
Setelah sarapan pagi, karena kamar baru dibersihkan oleh room service, Renita meminta Vian untuk mengambilkan laptop, dan membawanya turun. Renita mengambil beberapa kursi di pinggir kolam renang, dan akan digunakannya untuk bekerja. Karena selain sebagai dosen di UP, kebetulan setelah tidak lagi menjabat struktural di kampus, Renita kembali menekuni kegiatan lamanya yaitu menjadi seorang novelis, dan terbiasa mengirimkan artikel karyanya ke novel online. Platform NovelToon menjadi tempat tujuan untuk mengunggah karya-karyanya.
"Drrtt.. drttt... drttt..." tiba-tiba ponsel Renita bergetar.
Renita mengeluarkan ponsel dari dalam tas tempat laptop, kemudian melihat ke arah layar ponsel. Terlihat sahabatnya Noncy yang sedang mengirim pesan kepadanya. Hampir setiap hari, Noncy selalu memastikan keselamatan dan keadaan Renita, Sahabat Renita itu sudah banyak berkorban untuk perempuan itu, dan terkadang pengaruh santet yang terkirim ke Renita ditarik oleh Noncy jika dalam keadaan mendadak. Jadi, sering terjadi rasa sakit yang dialami Renita masih bisa dirasakan, tetapi Noncy sering mengalami drop karena tarikan rasa sakit dari tubuh Renita.
"Assalamu alaikum, bagaimana Nyah keadaannya?" seperti biasa, salam dan menanyakan keadaan selalu menjadi pembuka obrolah dengan Renita,
"Wa alaikum salam, untuk saat ini baik makk. Barusan sarapan sama anak-anak, terus ini sedang koreksi skripsi di pinggir kolam renang." Renita kemudian mengirimkan foto kolam renang hotel, dan mengirimkannya pada Noncy.
"Cuman semalam agak esktrim makk... Aku saja jika masih kebayang dan teringat kejadian tengah malam itu, aku merasakan rasa ngeri. Sepertinya ajalku sudah diambang pintu.." emoticon sedih dibubuhkan Renita mengakhiri kata-kata yang dituliskan pada chatnya.
"Kejadian tengah malam.., kenapa Nyah..?" Noncy turut merasakan panik membaca pesan Renita itu.
Renita kemudian menceritakan tentang keadaan "tindihan" yang dialaminya semalam. Sampai latar belakang yang mendasari, tindakan yang diambilnya dalam mimpi, secara runtut diceritakan pada sahabatnya itu. Bahkan sampai rasa takut, yang masih ada sampai saat ini juga diceritakannya.
Noncy terdiam sebentar, kemudian terdengar perempuan itu sedang menghela nafas panjang. Noncy memang memiliki entah mau dikatakan kelebihan atau kekuarangan, terkadang bisa masuk ke dalam alam bawah sadar dan menembus portal dimensi lain, ketika seseorang memberikan stimulus cerita kepadanya. Kemudian efek yang dirasakannya, tubuh perempuan itu menjadi lemas, dan bahkan tidak jarang akan merasa kesakitan.
__ADS_1
"Ya Allah Nyah.. untung saja kamu bisa mempertahankan sukmamu Nyah. Kamu harus berjuang Nyah, jangan lengah. mimpimu semalam itu nyata, bukan hanya bunga tidur. Dukun yang disewa pak Tomm mengirimkan jin untuk mengambil sukmamu, karena kamu bisa menahan rasa sakit yang selalu dikirimkan kepadamu. Besok lagi, jika kejadian ini terulang, kamu harus selalu ingat Nyah.., itu sukmamu, sukma Renita.." tidak diduga, Noncy memberikan tanggapan secara panjang dan lebar.
Mendengarkan perkataan Noncy yang terasa langsung menyentuh kalbunya, mata Renita tiba-tiba menjadi berkaca-kaca. Kembali rasa sedih dan nelangsa terasa menghantuinya kembali.
"Apakah ini makna kata-kata yang disampaikan Dhani kepadaku ya Nyah.." kembali Noncy melanjutkan bicara.
"Memangnya Dhani bicara apa mak padamu, kenapa tidak menyampaikan sendiri kepadaku." Renita mengejar penjelasan dari kata-kata yang diucapkan Noncy tadi.
"Waktu kita hari Senin ikut pembinaan pegawai di auditorium itu Nyah, sebelum dirimu collaps sampai dibawa ke masjid Al ikhlas. Dhani melihatmu, kemudian mengajakku berbicara. "Jika mbak Renita bisa melewati masa tiga hari ini dengan selamat dan sehat, maka energinya akan naik. Tapi jika tidak bisa mempertahankan sesuatu dalam dirinya, yang entah apa itu, aku juga tidak begitu jelas, maka mbak Renita akan celaka." Begitu Nyah, kata-katanya." Noncy menyampaikan kata-kata Dhani.
Renita terdiam, kembali mencoba mencari tahu, dendam atau kesalahan apa yang sudah dibuatnya, sehingga ada orang yang tega sampai menyakitinya sedemikian rupa.
"Kuat Nyah.., kamu kuat. tidak perlu kamu mintapun, aku dan teman-teman, terutama Gang Qsruh selalu mendoakanmu. Sudah dulu ya, aku mau ke UGM, ada janji ketemu dengan promotor." sahut Noncy mengakhiri pembicaraan.
**********
Alhamdulillah, meskipun pada malam sebelumnya Renita mengalami mimpi buruk. Namun hari ini, sejak tadi tidur siang, sampai malam kembali Renita tidak merasakan gangguan apapun. Sampai perempuan itu keluar dengan putra sulungnya, mengendarai motor berputar-putar untuk mencari makan malam, tidak merasakan ada gangguan dari dunia lain. Mereka memang hanya berdua, karena Andri masih bekerja dan tidak datang ke hotel. Sedangkan Zidan pamit mau apel pacarnya di Dlingo.
__ADS_1
"Assalamu alaikum mah.. gimana keadaannya mah sekarang..?" ketika Renita dan Vian sedang duduk di depan lobby hotel, duduk di sofa sambul bermain ponsel, ternyata suaminya Andri mengirimkan pesan singkat.
"Wa alaikum salam, untuk hari ini sejak pagi, alhamdulillah aman yah. Ini mamah sama kakak, sedang duduk-duduk di lobby, sedang melihat orang keluar masuk hotel." sahut Renita,
"Kok cuman berdua, dimana Zidan?" karena peduli dengan putra bungsunya yang terlalu sering berkonflik dengannya, Andri bertanya tentang keberadaan putra bungsunya itu.
"Biasa yah.., anak muda. Tadi pagi mau berangkat sudah minta ijin, katanya sore ini mau apel ke tempat pacarnya. Mamah bilang, mbok ajak pacarmu ke hotel, mumpung tidak jauh dari rumahnya. Jika berani, kenalkan sama mamah.. Eh Zidan malah jawab, anaknya tidak berani mah, sudah berkali-kali Zidan tawari." Renita menceritakan.
"Ha.. ha.. ha.. ya ga bakalan mau." sahut Andri sambil tertawa terbahak-bahak.
"Oh ya mah.. tadi kan mamah baru bercerita kejadian hari ini. Kalau tadi malam gimana, tidak ada ayah disamping mamah?" rupanya Andri masih kepo dengan keadaan Renita tadi malam. Karena tanpa sepengetahuan Renita, suaminya sering berhubungan secara online dengan Cahyono dan Noncy, untuk mencari strategi penanganan Renita jika kembali mengalami reaksi.
Renita terdiam, perempuan itu menimbang-nimbang apakah mau menceritakan kejadian mistis yang dialaminya tadi malam atau tidak. Sebenarnya Renita tidak mau membuat suaminya panik, apalagi saat ini Andri sedang dalam pekerjaan. Namun Andri terus mendesak istrinya untuk bercerita tentang apa yang dialami tadi malam. Akhirnya dengan runtut Renita menceritakan apa yang terjadi. Beberapa saat kemudian..
"Ya Allah mah.. yang sabar ya mah. Selalu ingat Allah, dan juga harus selalu ingat, jika sukma itu punya mamah. Jangan mau diperdaya setan mah, jangan mau diperdaya jin, kita lebih mulia dari makhluk-makhluk itu." Andri menasehati istrinya.
"Iya yah.., mamah juga pasrah yah. Jika memang Allah berkehendak, dalam perjuangan ini mamah kalah dan ditakdirkan Allah untuk tiadapun, Inshaa Allah mamah ikhlas yah.. Doakan terus mamah ya yah.." mendadak karena desakan suaminya, Renita menjadi melankolis.
__ADS_1
"Tidak boleh patah semangat itu mah.. Di setiap sujud terakhir ketika sholat mah.., ayah selalu berdoa memohon. Jika sampai mamah tidak ada karena kasus ini mah.., dunia akhirat Allah tidak ridho, tidak ikhlas.." tanpa terduga, Andri ikut menjadi melo juga,
**********