Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Ketakutan dua gadis


__ADS_3

Setelah drama ikan terbang dan Korea yang di buat Dito dan Balqis, kediaman keluarga Lemos berubah menjadi kumpulan lelaki lambe turah yang di pimpin oleh Leo.


"Aku tidak menyangka ternyata pacar Dito daun muda beserta pohonnya,"ungkap Leo menggeleng kepalanya tak percaya.


"Kau benar Le, ternyata pacar Dito berasal dari keluarga kaya juga,"balas Arka mengangguk kepalanya.


"Mungkin tak lama lagi dia akan melamar gadis itu,"ucap Dimas di angguki oleh yang lain terkecuali Kemal.


"Tapi aku sih no yah, karena aku melihat ada bawang nya dalam hubungan mereka di tambah kehadiran si Togi togel itu, aku yakin jalan Dito untuk menuju sarang anaconda nya pasti akan di terpa angin topan,"ujar Kemal membuat mereka semua saling pandang satu sama lain.


"Kalau aku sih yes, karena aku yakin Dito pasti bisa meluluhkan hati si Togi togel itu,"sanggah Leo, si cerdik Arka langsung menyeringai lebar melihat dua sahabat nya yang berbeda pendapat.


"Mari bertaruh siapa yang benar akan mendapatkan keuntungan,"ujar Arka membuat mereka semua tersenyum lebar.


"Aku bertaruh 50 persen saham ku untuk kemenangan Dito,"lanjut Arka.


"Aku bertaruh 80 persen untuk kemenangan Dito,"ujar Leo yakin.


"Aku bertaruh 50 persen untuk kekalahan Dito,"ucap Dimas mantap.


"Aku berta--"


"Bagus yah, kami para istri capek mengurus anak sedangkan kalian para bapak bapak malah asik bertaruh,"potong Bilqis menyilangkan tangannya di depan dada begitu juga dengan Alexa, Putri, dan Ara mereka saling menatap tajam wajah suami mereka masing masing.


Glekk.


Gawat, jatah ku bisa hilang batin mereka serempak.


"Honey, apa benar kamu ikutan bertaruh hmm,"tanya Putri dingin membuat Arka langsung menggeleng kepalanya cepat.


"Enggak kok sayang, Leo yang jadi biang kerok nya, dia mengajak kami bertaruh, benar kan Mal, Dim,?"bohong Arka membuat Kemal dan Dito langsung mengangguk kepalanya cepat, bodoh amat tentang kejujuran yang penting mereka bisa mendapatkan jatah nanti malam.


Sedangkan Leo ia langsung shock mendengar Arka menuduh nya, bahkan Kemal yang paling jujur pun ikutan berbohong, begitu juga Dimas yang terkenal cerdik pun ikutan.


Dasar sahabat laknut, lempar batu sembunyi tangan batin Leo marah.


"Sayang,"panggil Leo bangkit berjalan mendekati Ara yang menatap nya tajam.


"Apa benar yang dikatakan mereka kak?"tanya Ara dingin.


"Sumpah demi si Arka yang jadi duda, semua yang dikatakan oleh Arka itu bohong sayang, aku tidak mungkin berani mengajak mereka bertaruh karena aku sudah insyaf,"ucap Leo lantang membuat Arka tersedak ludahnya.


"Kau menyumpahi ku Le, mau mati kau yah,"sentak Arka marah ingin menempeleng kepala Leo namun dengan cepat Leo menghindar dan malah memukul kepala Arka.

__ADS_1


"Paman Leo,"teriak Aarin yang baru datang seraya menggendong kucing nya yang diberi nama si Dini.


Mati aku batin Leo pasrah.


"Sayang hiks, kepala Daddy di pukul sama paman mu, Daddy pusing sayang,"Rajuk Arka berakting dengan mata yang berkaca-kaca seolah olah bahwa dia adalah korbannya.


Oh Arka kau sangat pandai berakting, tapi tahukah kau ada seseorang yang berteriak kesal menyebut nama mu dalam hatinya karena takut akan amukan anak mu.


Aarin langsung menatap tajam ke arah Leo seolah olah ingin menguliti nya hidup hidup.


"Paman Leo, apa benell yang di kutukan Daddy na Aalin hemmm,"tanya Aarin sambil membelai bulu bulu si Dini.


"Katakan sayang, bukan kutukan,"ralat Arka.


"Shut up Daddy,"ucap Aarin dingin.


Ini anak siapa sih, kenapa sangat mirip dengan boneka Annabelle batin Arka ngeri.


"Sekarang drama nya berganti jadi genre horor,"gumam Leo namun dapat di dengar oleh yang lain membuat mereka semua menahan tawa nya.


"Aarin mau beli baju dokter yang baru sayang, paman kemarin sempat melihat baju dokter anak keluaran terbaru dari perusahaan sahabat paman, Aarin mau?"tanya Leo yang berusaha bernegosiasi dan benar saja senyuman polos langsung terpampang nyata di wajah Aarin.


"Hehe Aalin mahu paman,"balas Aarin cepat langsung berjalan menurunkan si Dini lalu merentangkan tangannya meminta Leo untuk menggendong nya.


"Daddy ndak boleh cengeng dad, malu di lihat dedek Mauza,"ucap Aarin santai membuat Leo dan yang lainnya tertawa lepas sedangkan Arka langsung berubah masam wajahnya.


"Ayo paman, kita beli shekalang baju doktell na,"ajak Aarin di angguki oleh Leo.


"Ayo."


"Paman kami juga ikut yah,"pinta Aaron dan twins B yang sedari tadi diam saja.


"Baiklah boy, ayo kita berangkat sekarang,"ajak Leo membuat ketiga bocah tersebut terpekik senang.


"Asikk kita belanja mainan,"teriak ketiga bocah tersebut.


"Sayang minta yang banyak mainan nya karena om Leo lagi banyak uang,"ucap Arka menyeringai.


"Pasti Daddy, shekallian shama toko na nanti kami minta,"balas Aarin membuat perasaan Leo tak enak.


"Hubbie, kita juga ikut kak Ara dan om Leo belanja juga yah,"pinta Bilqis bergelayut manja di lengan Kemal.


"Baiklah sayang, kita ikuti mereka,"balas Kemal mengacak-acak rambut Bilqis gemas, membuat Alexa dan Putri yang melihatnya merona.

__ADS_1


"Kamu juga mau ku acak jilbabnya sayang,"tanya Arka polos di hadiahi pukulan halus oleh Putri.


"Kamu ini gak peka,"ketus Putri langsung berlari menuju kamar mereka mereka membuat Arka tersenyum lebar.


"Jinni si Joni datang,"teriak Arka berlari menyusul Putri.


"Sweetie,"panggil Dimas pelan membuat Alexa tersenyum lembut.


"Ayo,"ajak Alexa malu malu menggandeng tangan tangan Dimas masuk ke kamar pribadi mereka di mension Lemos, sedangkan Kemal dan Bilqis hanya bisa terkekeh geli dan langsung keluar dari mension Lemos.


***


Dalam perjalanan menuju mall besar di Jakarta, mata Leo yang sedang menyetir tak sengaja memandang ke arah kafe yang ternyata tempat om Yogi dan Dito melakukan baku hantam, begitu juga dengan Bilqis yang sudah berteriak histeris ketika melihat om Yogi menghajar Dito.


"Hubbie hentikan mobilnya,"teriak Bilqis panik membuat Kemal langsung menepikan mobilnya, begitu juga dengan Leo ikut memarkirkan mobilnya disamping mobil Kemal.


"Kakak,"teriak Ara dengan mata berkaca-kaca langsung turun dari mobilnya masuk kedalam kafe tersebut di ikuti oleh Bilqis dan para bocah.


"Berhenti..,"teriak Bilqis dengan suara cempreng nya membuat Dito dan juga om Yogi langsung memandang ke arahnya.


"Ara."


"Nona Bilqis."


"Kakak tidak apa apa, mana yang sakit hiks?"tanya Ara langsung panik membantu Dito bangkit sedangkan Bilqis langsung berlari memukul tubuh om Yogi bertubi tubi.


Bugh.


Bugh.


"Kenapa oom berkelahi hah...kalau oom mati bagaimana, siapa yang bakal jagain Bilqis,"teriak Bilqis marah seraya memukul tubuh om Yogi, Kemal yang melihat nya pun langsung menarik tubuh Bilqis menjauh dari om Yogi.


"Lepaskan hubbie,"teriak Bilqis memberontak.


"Om Yogi tidak akan mati karena Dito, tapi dia akan mati karena kamu yang tak henti-hentinya menghajar nya,"ucap Kemal lembut mengecup bibir Bilqis untuk meredakan amarah istri tercinta nya itu.


**Bersambung


hai kakak author balik lagi nih..


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰**

__ADS_1


__ADS_2