
Setelah berbincang lama dengan Dito, akhirnya pak Danang pulang, ia sempat mengelus kepala Sena penuh kasih sayang membuat hati Sena terasa nyaman, sekarang tinggal Sena dengan Dito di dalam ruangan tersebut.
"Oom, ayo kita pulang,"ajak Sena yang tak tahan lagi dengan aroma rumah sakit.
"Kamu belum sembuh total Se, dan lagi !! kamu jangan panggil aku oom lagi tapi panggil aku sayang atau kakak,"tegas Dito membuat Sena menaikkan alisnya.
"Oom terlalu tua untuk menjadi kakak Sena karena yang bener itu oom cocok nya jadi paman Sena,"ejek nya membuat Dito memanyunkan bibirnya.
"Kenapa sih kamu tidak ada romantis nya jadi cewek Se, dimana mana orang pacaran itu manggil pasangan nya dengan sebutan sayang, honey, hubbie, sedangkan kamu manggil aku oom, yang benar aja Se! kamu tahu, kalau ada kambing bandot yang mendengar nya pasti mereka akan menertawakan ku,"sungut Dito panjang lebar membuat Sena berusaha menahan tawanya.
Mungkin bila pasangan lain, pria nya yang akan membuat si wanitanya kesal tetapi Sena dan Dito berbeda, setiap harinya Sena sangat suka melihat wajah Dito yang kesal padanya.
Oom cuma cemberut aja sudah ganteng, apalagi kalau tersenyum batin Sena terpana.
"Baiklah Sena akan memanggil om dengan sebutan yang lain,"ucap Sena serius membuat Dito tersenyum cerah.
"Apa itu Se,"tanya Dito langsung duduk di samping Sena di atas brangkar.
"Daddy,"ucap Sena membuat senyuman cerah di wajah Dito langsung pudar begitu saja.
Daddy!! emang Dito sugar Daddy!! dasar Sena, tahu saja kau bagaimana cara membuat Dito kesal.
"Panggil aku oom aja Se,"balas Dito datar, ingin bangun dari duduk nya namun Sena langsung memeluk erat tubuh Dito dari arah samping.
"Sayang jangan marah,"ucap Sena pelan mampu menggetarkan hati Dito.
Deggg degggg deggg
Bagaikan ada ribuan kupu kupu yang berterbangan di dalam perut Dito, pipi nya langsung memerah, jantungnya berdebar kencang seperti ingin keluar dari tubuh nya, ia menggigit bibir bawahnya agar tak berteriak kesenangan, selama mereka pacaran tak sekali pun Sena memanggil nya dengan sayang, bahkan Sena berbeda dengan gadis lain, tak sekalipun ia bertingkah manja dengan Dito.
__ADS_1
Padahal Dito sangat ingin Sena bermanja-manja dengan nya sama seperti istri para sahabat nya, tapi Dito juga mengerti bahwa Sena tidak terbiasa bersikap manja karena sedari kecil keadaan yang menuntutnya mandiri, keadaan yang melarang nya bermanja-manja, Dito sangat paham akan hal itu, menurut nya bila seorang wanita sudah terbiasa melakukan segala hal sendiri, maka sedikit demi sedikit sifat manja nya akan hilang pada dirinya, apalagi Sena yang dari kecil sudah kerja, bahkan lampu rumah rusak ia bisa memperbaiki nya sendiri, tanpa harus memanggil tukang.
Dito sempat terkejut di awal awal mereka pacaran, Sena pernah memperbaiki keran air nya yang rusak di apartemen, sungguh Dito sedikit takut, karena ia berpikir Sena pria atau wanita.
"Sayang,"panggil Sena lagi mengelus pipi merah Dito.
"Iya darling,"balas Dito cepat membuat Sena tertawa lepas.
"Hahahaha darling!! udah kaya lagu India aja om,"ejek Sena tertawa membuat Dito langsung kesal, ia menggelitiki perut Sena membuat si empunya menggeliat bagai cacing yang kepanasan.
"Berani kamu mengejek ku Se, rasakan ini,"ucap Dito yang tangannya menggelitiki perut Sena sedangkan bibir nya menyapu bersih wajah Sena.
"Hahahaha ampun sayang, ampun stop,"teriak Sena membuat Dito langsung menghentikan nya.
"Nah bagus Se, mulai sekarang panggil aku sayang karena kalau tidak aku akan memberi hukuman untuk mu,"tegas Dito menindih tubuh Sena.
Plak.
Plak.
Sena memukul dada bidang Dito, karena ia kehabisan nafas, Dito yang merasakan Sena yang mulai kehabisan oksigen nya pun melepaskan nya.
"Dasar dokter cab--eummms."
Dito kembali mencium bibir Sena, ia benar benar melakukannya dengan rakus, hingga beberapa menit ia melepaskan ciumannya.
"Itu hukumannya Se, jadi mulai sekarang tidak ada sebutan om apalagi dokter cabul, karena hanya ada sebutan sayang, kamu dengar Se,"tegas Dito membuat Sena langsung mengangguk kepalanya cepat.
Masa bodoh dengan sebutan sayang, karena bagi Sena sekarang Dito terlihat seperti singa yang kelaparan, sungguh Sena bergidik ngeri ketika melihat tatapan Dito sangat berbeda dari biasanya.
__ADS_1
*Dasar kang nyosor, dikira ini bibir jalan tol nenek moyang nya apa, main asal nyosor batin Sena kesal.
Shitt kenapa anaconda ku langsung on hanya karena berciuman dengannya batin Dito kesal*.
Sena yang merasakan sesuatu menusuk paha nya pun bingung dan penasaran, ia menggerakkan kaki nya ke kiri ke kanan membuat Dito menggigit bibir nya agar tak mengeluarkan suara merdu nya, tangan Dito meremas seprai, ia memejamkan matanya menikmati sentuhan p*ha Sena.
"Sayang, yang keras ini benda apa yah karena sedari tadi paha Sena seperti ditusuk tusuk kayu?"tanya Sena polos membuat Dito sadar, ia langsung bangkit dari tubuh Sena.
"Aku ke kamar mandi dulu Se,"ucap Dito berlari terbirit-birit ke kamar mandi, sedangkan Sena hanya bisa mengangkat bahunya karena ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada Dito.
Sedangkan didalam kamar mandi, Dito langsung mengeluarkan burung nya yang di beri nama anaconda.
Inilah nasib belum halal, terpaksa harus bersolo karir, andai Sena sudah sah menjadi istri ku, pasti aku bisa mengajaknya untuk berkolaborasi dengan hutan Amazon nya batin Dito mengumpat kesal.
Sedangkan ditempat lain, seorang pria sedang duduk termenung mengenang masa kecil nya yang kelam, dimana ia harus tinggal di jalanan dan mengemis serta memakan makanan basi yang berada di tong sampah, ia mengingat bahwa dirinya juga memiliki seorang adik perempuan, yang juga di buang oleh orang tua nya, ia mengetahui hal tersebut 10 tahun yang lalu, mungkin umur adiknya sekarang sudah berumur 17 tahun.
Ia tersenyum getir dikala mengingat ucapan terakhir yang di dengar dari orang tua nya.
Bahwa alasan ia dibuang adalah karena ia anak haram, mungkin itu juga menjadi alasan adiknya juga dibuang.
Apakah aku harus mencari adik ku yang malang itu batinnya tertawa lepas.
**Bersambung.
hai kakak author balik lagi nih ..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kak...boleh dong pagi pagi author minta kopi dari kakak semua biar author gak ketiduran pas ngetik🤭🤭🤭
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**
__ADS_1