Ambisi Dan Sihir

Ambisi Dan Sihir
Chapter 78 Yakin dan Percaya Diri


__ADS_3

Setelah selesai mengajar, Renita melihat jarum jam masih di angka 10.45 menit. Biasanya setelah mengajar, gadis itu akan menghabiskan waktu sampai sore hari di restoran yang ada di utara kampus UP. Karena di rumahpun, Renita hanya sendiri, karena suaminya berangkat kerja, sedangkan dua putranya masih urusan dengan sekolah masing-masing. Sehingga untuk mengisi waktunya, Renita menghabiskan waktu sampai sore di restoran itu. Bahkan sampai semua pelayan di restoran itu, sampai hafal dan mengenal Renita. Restoran itu disukai Renita, karena tidak jauh dari kampus, tempatnya sepi, wifi lancar, sehingga Renita bisa menyelesaikan naskah novel online sambil menunggu sore.


"Rajin sekali bu Ren.. jam segini masih di kampus, kayaknya hari ini jadwal dari jam tujuh pagi, ini sudah hampir jam sebelas siang. Berarti kan jam di kampus harusnya cuman sampai jam sepuluh tadi.." Pak Dar yang duduk di sebelah Renita bertanya basa basi.


"Iya pak.. ini juga mau menunggu cabut, tapi nunggu jam sebelas karena restoran kampus bukanya jam sebelas pak.." sahut Renita tanpa mengalihkan pandangan dari screen laptop yang ada di depannya.


"Bu Ren.. kenapa bu Renita tidak sekalian minta kunci restoran saja bu. Jadi jika restorannya masih tutup bu Renita bisa membuka sendiri, dan menunggu di dalamnya." Ghifar nyeletuk berkomentar tentang perkataan Renita.


"Betul bu yang diusulkan pak Ghifar.." sahut bu Nin.


"Baik pak.. nanti tak minta kuncinya ya. Jika ditanya untuk apa, mau tak jawab untuk menginap temanku kalau mau pulang kehujanan ya. " Renita ikut menimpali,


"Lhah.. masak jadi aku yang mau digunakan untuk alasan.." Ghifar nyeletuk.


Suasana di ruang dosen menjadi lebih hidup dan gayeng, dan tanpa sadar jam di dinding sudah menunjukkan pukul sebelas lewat lima belas menit. Sambil tertawa, Renita mematikan laptop kemudian memasukkan ke dalam laptop. Setelah semuanya masuk, perempuan itu kemudian berdiri dan menggendong back pack ke punggungnya.


"Tega bu mau ninggalin kita.., ga ada bu Renita jadi sepi bu.. Ga rame lagi ruangannya.." sahut pak Shuman berkomentar pada Renita yang sudah berdiri untuk menggendong tasnya.


"Ga tega sih pa Shuman, tapi aku sudah kehausan dari tadi, nanti aku dehidrasi gimana. Harus segera mendapatkan injeksi kopi cincau gula aren soale." ucap Renita sambil terus berjalan keluar dari dalam ruang dosen,


"Ha.., ha.., ha... bisa saja bu Renita.." sahut Shuman.

__ADS_1


*********


Begitu Renita turun dari tangga lantai dua, perempuan itu tidak lupa untuk melakukan absen finger print. Baru melakukan scan ibu jari kanannya. ternyata teman kuliah S3 nya yang juga menjadi dosen di UP, hanya saja beda program studi itu sudah berdiri di belakangnya.


"Bu Ren.. kapan mau ke kampus bu, bimbingan sama co promotor. Saya dipaksa sama Prof. Norman untuk bimbingan, minimal satu kali dalam satu minggu. jika lupa bu, hadeh Co promotor terus melakukan panggilan." mas Muchran bertanya pada Renita.


"Hadeh mas.. aku jadi trauma jika dengar kata disertasi mas.. Mas Muchran sampai mana, kapan mau sidang seminar proposal?" Renita menanyakan kemungkinan sidang proposal yang ditanyakan teman satu angkatannya itu,


"Doakan ya bu, bulan depan saya bisa seminar proposal, karena co promotor mengatakan langsung sem prop saja, tidak perlu sidang Kolokium.." Muchran malah meminta doa.


"Aamiin... aamiin.. mas. Jadi pelopor angkatan kita ya, masak dari lima mahasiswa satupun belum ada yang melakukan seminar proposal, padahal adik kelas saja sudah pada sidang sem prop." Renita menanggapi perkataan Muchran.


"Iya bu, aamiin.. Ini bu Renita mau kemana..?" Muchran menanyakan tujuan Renita,


"Baik bu, hati-hat." sahut Muchran, dan kemudian laki-laki itu bergegas memasuki ruang kerjanya,


Renita kemudian berjalan meninggalkan Muchran, kemudian langsung menuju ke mobil yang diparkirnya di halaman kampus. karena hari ini Renita mengajar jam tujuh pagi, dan halaman parkir masih sepi, maka Renita memarkirkan mobilnya di halaman itu.


********


Beberapa Saat Kemudian

__ADS_1


begitu sampai di restoran, Renita mengambil tempat duduk di pojokan ruangan. Di tempat itu, terlihat ada tempat untuk mengisi daya laptop, dan juga tidak dilewati oleh orang-orang. Pelayan restaurant sudah melihat kedatangan Renita, dan sambil tersenyum perempuan itu mendatangi Renita di kursinya.


"Selamat siang bu Ren.. mau dibuatkan menu apa ya bu..?" dengan sopan, pelayan resto menanyakan menu yang dipesan Renita.


"Biasa mas, pisang goreng caramel dipotong-potong kecil satu, kopi cincau satu, dan nasi cobek satu ya. Jangan lupa, es krimnya dibanyakin ya.." Renita menyebutkan makanan dan minuman yang dipesannya,


"Baik bu Renita.., tunggu sebentar ya, akan kami buatkan sebentar lagi. Setelah dimasak oleh tim pantry, maka segera akan kami sajikan di depan meja ibu.." dengan sopan, pelayan meminta Renita.


Setelah pelayan itu pergi meninggalkan Renita, perempuan itu kemudian membuka tas punggungnya, kemudian mengambil laptop dan meletakkan di atas meja. Tidak lama kemudian, Renita sudah masuk ke aplikasi NovelToon dan mulai terpekur pada novel online yang ditulisnya. Beberapa saat Renita memikirkan kata demi kata yang akan dimasukkan mengikuti alur cerita yang sudah dibuatnya.


"Siang bu... tadi mas Anjar sudah kesini belum..?" Renita mengangkat wajahnya ke atas, dan terlihat Hastho berdiri di depannya sambil senyum-senyum.


"Anjar siapa.., aku ga ada janji dengan mas Anjar. Memangnya mas Anjar bilang kalau kesini untuk menemui saya disini.." Renita bertanya pada laki-laki muda yang berdiri, dan kemudian duduk di kursi depan Renita.


"Saya kesini itu karena diajak Anjar bu, tadi tak suruh nunggu sebentar karena saya mau sholat Dhuhur dulu, dan tak minta nunggu. Ternyata malah belum sampai disini ternyata.." ucap Hastho.


"Paling bentar lagi mas, ditunggu saja. Mas Hastho mau pesan apa.. ?" Renita menanyakan apa yang mau dipesan oleh laki-laki muda itu.


"Aku mau minum saja bu, belum lapar soalnya tadi mau berangkat ke kantor, sudah makan dimasakkan ibu negara." akhirnya Hastho menyampaikan minuman yang dipesannya pada pelayan. Setelah mencatatnya, pelayan kemudian meninggalkan mereka berdua untuk menyiapkan pesanan.


"Bu.. besok aku diajari ya, pas ngisi isian sertifikasi dosen. Untuk deskripsi diri sudah aku buat rancangannya, jadi nanti kalau aplikasi sudah dibuka aku tinggal masukkan saja." Hastho tiba-tiba minta tolong.

__ADS_1


"Santai saja mas.. ga usah dipikir benar-benar malah kacau hasilnya jika kita panik. Yang penting mengerjakan sendiri, jangan copy paste, dan gunakan bahasamu sendiri. Yakin.. pasti lolos deh." Renita memberi arahan pada Hastho.


**************


__ADS_2