
"Udah Ra, jangan nangis lagi karena sekarang ada aku yang bakal jaga kamu Ra,"ujar Leo menangkupi pipi Ara, ia. menghapus jejak air mata di pipi Ara.
cup
cup
"Nanti cantiknya hilang loh,"goda Leo setelah mengecup pelupuk mata Ara hingga membuat si empunya tersenyum kesal.
"Terus kalau Ara gak cantik kakak mau selingkuh gitu,"ketus Ara pura pura galak.
"Mungkin,"jawab Leo santai membuat Ara kembali menangis.
"Kakak hiks hiks." Leo langsung tertawa lepas, ia langsung menggendong Ara dan berlari masuk kedalam air laut.
ilustrasi.
"Hahahaha ini sangat menyenangkan kak,"pekik Ara langsung berubah girang dikala Leo menggendong nya seperti koala di dalam air.
"Jangan pernah menangis lagi Ra, karena itu membuat aku merasa tak berguna sebagai suami mu, aku merasa gagal membuat mu bahagia bila melihat mu menangis seperti tadi,"ujar Leo menatap lekat wajah Ara.
Ara yang mendengarnya pun langsung mengecup bibir Leo singkat, ia sangat bahagia melihat Leo yang sangat peduli padanya.
"Ara gak akan nangis lagi terkecuali kakak yang membuat Ara menangis,"balas Ara tersenyum lembut mengelus pipi Leo.
"Dan aku berjanji untuk tidak membuat kamu menangis Ra,"ujar Leo sungguh sungguh.
"Bagaimana bila suatu saat kakak tanpa sengaja membuat Ara menangis?."tanya Ara balik dengan nada yang serius.
"Maka aku berjanji akan membuat mu kembali tertawa Ra,"balas Leo membuat Ara tersenyum senang, ia pun langsung menghadiahi ciuman bertubi-tubi di wajah Leo seperti biasanya.
"Ingin cetak sekarang didalam air,"bisik Ara di telinga Leo membuat si empunya tersenyum senang.
"Tentu Ra aku ingin, si phoniex pasti akan senang karena merasakan nuansa berbeda,"balas Leo dengan semangat berapi-api.
"Kalau didalam air jangan panggil phoniex kak,"ujar Ara membuat Leo menaikkan alisnya.
"Terus apa?."
"Belut, hahahahha,"Ara tertawa lepas membuat Leo tak dapat lagi menahan hasrat yang di pendam nya.
"Baiklah Ra, maka akan ku perlihatkan kehebatan belut listrik ku,"ujar Leo menyeringai membuat Ara berhenti tertawa.
Glekk
__ADS_1
Aku membangun kan singa yang tertidur batin Ara.
***
Leo tersenyum puas melihat Ara yang terkapar tak berdaya dalam pangkuan nya, ia benar benar menghantam Ara dengan permainan yang benar benar di luar nalar Ara, bagaimana tidak Leo tidak membiarkan Ara beristirahat, disaat tubuh Ara sudah menegang bukannya berhenti sebentar tetapi malah melanjutkan lagi sehingga Ara terus m*nger*ng tak karuan di dalam air, Leo berhenti disaat Ara berkata sudah lelah.
"Apa kita langsung ke bioskop tuan,"tanya Bim polos.
"Kau gila Bim, masa orang habis enak enak langsung ke bioskop,"ketus Leo.
"Terus kita harus kemana tuan?"tanya Bim berusaha menahan kekesalannya.
"Kalau kamu habis enak enak sama istri mu terus melihatnya kelelahan kemana kamu pergi,"bukan menjawab Leo malah bertanya balik sehingga membuat senyuman polos nampak di wajah Bima.
"Ke rumah istri kedua tuan, lalu setelah istri kedua saya lelah maka langsung otw ke rumah istri ke--."
"Stop Bim, kita langsung menuju ke hotel,"potong Leo kesal membuat Bima cemberut.
Tadi tuan bertanya terus giliran di jawab malah kesal, memang bos selalu benar batin Bima menggerutu.
"Ohia Bim aku ingin kau mengungkap misteri siapa yang telah berani menodai istri ku 5 tahun yang lalu, aku ingin dalam waktu seminggu harus selesai,"tegas Leo dengan aura dingin membuat Bima mengangguk kepalanya cepat.
***
Leo menggendong Ara ala bridal style, ia membawa Ara masuk kedalam kamar nya dan langsung menuju kamar mandi, Leo memandikan tubuh Ara dengan air hangat dan penuh kelembutan agar Ara yang tidur kelelahan tidak terusik tidurnya. Setelah selesai Leo langsung memakaikan lingerie pada tubuh Ara, ia merebahkan tubuh sang istri nya dengan lembut di atas ranjang.
"Good dream my wife,"bisik Leo langsung merengkuh tubuh Ara dengan posesif.
Pagi menyapa bumi membuat sang Surya kembali hadir terbit dari ujung timur, sinar nya membuat seorang pria merasa terusik dari tidur indahnya, ia membuka matanya secara perlahan, senyuman tulus terukir indah di wajahnya dikala melihat sosok wanita yang terlelap menghadap ke arahnya, wanita yang telah berani membuat hatinya tunduk akan pesona polos dan manis yang di pancarkan oleh wanita tersebut.
Di belainya pipi wanita tersebut yang sekarang menjabat sebagai istrinya, tak lupa ia mengecup bibir mungil yang nampak menggoda itu.
Cup
"Kenapa ini sangat manis sih, bikin candu aja,"gumam Leo menyentuh bibir Ara, ia menarik bibir Ara dan memelintir nya membuat kesenangan sendiri bagi Leo karena mempunyai mainan baru.
"Hehe ini menyenangkan,"tawa Leo pelan menarik bibir Ara.
"Eughh,"lenguhan Ara terdengar manis di telinga Leo, ia tak menyangka bila cinta bisa membuat nya bisa gila seperti ini, bagaimana bisa mendengar lenguhan dari wanita yang ia cintai bisa membuat hati nya bergetar tak karuan.
Andai aku tahu jatuh cinta dapat membuat hati ku senang seperti ini pasti dari dulu aku akan jatuh cinta dengan berbagai wanita, pasti sangat menyenangkan punya mantan banyak batin Leo menghayal nakal.
"Ra, bangun ini sudah pagi loh, katanya kamu mau shopping,"ujar Leo dengan suara serak memencet hidung Ara.
"Sebentar lagi,"balas Ara dengan suara parau karena hidung nya di pencet Leo.
"Kamu mau bermain dengan si phoniex atau bangun sekarang Ra,"ancam Leo menyeringai membuat Ara langsung membuka matanya lebar.
__ADS_1
"Ayooo mandi kak,"ajak Ara tanpa sadar membuat Leo terpekik senang.
"Ayoo."
"Eh maksudnya Ara mau mandi,"ralat Ara menggeleng kepalanya cepat karena bulu kuduk nya meremang dikala melihat senyum mesum terpampang di wajah Leo.
"Aku cuma dengar kamu mengajak ku mandi bersama Ra, selebihnya aku tidak dengar lagi,"balas Leo tersenyum penuh arti lalu menggendong tubuh Ara.
"Kakak Ara masih lelah loh,"ujar Ara dengan mata puppy eyes berharap Leo tidak berbuat macam-macam.
"Aku tahu Ra, oleh sebab itu kita akan mandi berdua agar aku bisa memandikan mu,"balas Leo santai memasukkan Ara kedalam bathtub, ia langsung mengisi bathtub dengan air hangat, setelah selesai ia langsung membuka baju Ara dan baju nya hingga tubuh keduanya polos.
Cup.
"Kakak kenapa main nyosor aja sih,"sungut Ara pada Leo yang sering kali mencium nya secara tiba tiba.
"Bibir mu sangat manis Ra makanya aku tidak tahan,"balas Leo membuat Ara mencebikkan bibir nya.
"Yang manis itu gula kak bukan bibir Ara,"ketus Ara memejamkan matanya karena tangan Leo sudah bermain dengan squishi nya.
"Asalkan kamu tahu Ra, kalau saja gula tahu seberapa manis nya dirimu maka sungguh dia akan bertekuk lutut di depan mu karena merasa malu pada senyuman mu yang terukir manis bak madu asli,"gombal Leo membuat Ara tersenyum senang.
Cup
cup
cup
Ara menghadiahi Leo ciuman sangat banyak di wajah nya karena ia sangat senang mendengar rayuan maut Leo.
"Di sini tidak di cium Ra,"tanya Leo menunjukkan sesuatu yang tegak bak tiang listrik di bawah sana membuat Ara langsung menutup mulutnya.
"Kak kenapa ada tiang Telkom di dalam air,"teriak Ara reflek memukul si phoniex yang berubah menjadi belut listrik di dalam air.
Plakk
"Akkkkk phoniex ku,"teriak Leo menjepit paha nya.
**Bersambung.
hihihi author balik lagi nih..
hayoo dukung author dengan cara like coment vote dan beri rating 5 agar author semangat up nya yah..
Mau lagi?? like dan vote kakak, gratis kok🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰**
__ADS_1