Ambisi Dan Sihir

Ambisi Dan Sihir
Chapter 35 Theraphy Syari'ah


__ADS_3

Sebelum memulai proses rukiyah, ustadz Abdurahman mengatakan jika apa yang dilakukan bersumber dari Al Qur'an, dan meminta Andri dan Renita cukup meresapi dan mendengarkannya. Jika muncul reaksi dalam tubuh perempuan itu, ustadz berpesan untuk sebisa mungkin menahannya dengan menyebut asma-asma Allah. Kita tidak boleh membiarkan kaum jin untuk menindas dan mempengaruhi.


"Apakah semua sudah dalam keadaan berwudhu, jika belum berwudhulah dulu agar jin dan setan menyingkir dari tubuh kita." sebelum memulai, ustadz menanyakan persiapan Andri dan keluarga.


"Inshaa Allah sudah tadz.." jawab Andri lirih.


"Baiklah.. dengarkan baik-baik ayat-ayat Al Qur'an yang akan saya bacakan." ustadz membuka beberapa botol air mineral yang sengaja disiapkan di depan ustadz itu duduk. Ustadz Abdurahman duduk di atas selembar sajadah yang digelar, dan mengenakan peci di kepalanya.


Tidak lama kemudian. setelah Renita dan Andri bergeser duduk lebih ke depan mendekati ustadz, ayat-ayat Al-Qur'an mulai dibacakan. Baru beberapa ayat dibacakan, Renita menangis berteriak memanggilnya ibunya yang sudah tiada.


"Bu Renita.. coba ikhlaskan, relakan.., orang-orang yang terasa menyakitkan di hati ibu.. Mungkin tanpa sengaja atau tanpa sengaja telah menyakiti dan membuat dosa pada ibu.. Hanya dengan cara kita ikhlas, ridha.. kita akan menjadi tenang dan ringan. Hal itu akan mempercepat penyembuhan ibu. Lakukan terus ibu.." ustadz mulai membuka qalbu pasien dengan fokus pada Renita.


Mendengar perkataan ustadz Abdurrahman, Renita mulai fokus embayangkan wajah pak Umam, Yayak, dan ketika akan membayangkan wajah Tommitius Sahari, yang muncul dan seperti menghalangi dan terlihat jelas adalah wajah bu Andhini. Berkali-kali perempuan itu akan mencobanya, namun tetap saja hal itu yang terjadi.


"Aaaaawww.... ibu.. ibu... ibu..." tidak bisa ditebak, kenapa dalam pikiran sepertinya Renita berlari ke makam almarhum ibunya di Klaten.


Mata Renita tanpa bisa ditahan mengalirkan air mata sangat deras, hidung dan mulut terus mengeluarkan lendir yang sangat banyak. Perempuan itu mencoba ingin menghentikan aliran itu.., namun tidak bisa dilakukan. Renita dalam keadaan tidak sadar, terus mengeluarkan cairan berupa lendir.

__ADS_1


"Istighfar bu.. jangan mau dikendalikan makhluk jahat, ibu kuat. Allah menciptakan manusia lebih kuat dari jin bu. Inshaa Allah jika ibu pasrah.. dan mengembalikan diri kepada Allah, Inshaa Allah akan terus sembuh." setiap kata yang keluar dari bibir Ustadz, seakan mengirimkan serangan ke tubuh Renita.


Perempuan itu terus meraung-raung kesakitan dan merasa sedih menjadi satu. Mata, mulut dan hidung, masih terus mengeluarkan lendir. Dengan sabarnya, Andri yang semampunya membacakan ayak-ayat suci, mengambilkan tissue dan mengalap wajah istrinya dengan penuh rasa sayang. Tas kresek yang banyak berisi lendir diganti dengan kresek baru. Tampak sangat terlihat, bagaimana Renita memiliki dukungan yang sangat kuat, yang bisa menjadi jalan untuk mempercepat suaminya.


Dengan kepasrahan, keridhoan.. sebagai suami istri yang sering terjadi percekcokan dalam kehicupan berumah tangga mereka, tetap memaafakan istrinya. Mereka saling sama-sama bermuhasabah, dan melakukan isntrospeksi diri. Wulan dan Anton tanpa bisa ditahan, turut meneteskan air mata melihat hal tersebut.


"Mah.. selalu sebut nama Allah ma.. Berjuang untuk kesembuhan, kendalikan diri mama. Mama istri yang kuat, tidak mudah dikendalikan dan disakiti oleh makhluk-makhluk jahat." Andri turut berbicara untuk menyemangati istrinya.


Renita terus berjuang untuk melawan reaksinya, di depan matanya seeprti terlihat dia berjalan di ruang yayasan, kemudian berjumpa dengan Andini. Perempuan itu terus berusaha untuk melihat wajah Timmotius, namun sedikitpun wajah itu seperti bersembunyi, dan selalu tertutup dengan Andini yang sedang duduk di mejanya, menghadap ke barat. Hal itu terus terjadi berulang-ulang.


********


"Pak Andri.. lihatlah wajah ibu. Wajah ibu sekarang sudah terlihat bersih bukan..!" tiba-tiba ustadz meminta Andri melihat ke wajah istrinya.


"Iya pak, wajah istri saya menjadi lebih cerah, dan jujur ustadz.. menjadi sangat cantik.." Andri sontak tanpa sadar mengungkapkan apa yang dilihatnya.


"Jika tadi kita bandingkan ketika Ibu dan bapak baru datang tadi, sangat jauh berbeda. jika tadi kusam dan cenderung seperti ada bayangan hitam yang menutupi wajah ibu, saat ini sudah tidak ada lagi bukan." kembali ustadz berbicara.

__ADS_1


Andri tersenyum, dan terus memijat punggung istrinya, untuk memberinya semangat dan dukungan. Karena semenjak teridentifikasi ada kekuatan gelap di dalam tubuhnya, Renita sering menjadi melamun, was was, dan hal itu malah mempercepat atau membesarkan jin di dalam tubuh istrinya.


"Bagaimana ustadz.. apakah ada kiriman dari orang lain terhadap istri saya ustadz.." Andri mencoba mencari tahu.


"Sepertinya iya pak, tapi jujur saya tidak bisa melihat pak. Jika dulu saya masih bisa melihat karena memang saya mempelajarinya dari guru di Jawa Timur. Tetapi semuanya sudah saya buang pak, semenjak saya memutuskan untuk menjadi perukiyah syari'ah. Media yang digunakan untuk mengirim kepada bu Renita, melihat sifat dari yang dikeluarkan menggunakan media makanan dan minuman pak.." kata-kata ustadz menyadarkan Andri. Sebagai seorang pejabat di kantornya, istrinya tidak akan pernah bisa menolak makanan atau minuman yang tersaji untuknya.


"Mah.. mamah dengar sendiri kan. Besok lagi jika ada makanan yang diberikan oleh orang-orang yang terasa aneh, tidak perlu dimakan mah. Kasihkan saja kepada orang lain.." Andri menasehati istrinya.


"Jangan dikasihkan orang pak, tapi dibuang saja dan jika perlu dibakar untuk memusnkahkan sihirnya. Jadi yang perlu kita pahami bersama, media makanan atau minuman itu tidak selalu karena pemberian orang lain. Namun bisa juga makanan atau minuman yang kita bawa dari rumah.." Andri dan Renita saling berpandangan, mereka tidak bisa menerka apa yang dimaksud oleh laki-laki paruh baya itu.


"Maksud ustadz bagaimana, kami agak susah memahaminya." agar tidak menjadi multi tafsir, Andri bertanya tentang pernyataan ustadz.


Ustadz Abdurrahman mengambil nafas panjang, terlihat jika laki-laki itu juga tampak kelelahan. Hampir 2,5 jam, laki-laki itu terus merukiyah dengan membaca ayat-ayat suci tanpa capai. tetapi bagi orang yang bisa melihat, energi ustadz tersedot untuk melawan kekuatan yang tidak terlihat itu.


"Sifat jin itu kan sebenarnya angin pak, bu.. Ketika tanpa sadar kita membawa makanan atau minuman dari rumah, tanpa kita doakan sebelumnya. Begitu tempat makanan atau minuman itu dibuka, maka angin itu bisa masukĀ  menerobos ke dalamnya. Untuk itu ke depan, saya hanya bisa menyarankan pada ibu. Sebisa mungkin, ibu menjaga untuk tidak mengkonsumsi apapun ketika berada di kantor. karena sepertinya terindikasi jika kiriman itu dari kantor." ucap ustadz Abdurrahman menjelaskan.


*********

__ADS_1


__ADS_2