
Beberapa waktu kemudian
Setelah meminta maaf pada suaminya, Renita menjadi merasa lebih tenang. Rasa sakit di dalam tubuhnya tidak menghilang, tetapi semakin hari malah semakin terasa di atas tubuhnya. Namun ada keyakinan dalam diri Renita yang sudah bisa dengan ikhlas menerima rasa sakit itu, dan kembali memasrahkan semuanya kepada Allah. Renita bahkan dalam setiap sujud, dalam setiap rintihan doanya selalu bermunajat, bahwa Renita ikhlas dan ridho dengan semua ujian itu, dan jika diberikan kesembuhan oleh Allah, akan sangat berterima kasih. Namun.. jika tidak ada kesembuhan. dan bahkan akan menjadi korban karena penyakit ini, Renita juga pasrah dan ikhlas dengan ketentuan Allah.
"Mamah mau berangkat ke kantor ya.." melihat Renita yang sudah selesai bersiap, Andri bertanya pada istrinya.
"Iya yah.. mamah ada janjian dengan mahasiswa, ada bimbingan skripsi ya. Gimana, ayah mau antarkan, atau mau ada perlu dengan mamah.." Renita bertanya balik pada suaminya. Perempuan itu sambil mengenakan kerudung, dan memasangkan bros untuk hiasan,
Andri tersenyum mendengar jawaban dari istrinya. Sebagai suami dari perempuan itu, tidak tahu kenapa sebenarnya Andri memiliki firasat yang agak tidak baik. Namun juga menjadi hal yang tidak fair, jika melarang istrinya untuk berangkat bekerja ke kantor.
"Berangkat saja sendiri mah.. lagian ini hari Jum.at. Ayah jam sebelas siang, juga sudah harus berada di masjid untuk sholat Jum.at." jawab Andri.
"Hmm... baik yah, mamah berangkat ya. Assalamu alaikum.." karena merasa tidak ada hal penting dalam kata-kata suaminya, Renita akhirnya berpamitan dengan Andri, kemudian segera turun ke lantai bawah.
Perempuan itu segera mengenakan sepatu, karena sudah tidak memiliki jabatan lagi di UP, Renita sekarang memang lebih menyukai berpenampilan casual. Selain lebih praktis, Renita juga merasa lebih memiliki ruang gerak yang lebih bebas ketika menggunakan sepatu kets. Setelah mengenakan sepatu Nike running, akhirnya Renita mengambil kunci mobil kemudian segera menuju ke carport.
**********
Beberapa Saat kemudian
Beberapa mahasiswa yang sudah mengatur janji dengan Renita, satu persatu mulai minta ijin untuk berkonsultasi dengan perempuan itu. Karena melihat ada empat mahasiswa, dan Renita juga merasa malas untuk membimbing mereka satu persatu, akhirnya Renita memanggil ke empat mahasiswa itu secara sekaligus untuk menyampaikan informasi.
__ADS_1
"kita duduk dimana bu Ren..?" tanya salah satu mahasiswa.
"Kalian punya akal kan, bagaimana kalian akan duduk. Pinjam kursi di depan meja bapak ibu dosen, tapi nanti dikembalikan lagi seperti semula. Yang tidak ada space untuk duduk ya kalian berdiri.." Renita menjawab dengan tegas pertanyaan dari mahasiswa.
Untungnya Renita memang memiliki kedekatan emosional dengan para mahasiswa, jadi meskipun perempuan itu berkata judes pada mahasiswa, tidak ada yang tersinggung dengan perkataan dari Renita. Tidak lama kemudian, Renita meminta satu mahasiswa untuk menceritakan apa yang akan mereka teliti.
"Saya mau meneliti tentang Pengaruh Motivasi, Kompensasi terhadap Kinerja karyawan bu.." mahasiswa bernama Ikbal menjelaskan apa yang mau ditelitinya.
Renita tersenyum mendengar perkataan dari mahasiswa itu, kemudian...
"Bagi keempat-empatnya ya.., mohon maaf sebelumya ketika bimbingan skripsi dengan saya. Jika kalian mendasarkan pada fenomena, berarti yang pertama kali kalian lakukan adalah mencari lokasi penelitian. Lakukan pra survey, bisa dengan observasi lingkungan tempat kerja, interview dengan pimpinan, ataupun dengan pegawainya. Nanti kamu akan menemukan fenomena apa yang sebenarnya terjadi, dan akan kita tarik ke atas, variabel apa sebenarnya yang menjadi fenomena itu.." Renita menjelaskan.
"Mas Ikbal.. mengatakan tentang motivasi kerja.. apa yang anda tangkap dari variabel tersebut..?" lanjut Renita.
"Stop mas Ikbal... kamu sudah belajar tentang manajemen SDM bukan, dan juga mata kuliah Perilaku Keorganisasian. Sebenarnya apa sih makna motivasi itu, apakah bersumber dari pimpinan..?" Renita tersenyum smirk.
"He.. he.. maaf bu, kalau saya rancu.." sahut Ikbal rancu.
"Motivasi itu kan muncul dikarenakan ada kebutuhan dari dalam individu SDM, karena merasa ada kebutuhan yang belum terpenuhi. Perilaku seseorang akan diarahkan untuk mencapai atau untuk berusaha memenuhi ketimpangan itu dengan perilakunya. Perilaku atasan hanya menjadi stimulus penyebab dari motivasi, tetapi bukan menggambarkan variabel motivasi itu sendiri. Jadi jangan keliru variabel perceived organizational support dengan motivasi kerja. Paham yang saya sampaikan.." Renita membuat penjelasan untuk empat mahasiswanya sekaligus.
"Paham bu,,, " sahut mereka.
__ADS_1
"Jadi yang menjadi tugas dari kalian semua, jika ingin mendasarkan pada fenomena yang ada di lokasi penelitian, ingat jangan base of title.. Tapi kenali dulu permasalahannya apa, nanti jika kalian bingung, kita cari yang tepat untuk nama variabel yang tergambar pada fenomena tersebut." lanjut Renita menjelaskan,
Ke empat mahasiswa itu saling menganggukkan kepala, karena mereka memang hanya terpaku melihat contoh dari penelitian-penelitian terdahulu, dan ingin melakukan replikasinya. Mereka tidak berusaha menelaah permasalahan yang sebenarnya terjadi.
"Selain dari fenomena, kalian juga bisa mencarinya dari isu teoritis antara dua variabel. Misalkan nih,. masalah motivasi kerja dan kinerja karyawan. Kalian telaah, review. dari beberapa artikel yang sudah melakukan penelitian tentang hal tersebut. Dari beberapa artikel itu kalian cari gap research nya.." Renita terus menjelaskan pada semua mahasiswanya, sampai akhirnya Renita berpikir harus mengakhiri bimbingannya.
Sejak tadi beberapa bagian tubuhnya sudah menunjukkan sinyal, jika dia harus keluar dari dalam kampus, untuk melakukan netralisasi.
"Okay ya.. untuk bimbingan hari ini untuk sementara kita hentikan dulu sampai disini. Tugas kalian, mencari fenomena, atau bisa dengan mencari isu teoritis. Jika mau bimbingan offline.. saya sediakan waktu Senin jan sebelas siang, Selasa sampai hari kamis jam sembilan siang. Jum.at saya off.." akhirnya Renita segera mengakhiri bimbingannya.
"Baik bu Renita.. terima kasih.." ke empat mahasiswa itu kemudian berpamitan. Ke empatnya memcium tangan Renita, kemudian segera keluar dari dalam ruang kerja perempuan itu.
Sepeninggal ke empat mahasiswanya, Renita kemudian bersiap, segera membereskan laptop, dan semua perlengkapan lainnya. Tidak lama kemudian, tidak mau menunggu lagi, perempuan itu segera keluar dari dalam ruangan kerjanya. Baru beberapa langkah, Renita bertemu dengan admin prodi Manajemen.
"Mau kemana Bu Renita, sudah mau pulang..?" tanya mbak Cici dengan ramah,
"Iya mbak.. kebetulan lapar belum makan, jadi harus segera ke warung nih.." sahut Renita sambil tersenyum. Karena mengukur kondisi tubuhnya, Renita membuat alasan,
"Oh harus segera diisi bu.. biar nanti tidak terkena maag.." sahut Cici.
"Betul mbak, aku duluan ya mbak Cici.." Renita segera bergegas meninggalkan Cici sendirian.
__ADS_1
************