Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
perdebatan antara sahabat


__ADS_3

kemal dan Arka yang mendengarnya pun hanya bisa menghela nafas nya, karena ia tahu bagaimana sifat Dimas, ia akan membenci siapapun yang berani menyakiti orang yang di sayang nya.


"dengarkan dulu penjelasan ku dim"ucap kemal lembut, berusaha menenangkan Dimas yang emosi, bagaimana Dimas tidak emosi, bayangkan saja bagaimana baiknya kemal, ia tak pernah kasar pada laki laki ataupun wanita, ia adalah sahabat kesayangan mereka (Leo,Dito, Arka)karena sikapnya yang ramah, menyenangkan dan bijak, hatinya sakit dan marah dikala tahu bagaimana kehidupan kemal setelah bangkrut dulu, dan sekarang wanita yang meninggalkan kemal saat terpuruk dulu kembali, dan berusaha mendekati sahabatnya ini, cih jangan coba coba karena Dimas sekarang selalu di samping kemal, bukan hanya Dimas tetapi yang lainnya juga.


"apa yang harus ku dengar mal, dia bekerja sebagai pengasuh anak anak mu sekaligus sebagai ular yang sangat berbisa, yang akan siap menggigit mu kapan saja, apa kau tidak bisa belajar dari masa lalu mal, dia mau menjadi pengasuh mu itu hanya sebagai kedoknya saja, dia ingin mendekati mu lagi mal, kau tahu kan kalau dia model papan atas di Kanada, pasti ada sesuatu di balik datang nya ia kepada mu mal, aku tidak tahu harus berkata apa lagi mal, Bagaimana bisa kau memelihara ular wanita seperti dia nantinya, kami semua tahu kau orang yang bijak dalam mengambil keputusan, dan kau juga bukan orang bodoh yang bakal bisa di tipu dua kali"terang Dimas panjang lebar berusaha menahan emosi nya.


Arka hanya diam saja, ia membiarkan Dimas meluapkan emosinya, tidak ada gunanya bila ia ikut berbicara yang ada suasana semakin tegang nantinya, dan ia juga tahu bahwa maksud Dimas adalah demi kebaikan kemal, tapi Arka juga tahu bahwa kemal punya maksud lain dari tindakan yang di ambilnya ini.


"aku tahu itu semua dim, tapi ini aku lakukan hanya untuk membuat anak anak ku setidaknya merasakan kasih sayang ibunya, aku ingin mereka tak membenci lagi Rosa, aku ingin mereka bisa menerima kenyataan pahit ini dim, aku tidak ingin anak anak ku mempunyai dendam dan kebencian di hati mereka , aku ingin mereka ikhlas dengan kenyataan bahwa ibu mereka tidak menginginkan kehadiran mereka, aku ingin mereka menjadi pribadi yang bijak dan ikhlas,


begitu juga dengan Rosa, aku ingin hatinya bisa luluh dan bisa menerima anak anak kami, aku ingin dia melihat bagaimana mandiri nya anak anak yang di kandung nya dulu, aku ingin setidaknya ada secuil saja rasa sayang nya untuk anak anak hadir di dalam hatinya, itulah sebabnya aku membiarkan dia bekerja sebagai pengasuh Brayen dan Bryan, agar hatinya suatu saat terbuka karena sering bersama mereka"jelas kemal panjang lebar, namun Dimas juga tak mau mengerti.


"lalu disaat ada secuil rasa itu, kau mau menerimanya kembali begitu"sarkas Dimas.


"dim..


"jangan samakan hati orang lain dengan hati mu mal, meskipun itu anak mu sendiri, bagus bila yang kau katakan itu terjadi, yang dimana Rosa sayang pada anak anak kalian begitu juga dengan anak anak mu, tapi bayangkan bila yang terjadi malah sebaliknya, Rosa berlaku kasar pada anak anak mu di luar pengawasan mu, bagaimana hancurnya perasaan anak anak mu yang masih kecil, kau tidak bisa memaksa anak anak yang masih balita untuk mempunyai hati yang tegar dan pikiran dewasa mal, jangan menambah luka lagi untuk anak anak mu, dengan memberikan harapan bahwa ibu mereka akan bisa menyayangi mereka suatu saat nanti mal, itu sangat tak adil untuk mereka"ucap Dimas menekankan perkataan nya.


belum kemal menjawab, Arka lebih dulu memotong nya.


"benar apa yang Dimas bilang mal, apa kau tahu anak anak mu itu sangat pandai memakai topeng di depan mu, apalagi Brayen ia sangat pandai mengubah ekspresi nya, ia selalu tersenyum dan ceria di depan mu, tapi tahukah kau bahwa ia selalu menangis di belakang mu, aku pernah sekali memergokinya disaat ia menangis mal....


flashback


"mommy lihat ini, aalon menggambal Daddy, mommy glandma, glandpa and aalin"teriak Aaron berlari kecil menuju dapur Lisa dan putri yang sedang memasak.


putri dan Lisa pun menghentikan pekerjaannya dan langsung menunduk mensejajarkan tingginya dengan Aaron.

__ADS_1


"wahhh anak mommy sangat pandai menggambar nya, apa ini pr dari Bu guru"tanya putri mencium pipi Aaron.


"yes myy, ini PL Dali Bu gullu untuk menggambal keluallga"ucap Aaron senang.


sedangkan di sudut dapur, Brayen mengintip itu semua sambil memegang sebuah kertas, air matanya mengalir deras di pipinya, kemudian ia berlari ke belakang mension, ia menekuk lututnya menangis sesenggukan.


"ya Allah, Brayen juga mau punya mama, tidak apa apa bukan mama kandung, mama baru pun boleh, Brayen iri dengan Aaron ya Allah hiks hiks, Brayen juga mau di peluk mama, di mandikan sama mama, dan di masakin mama, malam nya tidur peluk mama, dan paginya mama memberi bekal untuk di bawa ke sekolah hiks hiks"lirih Brayen menangis sesenggukan, ia tak menyadari bahwa Arka mengikutinya sedari tadi di dapur.


Arka yang ingin menghampiri putri di dapur pun tak jadi dikala melihat sosok mungil tersebut mengintip layaknya pencuri, hingga tiba tiba ia penasaran dikala Brayen berlari kencang ke belakang mension.


kring kring


bunyi ponsel Brayen, yang selalu dibawa nya karena Brayen suka bermain hp.


"papa"gumamnya, Arka yang ingin menghampiri Brayen pun tak jadi, ia masih setia berdiri tak jauh dari Brayen.


"halo pa, ada apa"ketus Brayen pura pura kesal.


"tidak, Brayen tidak nangis, tapi Brayen kebanyakan minum air es pa, makanya suaranya parau"jawab Brayen seraya menjauhkan hp nya, karena ia kembali menangis.


"yasudah pa, Brayen mau main dulu sama Aaron, assalamualaikum pa"ucapnya langsung mematikan telepon nya.


"huff, kalau papa tahu aku nangis pasti papa bakal sedih, ayo Brayen jangan nangis lagi, kamu itu kuat, sabar aja 3 tahun lagi doa mu bakal sampai, seperti kata papa"ucapnya memberikan semangat pada diri sendiri, kemudian ia langsung berlari masuk ke mension kembali.


flashback off.


"terkadang apa yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan mal, anak anak mu itu sangat menyayangi mu, mereka tahu bagaimana kerasnya kamu bekerja demi menghidupi mereka, mereka juga tahu bagaimana lelah mu disaat harus menjadi dua sosok, yaitu papa sekaligus mama buat mereka, mungkin di depan mu mereka selalu mengangguk setiap perintah mu dengan senyuman, tapi di dalam hati kecilnya itu ada sebuah jarum yang tertancap menyisakan luka yang dalam, apa kau mau anak anak mu trauma akan pernikahan nantinya, mereka takut menikah karena akan terluka seperti mu mal"jelas Arka panjang lebar membuat, hati kemal terluka hingga mata nya memanas dan langsung menangis seperti anak kecil,

__ADS_1


ia tak sanggup lagi memendam ini semua sendiri, ia ingin menceritakan semua yang di rasakan nya sekarang pada dua sahabat nya ini, sudah cukup ia berpura pura tegar, sudah lama ia memendam rasa ini sejak orang tuanya meninggal disaat ia menduduki Pendidikan SMP.


"Ar, dim, aku...


cklek.


"kalian tidak mengajak kami bergabung...


**bersambung.


hiks hiks..


author nangis waktu nulis ini.


bagaimana penderitaan seorang anak


tanpa kasih sayang dari ibunya.


dan bagaiman menderita nya kemal


harus menanggung beban sendiri di waktu SMP, tanpa keluarga di sisinya..


mohon beri semangat buat duda tampan kemal, dengan cara like coment vote dan beri rating 5...


di tunggu yah kakak..


biar kemal lanjut ceritanya 🙏😭😭😭

__ADS_1


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**


__ADS_2