
Setelah memberi tahukan tentang ketidak sanggupan untuk mengelola pengadaan barang dan jasa yang sudah terlanjur keliru, akhirnya Renita berpamit untuk pulang ke rumah. Tapi Sukekh yang lama tidak memiliki teman untuk bicara, menahan Renita untuk tetap bertahan di Rektorat. Tubuh Renita sudah menunjukkan signal, pundak sebelah kiri dan tangan kirinya sudah terasa nyeri seperti tertindih beban berat. Namun karena merasa tidak enak menolak permintaan Sukekh, yang saat ini sudah menjadi atasannya, akhirnya Renita memutuskan untuk berada di tempat itu. Apalagi Renita juga merasa agak tenang, karena ada Cahyono yang ikut bergabung menemani bicara.
"Aku malah heran dengan bu Renita, semua informasi di UP, yang kita di Rektorat tidak tahu dan tidak mendengar, bu Renita malah mendengar dan bahkan mengetahui semuanya." Sukekh menyampaikan keheranannya.
Cahyono dan Andi hanya tersenyum, namun sedikitpun tidak mengeluarkan suara. Tiba-tiba..
"Iya pak.., ada informasi yang pernah saya sampaikan pada Bapak itu, saya tahunya malah dari bu Renita pak. Ga tahu, bagaimana bu Renita bisa mendapatkan informasi itu." Krisna menambahkan.
"Ha.. ha.. ha.., tidak perlu dibuat iri pak. Saya juga tidak berusaha untuk mencari tahu pak, tapi informasi itu datang sendiri. Saya nongkrong di warung Burjo samping kampus, tiba-tiba ada dosen dari kampus dua, tanpa saya minta dosen itu malah curhat banyak hal tentang kekecewaan pada birokrasi dan lain sebaiknya. Saya tidak menanggapi, hanya menanggapi secara umum, karena sudah bukan ranahku. Tapi begitu aku mau pulang, aku malah ditahan oleh dosen itu, Dia bilang, bu Renita tidak perlu mengasih masukan pada saya, cukup mendengarkan saja. Karena tidak ada yang mau mendengarnya.. Itu hanya salah satu saja pak.." Renita menanggapi.
"Bu Renita itu punya banyak gang pak.., coba cek di ponselnya. Banyak grup-grup yang memasukkan bu Renita sebagai anggota, ada power Puff, gang Qsruh, grup PPPTVS, dan masih banyak lagi." Krisna lagi-lagi menambahkan.
__ADS_1
"Hadeh Kris.., Kris.. yang kamu gunakan contoh, kenapa grup-grup error. Aku juga ikut di Grup UP Mengaji lho ya, yang itu tidak kamu sebutkan. Biar harkat martabatku di mata akherat itu juga agak sejuk gitu, masak grup abal-abal yang kamu sebutkan semua.." Renita memprotes penyebutan Krisna.
"Trus apa yang harus aku lakukan sekarang untuk memperbaiki semuanya..?" dengan polosnya, tapi masih dengan ekspresi tidak merasa bersalah, Sukekh bertanya.
"Down to earth pak.., jadi di mata karyawan pak Sukekh tidak membumi, sehingga mereka bukannya segan karena tidak pernah curhat kepada pak Sukekh. Tapi karena mereka merasa tidak mendapatkan penyelesaian, mereka tidak dapat solusi jika ketemu dengan bapak. Padahal jika kita tarik ulur ke bawah, posisi WR II itu tertinggi di bawah Rektor pa, banyak kewenangan yang bisa pak Sukekh miliki. Namun mereka merasa malah diminta untuk melakukan sesuatu yang itu melanggar aturan, akhirnya mereka juga terkena juga," akhirnya karena tidak tega, akhirnya Renita menceritakan sedikit dari yang dirasakan oleh para karyawan pada level bawah.
Sukekh tercenung mendengar perkataan Renita, Andi dan Krisna diam tidak berkomentar, dalam hati mereka membenarkan hal-hal yang disampaikan oleh bu Renita. Sedangkan Cahyono merasa kaget dengan keterus terangan perempuan itu, dan laki-laki itu karena terbiasa sudah menangani jika Renita mendapat masalah metafisik, sudah membaca signal ketidak beresan pada perempuan itu. Tetapi memang dibutuhkan orang yang mampu mengingatkan pimpinan yang keliru, dan hanya Renita dan Kiki yang berani mengatakannya. Namun karena KIki sering membawa hajat pribadinya, jika perempuan itu bicara, tidak ada yang mampu untuk mendukungnya.
Tubuh Renita sudah sejak tadi memberikan peringatan, namun dalam hal seperti itu Renita selalu mengabaikan rasa sakit di dalam tubuhnya. Karena sudah terlanjur, namun dalam hal lain, Renita tidak mau mencermatinya. Bagaimanapun, Sukekh bisa duduk di WR II, karena dukungannya juga, jadi ada tanggung jawab moral untuk memberikan support pada laki-laki itu.
"Tapi memang kita beda bu... jika bu Renita kan perempuan, sedangkan saya laki-laki. Jadi kurang bisa membaur dengan cepat ke bawah." Sukekh bicara seperti menggumam. Karena mendengar pendirian Sukekh sudah seperti itu, akhirnya Renita berpamitan pulang.
__ADS_1
**********
Dengan satu mata terasa gatal dan pedih, Renita mengemudikan mobil untuk pulang ke rumah. Surat-surat pendenk dan bacaan Istighfar mengiringi perjalanannya menuju rumah. Karena jalanan menuju ke arah rumahnya lumayan padat, Renita malah bersyukur karena mengurangi tingkat kefokusan dalam mengemudi.
"Ya Allah.. maafkan hamba ya Allah. Hamba tadi sudah terlanjur bicara pada sahabat hamba Pak Sukekh, karena tidak tega melihatnya terlalu nyaman pada posisinya selama ini. Padahal banyak keluhan di warga UP yang ada di tingkat bawah. Beri hamba kekuatan ya Allah untuk dapat menerima semua ujian-Mu.., dan jika masih Engkau berikan kesempatan, keluarkan dan beri hamba kesembuhan dari semua penyakit baik medis maupun non medis. Amiin.." ketika mobilnya berhenti di lampu merah, Renita mengambil kesempatan untuk bermunajat kepada Allah,
Setelah mengucapkan doa, hati Renita merasa lebih tenang. Perempuan itu segera melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah. Tidak sampai sepuluh menit, Renita sudah sampai di depan rumah, kemudian memarkirkan mobil di carport. Rumah terlihat sepi, dan perempuan itu menghela nafas karena berada di dalam rumah sendiri.,
"Inna lillahi.. " mulut Renita berbisik, karena baru saja masuk ke dalam rumah, aroma rokok tercium sangat pekat terasa. Dalam hati, Renita membaca An Naas untuk menenangkan hatinya. Setelah menyimpan sepatu, Renita kemudian bergegas menaiki tangga untuk menuju ke dalam kamarnya.
Hati Renita kembali berdesir, ketika membuka pintu kamarnya di lantai dua, bau asap rokok semakin kental tercium, Perempuan itu kemudian menyalakan AC, dan memasang difuser dengan menambahkan aroma lemon grass ke dalamnya. Sedikit demi sedikit aroma rokok mulai menghilang, dan Renita menjadi bernafas lega. Perempuan itu kemudian membaringkan tubuhnya, tiba-tiba terdengar notifikasi ada pesan masuk via chat di whatapps.,
__ADS_1
**********