Ambisi Dan Sihir

Ambisi Dan Sihir
Chapter 82 Mintalah Maaf


__ADS_3

Renita hanya tersenyum pada Bu Kiki, dan Noncy melihat reaksi sahabatnya itu. Karena beberapa waktu lalu, ketika Kiki memberi tahu untuk tidak mengandalkan rukiyah, dan mengatakan jika minta rukiyah tidak akan mendapatkan syafaat, Renita malah marah. Tapi pembicaraan KIki, masuk akal, dan sepertinya kali ini Renita bisa mengimbanginya.


"Aku juga terkadang bingung bu.., bukan bingung kenapa mereka itu terus mengirim aku? Karena aku ga akan menemukan jawabannya. Hanya saja, aku heran dengan diriku sendiri, kenapa sepertinya doaku tidak bisa tembus ke langit secara menyeluruh. Meskipun aku juga banyak-banyak bersyukur, dengan keadaanku seperti ini, aku masih senantiasa diberikan kesehatan, masih mampu untuk beraktivitas dan lain sebagainya," Renita berucap lirih sambil tersenyum kecut.


"Maksudnya bagaimana bu.." tanya Kiki antusias.


"Aku tuh tidak diam bu Kiki, mak Noncy yang tahu dan paham bagaimana upayaku. Sebenarnya aki tidak boleh mengingat-ingat kebaikan apa yang sudah aku lakukan sih. Tetapi kadangĀ  muncul tanda tanya dalam hatiku bu. Mandi di sepertiga malam, lanjut tahajud, witir sudah aku lakukan. Sholat fajar, lanjut sholat shubuh terus dzikir pagi hampir satu jam sudah aku lakukan." Renita menjelaskan.


Kiki dan Noncy melihat ke arah Renita, yang tampak sesak. Mata perempuan itu sudah mulai berkaca-kaca, Renita memang mudah tersentuh.


"Membaca Al baqarah beserta maknanya, dilanjutkan makan buah kurma Ajwa Aliyah tujuh butir, dimana rasa sakit dan susah untuk memakannya tetap aku lakukan. Sore hari dzikir sore, mengikuti kajian-kajian, rukiyah mandiri, maupun rukiyah offline dan online dengan para ustadz syari'i. Tetapi kenapa jin dalam tubuhku tidak ,mau keluar, apakah ada yang salah..?" lanjut Renita.


"Jangan putus asa nyah.., ingat kata-kata yang disampaikan Kumala untukmu. Kamu masih diuji dengan masalah ini, tapi suatu saat kamu akan bisa sembuh 100%. Hanya saja kamu belum menemukan orang yang tepat, yang bisa menunjukkan kesembuhanmu, atau menutup aura batinmu. Yang penting kamu harus yakin nyah.." Noncy berkomentar.


"Inshaa Allah aku yakin mak.. hanya saja aku berusaha menelaah sebenarnya apa yang menghalangi doa-doaku ini. Untuk saat ini sih, aku hanya positive thinking saja, mungkin dosaku terlalu banyak, sehingga Allah masih ingin membersihkan dan mensucikanku. Tapi satu pertanyaan yang aku sendiri bingung mak, kenapa ketika aku itu hilang ingatan karena dalam pengaruh reaksi, mau diobatin siapapun aku tidak juga tersadar. Namun begitu mendengar suara mas Andri.. aku langsung tersadar." ucap Renita akhirnya.

__ADS_1


:"Kalau menurutku sih Nyah.., sebenarnya dirimu itu sudah mendapatkan petunjukknya. Aku yakin, Allah menjadikan mas Andri sebagai belahan jiwamu, sehingga hanya mas Andri yang bisa membuatmu sadar. Aku teringat ketika dirimu tidak sadar di mushola kampus itu, bagaimana mas Andri berusaha membuatmu sadar, memelukmu dengan tulus, seperti piawai menghadapi kondisimu." Kiki ikut berkomentar.


"Benar yang dikatakan bu Kiki nyah.., dirimu harus banyak-banyak patuh pada mas Andri. Dan aku juga minta maaf nyah, karena suamimu sering kirim wa ke aku. Tapi aku mensikapinya, pasti pak Andri ini butuh teman bicara yang bisa memahami istrinya, jadi sering tanpa sepengetahuanmu pak Andri sering cerita tentang penyakitmu., Aku bicara, agar tidak ada kesalah pahaman di masa mendatang, dari pada kamu dengarnya dari orang lain." Noncy membuat pengakuan.


"Ga pa pa mak.. meskipun mas Andri ga cerita, aku tahu kok jika suamiku sering kirim pesan sama loe dan mas Cahyo. Apalagi kalau aku pas reaksi parah kan.. " Renita menanggapi.


"Ya ga mungkin to bu Noncy,, masak sahabat sendiri marah hanya karena hal itu." Bu Kiki juga ikut menanggapi.


"Bukannya seperti itu bu, karena status saya ini beda bu. Aku janda, jadi harus berhati-hati, dan makanya saya kasih tahu dari sekarang." Noncy menjelaskan,


Tiga perempuan itu terdiam, dan terlihat Kiki sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Tiba-tiba perempuan itu menatap Renita seakan akan ada yang mau diutarakannya. Untungnya Renita segera tanggap..


"Ada apa Bu Kiki..?" tanya Renita cepat.


"Menurutku sih bu, sebenarnya bu Renita itu sudah mendapatkan petunjuk untuk kesembuhannya, yaitu dari mas Andri. Buktinya.. jika bu Renita itu sedang reaksi, hanya mas Andri yang bisa menyadarkan kembali. Sebenarnya itu bu petunjuknya." ucap Kiki.

__ADS_1


"Terus.. apa yang aku lakukan?" tanya Renita antusias, Perempuan itu kemudian berusaha mengingat kejadian demi kejadian, ketika dirinya mengalami reaksi. Dimanapun, dengan sabarnya Andri berusaha membantunya untuk tetap sadar. Bahkan ketika laki-laki itu ada di luar kota, dengan sabar Andri akan berdoa melalui saluran ponsel, akhirnya dirinya kembali tersadarkan kembali.


"Orang yang terdekat saat ini pada bu Renita adalah mas Andri dan anak-anak. Cobalah minta maaf dan ampunan pada mas Andri, Inshaa Allah nyah, itu adalah janjimu. Hal itupun aku lakukan pada ibuku, karena aku masih memiliki ibuku, tempatnya adalah surgaku selain dari suamiku." tiba-tiba Kiki mengingatkan Renita.


"Benar nyah yang dibicarakan bu Kiki, aku tahu persis bagaimana dirimu terhadap suamimu. mintalah maaf kepadanya." noncy turut menyampaikan masukan,


"Sebenarnya jika aku rukiyah, sudah minta maaf sama mas Andri, juga pada anak-anak." Renita berusaha mengelak.


"Itu berbeda nyah.., memang berat sih. Aku juga sepertinya akan merasa berat untuk melakukan hal itu, tapi bener nyah. Seperti yang aku lakukan pada ibuku nyah... tetapi ternyata dengan sikapku betul-betul ingin berusaha membuat ibuku itu senang, rejeki lancar banget nyah. Semua urusanku juga seperti dipermudah oleh Allah." Kiki terus menceritakan pengalaman hidupnya.


Bagaimana upaya Kiki untuk meladeni semua permintaan ibunya, yang terkadang tidak masuk akal. Namun meskipun hatinya jengkel, namun tetap dilakukannya. Air mata Renita tiba-tiba tidak bisa dibendung lagi, bahkan Renita sendiri sampai kaget dengan isak tangis yang dilakukannya. Tanpa bisa dikendalikan, isak tangis Renita sampai berbunyi keras, dan perempuan itu tidak bisa mengetahui itu tangisan murni dari hatinya ataukah dari jin yang ada di dalam dirinya. perlakuan, penolakan, bantahan, perselisihan dengan suaminya Andri terbayang jelas di depan Renita, dan bagaimana suaminya selalu menanggapinya dengan sabar.


"Lakukan nyah.. siapa tahu ini akan menjadi penolong dan penyembuhmu. Apalagi surga seorang istri itu ada di kaki suami, ada di ridho yang diberikan oleh suami kita. Lakukan nyah.. mas Andri itu orang baik, sangat tulus mencintai dan memperlakukanmu.." Noncy turut berbicara.


Tetapi tangisan Renita malah semakin keras, sampai tidak bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kiki. Noncy dan kiki sampai kaget dengan reaksi yang ditunjukkan oleh sahabat mereka itu.

__ADS_1


***********


__ADS_2