
Di samping Mension nampak jelas terukir senyuman kebahagiaan di wajah para wanita yang berkumpul disana, karena melihat bagaimana tingkah imut twins A yang mengajak adik adiknya untuk berbicara dan bermain di tengah hamparan rumput hijau di bawah sinar mentari pagi yang menyehatkan itu.
"Dedek Maila shayang, nanti waktu gede na halus jadi doktell yah, shepelti tatak Aalin yang tantik ini,"ucap Aarin tersenyum manis pada baby Maira yang di letakkan tengkurap di atas paha Putri, tak lupa Aarin yang sudah menjadi kakak tersebut menepuk halus bokong kecil sang adik perempuan nya itu.
"Iya kakak Aalin,"balas Putri dengan suara khas anak kecil membuat Aarin tertawa senang bertepuk tangan, kemudian ia beralih pada Lisa yang memangku baby Mauza.
"Halo dedek Mauja,"sapa nya dengan suara imut sambil melambaikan tangannya di depan wajah sang adik.
"Halo juga kakak Aarin,"balas Lisa menggoyangkan tangan baby Mauza seperti tangan orang yang menyapa.
"Dedek Mauja na tenapa cih hidung na mantung cekali, endak cepelti hidung na tatak Aalin,"tanya Aarin sambil memencet hidung sang adik membuat Aaron yang asik bermain dengan baby Maheer dan Alexa pun langsung memukul kencang tangan nya.
plakk
"Janan pencet pencet hidung na dedek Mauja, nanti hidung na peshek shepelti Aalin, jadi na nanti dedek Mauja na milip bule peshek Tan endak lutu,"sentak Aaron menatap kesal ke arah kembarannya itu.
Aarin yang mendengarnya pun ingin marah namun tak bisa, karena memang hidung nya pesek berbeda dengan hidung saudara nya yang lain, ia menatap Aaron dengan mata yang berkaca-kaca seperti lampu neon yang kehabisan baterai. "Aalon dahat putul Tanan Aalin, dan Aalon dahat bilangin hidung Aalin peshek,"balas Aarin dengan suara yang ingin menangis, namun ia langsung berubah ceria ketika mendengar perkataan seseorang yang baru datang..
"Hidung Aarin tidak pesek kok tapi cuma agak sedikit minimalis karena waktu kecil seperti nya ke injak kaki ayam,"ucap Brayen yang baru datang bersama Bryan dan Bilqis, ia begitu kesal melihat Aaron yang memarahi Aarin.
"Nah dengell Tan, hidung Aalin tu butan pesek but Ndak shenaja ke injak kaki ayam maca na jadi minimalis bedini,"cecar Aarin dengan nada sombong membusungkan dada nya sambil memijat hidungnya yang pesek itu.
"Sayang kok kamu tahu hidung nya Aarin ke injak kaki ayam waktu kecil?"tanya Bilqis membuat Putri langsung menatap Twins B menaikkan alisnya.
perasaan bukan ayam deh yang injak hidung nya Aarin, tapi kucing tetangga batin Putri bingung.
__ADS_1
"Kata papa gitu ma, karena dulu Brayen tanya sama papa kenapa hidung Brayen tidak mancung seperti papa dan Bryan, terus kata papa hidung Brayen nggak sengaja ke injak kaki ayam pas Brayen nya lagi papa jemur di pagi hari,"balas Brayen jujur, namun ia tak tahu bahwa papa nya berbohong karena frustasi setiap harinya Brayen selalu cemberut bila bertemu dengan orang orang yang memuji hidung Bryan yang mancung, dan itu membuat jiwa merayu nya agak terasa insecure.
Mendengar hal tersebut Bilqis langsung mengangguk kepalanya karena percaya begitu saja, sedangkan Putri, Alexa dan Lisa menahan tawa nya sekaligus kesal mendengar Kemal yang tega mengatai anak nya seperti itu.
"Haduh sayang kamu sudah datang, ayo sini gabung bersama kami,"ucap Lisa lembut tersenyum ramah seraya menepuk rumput di samping nya, mendengar ajakan Lisa membuat Bilqis langsung duduk di sampingnya, sedangkan twins B langsung berjalan duduk di samping Putri dan Alexa.
"Matanya cantik ya ma, biru nya seperti biru laut,"puji Bilqis sambil mengelus pipi chubby baby Mauza, membuat si empunya menggeliat.
Mereka semua nampak bahagia dan saling mengobrol satu sama lain tanpa adanya kecanggungan karena di antara mereka semua terdapat perselisihan umur, bahkan Lisa sekalipun merasa nyaman berbicara dengan para menantu nya itu. Sedangkan twins A dan B mereka langsung bangkit dan bermain bersama meninggalkan para orang tua mereka.
Di sisi lain tepat nya di taman belakang mension, Jimmy dan Chen nampak serius berbicara tentang bisnis dan perjalanan hidup mereka masing masing.
"Saya tidak menyangka bakal menjadi besan anda tuan Chen,"ucap Jimmy tersenyum ramah.
Tuan Chen benar benar berbeda dengan yang di beritakan, dia lebih friendly aslinya batin Jimmy kagum.
"Haha, kalau boleh tahu kenapa anda bersembunyi dari dunia luar tuan Chen."
"Saya hanya lebih senang menikmati waktu saya di rumah bersama putri saya saja, karena di umur saya yang sudah tua ini, saya ingin menghabiskan masa tua saya bersama putri saya, karena dulu saya berasal dari keluarga miskin tuan Jimmy, yang buat makan saja susah, hari hari nya saya harus bisa membagi waktu antara sekolah dan kerja sebagai penyemir sepatu orang tuan, saya tidak pernah punya waktu bermain layak nya anak yang lain, karena saya mengejar waktu agar mampu bekerja sekaligus mengerjakan PR tuan.
Sedangkan ibu dan ayah saya sudah meninggal di waktu saya berumur 8 tahun dan saya tidak memiliki sanak saudara, jadi saya harus bisa mencukupi kebutuhan saya dengan bekerja, hingga umur saya masuk ke 15 tahun saya masih bekerja sebagai penyemir sepatu, sehingga suatu hari saya bertemu dengan seorang turis dari Inggris hidup saya mulai berubah, saya di angkat menjadi anak oleh nya, bule tersebut mengajar kan saya tentang dunia pengusaha dan pembisnis.
Selama satu tahun bule tersebut berada di Cina untuk mengawasi pembangunan proyek nya, ia memperlakukan saya dengan baik, dialah yang merubah pola pikir saya tentang uang, saya berpikir hidup sebagai batang kara tak perlu ribet, karena tugas saya hanya mencari uang untuk sesuap nasi, dan ternyata itu salah, uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya tentang uang, bahkan hukum saja bisa kebal bagi mereka yang ber-uang dan itu adalah faktanya.
Setelah mendengar perkataan tersebut saya mulai serius bekerja bukan lagi sebagai penyemir sepatu, melainkan sebagai anak sekaligus tangan kanan bule tersebut, saya bertemu dengan banyak orang orang kaya di umur saya yang memasuki remaja, sehingga membuat saya termotivasi untuk bisa menjadi lebih hebat, kaya dari yang lainnya hingga puncak nya saya bisa menjadi pengusaha terkaya nomor 2 di dunia dalam jangka waktu 12 tahun.
__ADS_1
Jadi wajar bila saya istirahat dari dunia luar, karena dari kecil saya sudah bekerja dengan keras, sudah waktunya saya istirahat dan menikmati apa yang saya perjuangkan di masa muda dulu,"jelas Chen panjang lebar membuat Jimmy terharu dan kagum.
"Anda sangat hebat tuan Chen"puji Jimmy menatap kagum ke arah Chen.
"Saya tahu itu, dan saya juga tahu bahwa saya masih tampan, dan awet muda,"balas Chen menyombongkan diri nya sambil menyisir rbjt nya kebelakang dengan jarinya, membuat senyuman di wajah Jimmy langsung pudar.
nyesel aku memujinya batin Jimmy.
**bersambung.
hihihi kakak author balik lagi nih..
hayo mana hadiah nya 🥰🥰
Bantu author buat dapat rangking di karya terpopuler dan juga menang di ajang anak genius yah dengan cara.
like
coment
vote
hadiah+rate 5 yah kakak🥰🥰
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**
__ADS_1