Ambisi Dan Sihir

Ambisi Dan Sihir
Chapter 74 Pembagian Tugas


__ADS_3

Beberapa hari setelah terakhir ketemu dengan Noncy, Renita akhirnya mengurangi eksistensinya di kantor. Hanya beberapa jam berada di kantor, perempuan itu kemudian pulang kembali ke rumah. Bahkan terkadang hanya berada di kampus setengah jam saja, dan jam selanjutnya nongkrong di restoran yang ada di samping kampus UP. Tetapi memang dengan melakukan hal itu, rasa sakit di tubuhnya bisa dikurangi,


"Bu Renita.." Renita menoleh ketika mau berjalan menuju ke mobil yang diparkir di tempat parkir pinggir jalan, Terlihat Cahyono berjalan menghampirinya, kemudian berjabat tangan dan seperti biasa laki-laki muda itu dengan hormat mencium punggung tangannya.


"Mau kemana ini Bu..?" tanya laki-laki itu basa-basi.


"Pulang mas, kan sudah tiga jam di kantornya. Mas Cahyo sendiri mau kemana?" Renita balik bertanya.


"Saya mau ke warung burjo bu, ada janji sama teman-teman. Oh ya gimana bu, apakah badan masih sering terasa sakit. Kakak saya mas Suryo, dan bapak saya sudah sowan ke pak Kiyai, tapi beliau belum bisa menerima tamu sampai sekarang. Kata Nyai, pak Kiyai sedang sakit setelah thoriqot sepuluh hari.." dengan perasaan prihatin, Cahyono menyampaikan kabar untuk bertemu dengan Kiyai.


"Hmm.. tidak apa-apa mas, berarti belum jodoh gitu saja. Allah masih ingin menguji saya, mencuci dosa-dosa saya, gitu saja mas saya menyikapinya. Masih harus diuji masa kesabaran saya.. dzikir pagi dan sore sudah, sholat tahajud sudah, kurma Ajwa Aliyah tujuh butir mengawali hari sudah, madu rukiyah sudah, mandi sebelum fajar juga sudah. Ternyata Allah masih ingin memperpanjang ujian sabar yang harus saya hadapi dan lewati.." sahut Renita sambil tersenyum.


"iya bu.. tapi Inshaa Allah ibu pasti akan sembuh 100% bu, tidak perlu ragu. Betul yang ibu katakan, saat ini masih masa ujian yang harus dihadapi." akhirnya Cahyono menguatkan Renita.


"Inshaa Allah mas, saya selalu optimis sembuh. Masak kedhaliman akan menang dengan orang yang sabar, Inshaa Allah pasti tidak. Tapi masa keluarga kami minta bantuan mas Cahyo dan keluarga juga pasti masih akan panjang." sahut Renita.

__ADS_1


"Ya bu Inshaa Allah.., saya duluan ke warung ya bu.." akhirnya Cahyono berpamitan.


"Ya mas.."


Karena kebetulan Renita sudah sampai di tempat parkir mobil, perempuan itu segera menyalakan remote untuk membuka central lock. Setelah pintu mobil terbuka, akhirnya Renita masuk ke dalam dan mulai menyalakan mesin mobil. Tidak lama kemudian, mobil yang dikemudikan Renita perlahan sudah keluar dari dalam kampus. Renita memang sudah merasa anti pati untuk parkir mobil di halaman parkir resmi, sejak dikeluarkannya pengumuman jika dosen dan karyawan yang tidak memiliki jabatan tidak boleh parkir di halaman utama. Bahkan beberapa tenaga security sudah menyarankannya untuk tetap parkir, namun dengan sopan Renita menolaknya.


***********


Di fakultas Bisnis


Pejabat struktural di Fakultas Bisnis mengadakan rapat persiapan untuk menyambut kedatangan asesor. Dekan FB tidak dapat menghadiri karena terkait dengan kondisi kesehatannya. Wakil Dekan I mengambil posisi sebagai pemimpin rapat. Semua pejabat di lingkungan FB dari Wakil Dekan ketiga-tiganya hadir, Kaprodi dan PPMPF serta PPMPS semuanya sudah duduk di meja rapat.


"Terkait hal tersebut, kami minta dari Kaprodi Manajemen melaporkan sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan. Juga siapa-siapa yang akan diminta bantuan untuk keperluan penyambutan." lanjut WD I.


"Terima kasih bu WD I, untuk persiapan kami dari tim prodi sudah berusaha menyiapkan lampiran sesuai dengan lembar isian yang sudah kami susun. Kemudian, karena kebetulan kami dari pengelola prodi, beserta dengan PPMPS belum pernah mengetahui bagaimana Asesment lapangan, maka kami mengusulkan untuk meminta bu Renita ikut dalam penyambutan asesor nantinya." Kaprodi Manajemen melaporkan,

__ADS_1


"Ijin menambahkan bu WD I, menurut saya tidak hanya sebagai tim penyambut, namun bu Renita juga kita posisikan sebagai nara hubung tim asesor. Karena selama ini, ketika prodi menghadapi akreditasi, juga Universitas, bu Renita selalu yang menjadi nara hubung. Mungkin ditambahkan tanggung jawabnya." WD II menambahkan,


Peserta rapat yang lain juga membuat usulan terkait dengan tugas yang akan diembannya. WD III bertanggung jawab untuk menghubungi mitra, juga alumni termasuk melakukan breafing kepada mereka ketika menghadapi asesor. Juga memilih mahasiswa yang dianggap bisa mewakili prodi, termasuk memberikan latihan dan rambu-rambu seputar pertanyaan asesor.


"Baik bu Putri, dan Bu Susi.. saya setuju untuk melibatkan bu Renita dalam penyambutan Asesmen Lapangan nanti. Saya sendiri tahu persis bagaimana kepiawaian dan dedikasi bu Renita dalam menyambut tamu, tapi nanti kalau saya jumpa dengan beliau, saya akan menyampaikan. Tetapi mohon dari program sendiri, juga ada yang menyampaikan kepada beliaunya ya." WD I menyetujui usulan terkait pelibatan Renita dalam penyambutan asesor,


"Terkait tempat untuk penyambutan bu WD I, kemarin kami sempat diskusi dengan bu Renita, untuk menggunakan auditorium untuk penyambutan. Jadi nanti dibelakang meja, akan diberi rak display untuk penempatan berkas yang akan dipajang, kemudian di belakangnya tempat untuk meletakkan jamuan makan dan snack." PPMPS Prodi Manajemen menambahkan.


"Tidak masalah bu Nin.. minta tolong bu Susi untuk koordinasai dengan tim sarana dan prasarana ya, karena hal ini terkait dengan tugas bidang II. Juga masalah konsumsi dan setting ruangan, kami pasrahkan pada bu Susi untuk penyiapannya." WD I kembali membagi tugas.


Satu persatu hal penting terkait dengan kegiatan Asesmen Lapangan sudah dibagi penanggung jawabnya, dan  yang akan menjadi penyampai informasi pada orang-orang di luar panitia. Untuk mempersingkat waktu, dan agar bapak/ibu dosen segera terjun ke lapangan, maka WD I kemudian mengakhiri koordinasi.


"Bu  Putri.., nanti bu Putri kirim pesan ke bu Renita ya, Jangan hanya menunggu aksi dari bu Susi.." bu Nin mengingatkan Kaprodi Manajemen, sambil mereka berjalan kembali ke program studi.


"Pasti dong.. nanti kita adakan koordinasi pada tingkat program studi, dan sekalian nanti kita ungkapkan pada rapat tersebut. Siapa yang mengarahkan konsumsi, oleh-oleh, menemani makan di luar, dan lain-lain. Karena tadi di rapat fakultas, kurang detail membahasnya sampai pada bagian teknis." Putri menanggapi,

__ADS_1


Mereka berdua seperti terlupakan jika kondisi psikologis Renita belum pulih 100%, jadi mereka berharap penuh pada perempuan itu.


**********


__ADS_2