Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Pertemuan Sena dan Twins AB


__ADS_3

Seorang gadis cantik sedang menunggu seseorang di depan pintu gerbang sekolah, terlihat sekolah tersebut tampak ramai oleh anak anak yang berlalu lalang, hiruk pikuk sekolah tersebut di iringi oleh suara ketawa anak anak kecil berusia sekitaran 5 atau 6 tahun.


"Apa benar yah, mereka sekolah disini,"gumam wanita tersebut yang tak lain adalah Sena.


Semalam setelah perdebatan panjang lebar dengan Dito, akhirnya ia pun memilih menuruti perintah Dito untuk menginap di rumah sakit, ia tidur satu brangkar bersama Dito, dan di saat pagi tiba Dito sudah mengizinkan Sena pulang dengan syarat ia kembali tinggal bersama dengan Dito di apartemen.


Awalnya Sena menolak namun apalah daya baginya yang tak bisa melihat wajah Dito cemberut dengan nada bicara yang terkesan dingin dan datar, sungguh Sena tak sanggup karena baginya senyum di wajah Dito termasuk kebahagiaan nya.


Ia meminta izin pada Dito untuk pergi ke suatu tempat dengan alasan ada hal penting yang harus Sena lakukan, Dito pun mengizinkan nya dengan syarat Sena pergi bersama sopir pilihan Dito yang ternyata seorang wanita ahli beladiri, jadi bila suatu hal buruk terjadi pada Sena nanti ada yang akan melindungi nya.


***


"Baiklah anak anak, sudah waktunya pulang mari masukkan buku buku kalian kedalam tas, yang rapi yah,"ucap Bu guru bertubuh gendut.


"Baik Bu,"jawab anak anak tersebut serempak.


"Aarin pulangnya bareng kami yah,"ajak Brayen sambil menggandeng tangan Aarin.


"Ndak bisa Blayen, Aalin haluss pulang ke lumah sendili kalena dedek Maheer ladi shatit..,"tolak Aarin menggandeng tangan Bryan membuat Brayen cemburu.


Plak


"Jaga tangan mu Bry, bersikap sopan lah pada kakak ipar mu,"ketus Brayen malah memukul tangan Bryan.


Plak


"Blayen Ndak boleh jahat jahat sama adik shendili..,"balas Aarin memukul tangan Brayen membuat si empunya meringis kesakitan.


"Hahaha tahu rasa kau Bray,"ejek Bryan menjulurkan lidahnya.


"Aalinn...,"panggil Aaron membuat mereka bertiga menoleh ke arah nya.


"What,"tanya Aarin menaikkan alisnya.


"Itu shepelti kakak tantikk...yang kita tolong dulu kan,"ucap Aaron menunjuk ke arah Sena yang berdiri di depan pintu gerbang.


Aarin dan twins B langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Aaron, terlihat Sena memakai baju kemeja berwarna pink dipadu dengan celana jins berwarna putih, dengan sepatu kets berwarna putih, tak lupa rambut nya di kuncir kuda.


"Cantik,"gumam Bryan mampu di dengar oleh Aaron.


"She's mine ( dia milikku),"ucap Aaron dingin membuat Bryan mencebikkan bibir nya.

__ADS_1


"Ngomong opo toh sampeyan, gak mudeng aku nya,"ketus Bryan membuat twins A memiringkan kepalanya polos karena tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Bryan.


"Yok Aalin kita sampelin Tante tantikk na,"ajak Aaron menarik tangan Aarin berlari menuju Sena.


"Ayo Bray,"ajak Bryan ingin menggandeng tangan Brayen namun.


"Pergi saja kau,"balas Brayen kesal menepis tangan Bryan lalu beranjak menyusul twins A.


"Cih, kau benar benar mirip paman Leo, tidak mau di sentuh oleh laki laki,"kesal Bryan menghentakkan kakinya ke tanah.


Sedangkan di sisi Sena, ia tersenyum lega ketika melihat wajah 2 bocah adik kakak yang pernah menolongnya dulu, ia melambaikan tangan ke arah mereka untuk menandakan bahwa Sena memanggil mereka, kedua bocah tersebut pun langsung berlari ke arah nya.


"Halo dek,"sapa Sena lembut mengelus kepala kedua bocah tersebut yang tak lain adalah twins A.


"Halo juga kakak tantikk,"balas mereka tersenyum manis.


"Kakak kesini ingin berbicara sesuatu pada kalian apa boleh,"tanya Sena ragu ragu.


"Halo kakak cantik,"sapa Bryan yang baru sampai, sedangkan Brayen terpana melihat kecantikan Sena yang nampak alami, membuat dirinya tanpa sadar mengucapkan sebuah kata yang membuat seseorang menatap kesal ke arah nya.


"Cantik banget,"gumam Brayen tanpa sadar.


"Cantik Aalin apa kakak ini?"tanya Aarin dingin membuat Brayen tersentak kaget.


"Hehe tentu Aarin lah,"balas Brayen cepat merangkul lengan Aarin.


Plak.


"Bukan muhrim,"ketus Aaron memukul tangan Brayen.


"Cium boleh?"tanya Brayen polos karena ia pernah bertanya pada Aarin yang pernah mengatakan bahwa kalau cium tidak apa apa.


"Ku tembak kau,"ancam Aaron menodongkan pistol mainan nya ke kepala Brayen.


"Haduh...janan libut.. kakak tantikk ini mahu ngomong sesuatu,"teriak Aarin kesal.


"Maaf,"jawab mereka serempak.


Sedangkan pak Jang yang baru sampai lun langsung turun dari mobil untuk menemui twins A dan B, ia merasa khawatir ketika melihat ke empat aset keluarga Lemos dan Lubis sedang berbicara dengan orang asing.


"Selamat siang tuan muda, nona muda, ayo mari kita pulang karena nyonya Putri sedang menunggu tuan dan nona muda pulang,"ajak pak Jang lembut namun penuh wibawa.

__ADS_1


"Kalian sudah mau pulang ya dek, gak bisa dong kita lanjutkan bicara nya,"ucap Sena sedih membuat Aarin tak tega melihat nya.


"Kakak ke lumah kami aja gimana, biall shekalian Aalin kenalin sama mommy na Aalin,"ajak Aarin tersenyum, membuat Sena ragu ragu apalagi ia merasa risih dengan tatapan pak Jang yang memandang nya dari atas sampai bawah.


"Baiklah kakak mau,"balas Sena mantap, karena bagaimanapun ia yang membutuhkan twins A, tak lupa ia mengirimkan pesan pada Dito dan sopir nya agar tidak menunggu Sena lagi.


"Ayo masuk,"ajak Aarin menggandeng tangan Sena untuk masuk kedalam mobilnya, namun sebuah suara membuat nya melengos ke belakang.


"Tuan muda Brayen, Bryan mari kita pulang,"ucap om Yogi yang baru sampai.


Kenapa wajah oom itu sangat mirip dengan ku batin Sena bingung.


"Ayo kak,"ajak Aarin tak sabar membuat Sena pun langsung masuk kedalam mobil bertepatan dengan om Yogi yang melihat ke arah nya, namun sayangnya om Yogi tidak dapat memandang wajah Sena.


"Baik om,"ucap twins B serempak langsung masuk kedalam mobil mewah mereka.


Kenapa punggung nya seperti tidak asing bagi ku batin om Yogi penasaran.


***


"Kakak puna kakak laki laki ndak?"tanya Aaron tiba tiba setelah memperhatikan wajah Sena dengan intens.


Sena menaikkan alisnya ketika mendengar pertanyaan Aaron.


"Kakak anak tunggal dek, jadi kakak tidak punya kakak,"jelas Sena lembut mengelus kepala Aaron membuat si empunya merem melek.


"Tapi kakak milip banget Shama om Yogi...,"balas Aaron membuat Sena mengernyitkan dahinya.


"Benell, kakak milip banget sama om Yogi,"pekik Aarin setuju.


"Siapa om Yogi dek?"


"Oom nya Brayen dan Bryan kak,"jawab Aaron.


"Apa oom yang tadi menjemput teman kalian itu?"tanya Sena berusaha memastikan.


"Heum, thats right kak,"jawab keduanya serempak mengangguk kepalanya.


**Bersambung.


hai kakak author balik lagi nih...

__ADS_1


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah**..


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰


__ADS_2