
Jimmy yang melihat perdebatan itu pun langsung melerai nya..
"Brayen,,Bryan,, Aaron jangan marahi Aarin dia itu masih kecil dan juga dia perempuan kalian sebagai lelaki harus bisa menghargai mereka yang perempuan bukan malah memarahinya"tegas jimmy menggendong Aarin yang sedang menangis
"but aalin na nakall glandpa"ketus Aaron kesal apalagi melihat Aarin yang menjulur lidah ke arah mereka..
"iya tapi kan aarin masih kecil sayang"ucap jimmy lembut
"kami juga masih kecil grandpa tapi tidak nakal seperti Aarin"balas Brayen yang tak tahan melihat Aarin yang pura pura menangis..
"huwaa glandpa aalin Ndak nakall hiks aalin tadi cuma Ndak shenaja shepak embell na kalena tati na aalin pedall pedall"elak Aarin pura pura menangis mengadu pada jimmy bahwa kaki nya tadi pegal..
"pedal pedal emang gas yang punya pedal"ketus Brayen geram
"sudah sudah ayo kita masuk makan siang setelah itu bobo siang kita"ucap jimmy yang pusing dengan tingkah twins..
"yeeee matan..."teriak Aarin girang berubah menjadi ceria membuat mereka semua geleng geleng kepala
mereka pun masuk kedalam mension dan ikut makan siang sedangkan Brayen matanya sudah celingukan mencari ukhti cantiknya yang tidak ada di meja makan..
"Brayen kamu cari siapa sayang"tanya Lisa lembut yang sedari tadi melihat Brayen celingukan
"ukhti cantik nya mana grandma kok gak ada"tanya Brayen pada Lisa..
"ukhti nya sedang ke kantor paman untuk mengantarkan bekal"jawab Lisa membuat Brayen murung..
"huff kenapa harus di antar sih bekalnya grandma padahal kan paman sudah tua jadi bisa cari makan sendiri"ujar Brayen cemburu
"Daddy Ndak tua jablik..."ucap Aarin kesal karena mendengar Brayen mengatai Daddy tercinta nya..
"terus apa dong kalau bukan tua"
__ADS_1
"Daddy cuma Ndak muda ladi...jadi butan tua"ralat Aarin membuat jimmy dan Lisa terkekeh karena Aarin sangat tidak bisa kalau mendengar siapapun mengatai Daddy nya ..
Brayen yang mendengar nya pun memutar bola mata jengah karena ia sedang tidak ingin berdebat dengan Aarin ia masih kesal karena ikan nya tadi pada balik lagi ke danau..
mereka pun melanjutkan makannya setelah itu Lisa membersihkan Aarin dan mengganti popok nya begitu juga Jimmy yang menggantikan popok ketiga bocah laki laki tersebut... mereka semua hanya memakai Popok bila mau tidur saja sama seperti anak anak pada umumnya yang suka kencing saat tidur...
"sudah selesai cucu cucu grandma semuanya"tanya Lisa pada mereka berempat yang hanya memakai Pampers dan baju sinlet
"sudah/shudah"jawab mereka serempak
"yasudah ayo...Brayen sama Aarin tidur di puk puk sama grandma dan Aaron sama Bryan di puk puk sama grandpa oke"tegas Lisa lembut membuat mereka menganggukkan kepalanya.. mereka pun langsung naik ke kasur king size nya Lisa dan Jimmy..
hingga tak seberapa lama pun mereka tertidur pulas setelah menikmati sentuhan lembut di kepala mereka dari jimmy dan Lisa..
"mereka sangat lucu yah pa...mama senang akhirnya rumah ini ramai"ucap Lisa tersenyum haru melihat twins tidur nyenyak
"iya sayang... akhirnya dia kita terkabulkan"balas Jimmy memeluk hangat Lisa...mereka kembali mengingat di saat Lisa melahirkan arka yang saat itu lahir prematur karena Lisa yang pendarahan dan setelah melahirkan arka musibah menimpa Lisa yang dimana rahimnya terjadi kerusakan yang parah sehingga harus segera di angkat membuat Lisa terpuruk karena ia merasa sedih padahal ia dan Jimmy sudah berharap bakal punya anak banyak namun takdir tak mengizinkan mereka
hingga jam menunjukkan pukul setengah 4 membuat Aarin terbangun karena ia tidak bisa tidur lagi disebabkan oleh Brayen yang tidur nya lasak..
"huff...dashal jablikk tidul na geshel geshel cepelti ulat bullu"kesal Aarin memindahkan kaki Brayen dari perut nya kemudian ia menatap wajah polos ketiga bocah laki laki itu satu persatu hingga tak lama kemudian senyuman jahil terbit dari wajah manis Aarin
ia melihat kiri kanan layak nya maling yang takut ketahuan dan dilihatnya keadaan aman terkendali..ia segera menuju meja rias dan mengambil bedak dan celak nya Lisa..
"hihihi...ini balashan na kalena tadi bentak bentak aalin"ucap Aarin pelan tertawa cekikikan menutup mulut nya melihat wajah brayen yang penuh dengan bedak dan celak.ia sengaja menjahili Brayen karena ia kesal pada Brayen yang membentak nya tadi
setelah itu ia segera keluar kamar Lisa dan menuju kamar nya untuk tidur tak sengaja ia bertemu dengan pak yan kepala dapur
"pak yan...apa mommy na aalin and daddy shudah Puyang"tanya Aarin imut
"belum nona muda...nyonya masih di kantor tuan"ucap pak yan lembut membuat Aarin cemberut (si jinni sedang asik dengan si Joni 🙈🙉)
__ADS_1
"huff mommy kebiasaan pelgi ke kantol Daddy puyang na lama"omel Aarin meninggalkan pak yan yang tersenyum melihat tingkah laku Aarin yang lebih mirip dengan Lisa karena suka mengomel..
sedangkan di kamar Brayen yang terbangun karena ia merasakan popok nya penuh pun membuka mata nya perlahan dan melengos kiri kanan mencari Jimmy namun tak ada..ia pun keluar kamar tanpa melihat wajah nya..
ia berjalan ke taman belakang dengan mata yang masih merem melek hingga tak sengaja ia bertemu dengan para pelayan namun mereka semua langsung berlari ketakutan melihat Bryan membuat Bryan bingung namun ia tak memperdulikan nya...
"nah itu grandpa"gumam Brayen senang kemudian ia berlari dengan popok nya yang hampir melorot namun Bryan menahan nya dengan tangan...
"grandpa"teriak Brayen membuat Jimmy yang sedang menenteng kopi di tangan nya pun menoleh hingga ia terkejut melihat Bryan..
prangg
"TUYUL"teriak Jimmy berlari ketakutan
ilustrasi
"huwaa grandpa tungguin Brayen..Brayemln takut"teriak Brayen menangis lari ketakutan karena ia juga paling takut dengan hal mistis namun ia tak menyadari bahwa tuyul yang dimaksud Jimmy adalah dirinya..
**bersambung
hehe yang berasa di gantung kaya jemuran..
Maaf yah author lagi sibuk hari ini..
tapi author bakal usaha akan double up..
jadi yang rindu twins jangan lupa beri hadiah ya biar twins semangat nongol di bab berikutnya..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**