tujuh bu. Kebetulan dulu kenal mas Reza ketika masih aktif sebagai mahasiswa yang aktif pada kegiatan organisasi bu.." mahasiswa yang bernama Isti menjelaskan.
"Kalau saya sebenarnya angkatan 2017 bu.., tapi saya sempat cuti tiga semester bu selama pandemi kemarin. Nha ini.. karena mendekati masa cut off, akhirnya aktif kembali bu. Mohon bimbingannya. Yang dua mahasiswa ini juga sama bu, karena kesibukan kerja harus menunda SDI. Karena hasil diskusi dengan para pembimbing SDI, kami tidak diperkenankan jika magang malam hari bu. Kalau menurut ibu bagaimana..?" Reza yang sudah mengenal Renita sebelumnya diskusi tentang cara mereka magang.
"Lha kalau begini mah enak bu.., dosen-dosen kami di prodi Akuntansi tidak ada yang mengijinkan pola seperti itu bu.. Harus seperti orang kerja beneran." Isti menambahkan,.
Renita tersenyum ketika malah mendengarkan curcol dari mahasiswa secara langsung. Tetapi Renita sudah berpikir, untuk tidak mau terlibat secara jauh untuk mencampuri urusan dosen pembimbing lapangan yang lain.
"Tidak perlu membicarakan dosen yang lain ya, nanti disclaimer. Jadi untuk kegiatan magang pada tataran mahasiswa S1 itu tidak seperti dengan tataran anak SMK. Kalian lebih pada membuat sebuah konsep, sampaikan pada pemilik usaha, bukakan jalan, yang running ya pemilik usahanya. Tugas kalian adalah technical assistancy saja. Misalnya nih, kalian punya konsep digital marketing, ya tugas kalian latih buat logo, buatkan marketplace, packing yang bagus, atau jika perlu ada diversifikasi produk dari varian rasa, atau juga bisa juga dari varian bentuk produknya." Renita menjelaskan.
__ADS_1
Ke empat mahasiswa itu mencatat apa yang diucapkan oleh Renita.
"jadi waktu selama 240 jam itu, tidak harus semua ada di lokasi ya bu?" Isti kembali bertanya.
"Kalian butuh perijinan tidak, misalkan nih kalian akan membantu untuk menguruskan PIRT ke DInas Kesehatan. Ya pada waktu kalian membantu untuk menguruskan, waktu jam kerja yang kalian keluarkan juga dihitung sebagai waktu magang. Atau misalkan menguruskan hal-hal yang lain, membukakan pasar dan lain sebagainya.." Renita menambahkan,
"Owalah bu.. kami pikir itu kami harus berada di lokasi magang selama 240 jam. Kami sampai hitung-hitung waktunya bisa sampai enam bulan beneran bu.." sahut Isti.
"Kalian kan juga ada kegiatan pembekalan magang kan, kenapa kalian tidak menanyakannya pada forum itu, tentang teknis pelaksanaan magang, bagaimana di lapangan, bagaimana implementasinya." lanjut Renita.
Ke empat mahasiswa itu saling berpandangan, karena pada waktu mereka mengikuti pembekalan, tidak ada kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan kejelasan tentang hal tersebut. Apalagi mengingat Wakil Dekan I mereka yang demikian kerasnya, sehingga menghilangkan nyali para mahasiswa untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi.
"Sebenarnya bu.. karena waktu pembekalan dilakukan secara online dengan webinar, dan kami hanya diberikan waktu bertanya itu sedikit. Dan ada mahasiswa lain yang bertanya, tetapi malah diminta membaca sendiri peraturannya." Isti kemudian menanggapi.
"Baik.. baik.. kita tidak perlu membahas teknik pembekalan ya. Kalau untuk mahasiswa bimbingan saya, tak bebaskan, saya tutup mata bagaimana kalian nanti akan mensiasati jam kerja ya. Yang penting, segera tulis proposal kemudian kirimkan ke email atau whattsapps, nanti saya tindak lanjuti." tidak mau pembicaraan semakin melebar, akhirnya Renita memotong pembicaraan mereka.
"Baik bu.. segera kami kerjakan." sahut Isti mewakili teman-teman lainnya.
__ADS_1
Karena malam semakin beranjak, akhirnya Renita mengakhiri waktu bimbingan. karena masih ada yang harus dikerjakannya yaitu sholat Isha dan dilanjut membaca AL Baqarah beserta artinya.
********