
Setelah di depan rumah ustadz, Andri meninggalkan Renita di teras rumah. Sedangkan sambil mengantarkan oleh-oleh, Andri memanggil ustadz Abdurahman, Tidak lama kemudian, seorang laki-laki paruh baya keluar, dan seperti biasa dengan ramah selalu menanggapi Andri dan Renita.,
"Hanya berdua saja pak Andri.. anak-anak tidak ada yang diajak sekalian.." dengan ramah, ustad Abdurahman menyambut kedatangan Andri dan Renita.
Namun anehnya, padahal beberapa kali perempuan itu dan keluarganya datang berkunjung, selalu tidak ada masalah apapun. Namun kali ini, Renita malah mengalihkan wajah dan pandangannya ke tempat lain, seakan enggan untuk bertemu dengan ustadz itu,
"Ayo sekalian masuk pak Andri.. bu Renita.." dengan ramah, ustadz Abdurahman mempersilakan pasangan suami istri itu untuk masuk ke dalam.
"Mam.. masuk yuk, ustadz sudah siap untuk membantu pengobatan kita.." Andri masuk ke dalam rumah duluan.
Sepeninggalan suaminya yang sudah masuk ke dalam lebih dulu, Renita merasakan kemalasan. Perempuan itu merasa berat untuk mengangkat kakinya untuk melangkah, seperti ada keengganan untuk masuk ke dalam rumah. Menunggu beberapa saat, ternyata istrinya tidak segera mengikutinya masuk ke dalam, akhirnya Andri keluar lagi untuk menjemput istrinya.
"Mamah.. ayo mamah kuat, dilawan mam.. kemauan jin itu. Istighfar terus, ayah tunggu disini." sepertinya Andri ingin mencoba agar istrinya menggunakan kekuatan sendiri untuk mengendalikan tubuhnya. Beberapa saat, Andri masih menunggu Renita di depan pintu, namun perempuan itu tidak kunjung segera menggerakkan kakinya.
"Ayolah mamah... kendalikan diri mamah.." kembali Andri menyemangati Renita.,
Perempuan paruh baya itu berusaha sekuat tenaga untuk mengangkat tubuh dan kakinya. Setelah beberapa kali membaca istighfar dan Al fatehah, akhirnya perlahan Renita sudah bisa mengangkat kaki dan mengikuti suaminya masuk ke dalam rumah. Namun ada keengganan pada diri Renita, untuk melihat ke wajah ustadz. Perempuan itu selalu mengalihkan pandangan, dan ketika sudah sampai di tempat pengobatan, tiba-tiba saja Renita menguap lebar kemudian berbaring di atas lantai,
__ADS_1
Tidak lama kemudian ustadz Abdurahman mengambil parfum, kemudian duduk di depan pasangan suami istri itu. Renita yang terkulai lemas, mengalihkan pandangannya dan beberapa kali perempuan itu menguap.
"Kamu siapa... siapa yang menyuruhmu berada di dalam tubuh bu Renita. Keluarlah.., ibu ini tidak bersalah, ibu ini orang baik.." suara berwibawa ustadz Abdurahman tiba-tiba mengajak komunikasi dengan jin yang ada di dalam tubuh Renita.
"Ngantuk.. aku mau tidur, tidak boleh berisik." Renita malah bicara sendiri. Tiba-tiba saja tubuh Renita menggeliat dan menjulurkan lidahnya seperti seekor naga atau ular sedang meliuk-liukkan tubuhnya sambil menyemburkan bisa beberapa kali. Ustadz Abdurrahman melihat perempuan itu dengan lebih cermat.
"Kok seperti seekor ular ya pak gerakan bu Renita.." tiba-tiba ustadz Abdurahman bertanya pada Andri.
"Iya pak.. sepertinya. Beberapa kali anak saya Alan juga pernah bilang sama mamanya, jika melihat ada ular di perut bawah bagian kanannya. Terus jika istri saya reaksi ustadz, sering membuat gerakan seperti ular sedang mengangkat tubuhnya ke atas dan menjulurkan lidahnya. Teman istri yang sering memberinya pertolongan juga pernah mengatakan jika melihat ular di tubuh istri." Andri menjelaskan,
"Pak Andri.., bu Renita.. mohon diminum dulu air bidaranya." Andri langsung mengikuti anjuran ustadz, laki-laki itu meminum beberapa teguk air bidara.
Tetapi ketika Andri memberikan botol air rukiyah pada istrinya, Renita menolak hingga Andri harus memegangi dan meminumkan air rukiyah itu pada Renita. Begitu perempuan itu meminum air rukiyah, tiba-tiba saja Renita meraung-raung. Ustadz segera memulai proses rukiyahnya. Pertama kali laki-laki itu menghampiri Andri, dan mulai merukiyah laki-laki tersebut. Ketika Andri dirukiyah, Renita menangis merasa punggung sebelah kanan bagian bawah, terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk. Suami Renita itu berteriak-teriak, dan mengeluarkan kekehan seperti orang tua sambil terbatuk-batuk.
"Siapa kamu.. keluar, untuk apa kamu mengganggu keluarga ini. Keluar dan tobatlah, ke Mekah dan masuk Islam dengan membaca syahadat." suara ustadz Abdurahman terasa mengintimidasi,
"Ha.. ha.. ha.., aku tidak mau keluar dari tubuh ini, aku tidak mau.." kembali Andri tertawa sambil terkekeh.,
__ADS_1
"Baiklah.. aku sudah membuatmu sadar, namun jika kamu tidak bersedia, jangan salahkan aku jika aku berlaku keras terhadapmu.." kembali ustadz membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, sampai Andri berteriak kesakitan.
"Berhenti.. berhenti pak ustadz.. aku akan keluar dari tubuh ini.." ustadz Abdurrahman segera mendorong punggung Andri dari bawah ke atas, dan tidak lama kemudian Andri mengeluarkan muntahan kuning dari perutnya.
Melihat Andri sudah berhasil mengeluarkan muntahan, tidak lama kemudian ustadz Abdurahman mengambil kayu pendek. Kemudian kembali laki-laki itu melantunkan ayat-ayat suci AL Qur'an, dan kembali Renita menangis dan berteriak kesakitan. Dalam pikirannya, Renita membayangkan dirinya seperti seekor ular besar yang melata, berjalan di lantai dua gedung C UP, kemudian merayap masuk ke pintu ruang kerja yayasan UP. Setelah masuk, ular besar itu belok ke kiri, dan langsung kembali mendatangi Tommitius Sahari, Halusinasi itu terlihat jelas sekali, dan seperti sebuah film. Tidak lama kemudian, Renita juga seperti melihat ada ular berwarna hitam kelam, seperti berjalan di lantai tempat pengobatan di depannya.
"Sakit.., sakit... hentikan pak ustadz sakit..." kembali Renita meraung-raung, ketika ustadz Abdurahman menusuk-nusuk perut dengan menggunakan kayu di tangannya. Setelah beberapa saat, ustad Abdurahman berpindah ke punggung Renita, dan melakukan ritual yang sama.
"Tembus sampai depan, dengan ijin Allah... hai jin.. jika kamu tidak mau bertobat, maka aku akan menghancurkanmu. Bertobatlah, masuklah Islam dengan membaca syahadat, maka kamu akan terbebas dari rasa sakit. Tinggalkan dukun-dukun yang gelap mata, yang dhalim pada ibu ini.. Sadarlah.." ustad Abdurahman terus membaca ayat-ayat rukiyah sambil mencoba mempengaruhi jin yang ada di perut Renita,
"Aku tidak bisa, aku tidak tahu apa itu Islam.." Renita menjawab perkataan ustadz.
"Islam itu yang ibadahnya di masjid. Innaddina indallahil Islam..." ustadz melanjutkan perkataannya.
Renita seperti mengalami halusinasi lagi, muncul warna ungu tua yang terlihat gelap di depan matanya. Warna ungu itu terlihat pekat, dan susah untuk ditembus. Terlihat bangunan gereja di depan, dan ada salib yang terpasang di atas bangunan gereja itu. Renita tidak bisa menemukan masjid.
**********
__ADS_1