Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Belah Duren


__ADS_3

"Pasti Sena mau kak, Sena gak akan pindah rumah karena Sena masih mau berdekatan dengan kakak,"ujar Sena membuat om Yogi senang, namun tiba tiba pikiran om Yogi teringat tentang Elsa dan mama Dito


"Kapan sidang nya di mulai Se?"tanya om Yogi membuat Sena heran karena dia tidak pernah mengatakan perihal sidang pada om Yogi.


"Bagaimana kakak tahu?"


"Kakak tahu dari bawahan kakak, dan kamu tenang saja karena nanti akan kakak pastikan kamu akan menang dalam persidangan nantinya,"tegas om Yogi dengan mata yang penuh kemarahan dan kebencian membuat Sena sedikit takut, ia langsung mengelus pipi om Yogi lembut agar kemarahan kakak nya itu redam.


"Sena juga yakin kalau Sena menang kak, dan Sena minta kakak tidak menyuruh orang untuk membuat mereka kalah nantinya, karena Sena tidak ingin curang,"balas Sena lembut membuat sorot mata om Yogi yang tadinya dingin langsung berubah menjadi lembut.


"Baiklah Se,"balas om Yogi lembut namun berbeda dengan hatinya yang menyeringai kejam.


Kakak tetap memberikan mereka pelajaran Se, bahkan lebih dari yang mereka lakukan ke kamu batin om Yogi tertawa jahat.


"Mari kita tidur, karena besok kamu akan sekolah,"ajak om Yogi mengelus punggung Sena hingga tak lama kemudian Sena terlelap menikmati nikmatnya elusan tangan dari sang kakak untuk pertama kalinya.


Begitu juga om Yogi yang untuk pertama kalinya tidur dalam ketenangan karena ketakutan dan rasa sepi yang ada di relung hatinya selama ini hilang tak berbekas dan tergantikan dengan rasa bahagia yang tak bisa di lukiskan dengan kata kata.


Terimakasih Tuhan batin om Yogi bahagia.


Sedangkan di sisi lain, di sebuah rumah mewah tepatnya di kamar luas dalam rumah tersebut, terdapat seorang istri yang sedang berusaha membuat suami nya kembali tersenyum,dialah Ara dan Leo, sedari tadi pulang habis berbelanja bersama dengan twins AB Leo mendiaminya begitu saja membuat Ara sedih, apalagi ia sudah memakai lingerie seksi berwarna merah terang namun Leo rak bereaksi juga.


"Kakak marah sama Ara ya?"tanya Ara manja menggoyangkan tubuh Leo pelan yang sedang berpura-pura tidur.


Oh phoniex, kenapa yang di goyangkan tubuh ku malah kamu yang tegang batin Leo kesal.


Sedari tadi Leo berusaha menahan hasratnya agar tak menerkam Ara, ia ingin melihat apakah Ara masih peduli bila Leo marah, karena selama ini Leo tak pernah marah, jadi dia ingin tahu bagaimana cara Ara mengambil hatinya kembali, karena ia mengingat perkataan Arka dan yang lainnya, apabila mereka sedang marah maka istri mereka akan berubah menjadi penurut.


"Aku ngantuk,"ketus Leo berbalik tidur memunggungi Ara.


"Tapi Ara belum ngantuk,"ujar Ara langsung memeluk erat tubuh Leo dari belakang, bahkan tangan nya mengusap dada bidang dan perut kotak kotak Leo membuat si empunya bernafas naik turun.


Sabar, sabar, jangan bangun dulu phoniex, tunggu saat dia menyentuh mu maka akan ku obrak abrik isi sangkar nya untuk mu batin Leo.


"Aku capek Ra,"balas Leo datar dengan suara yang berat karena berusaha menahan hasratnya.


"Mau Ara pijitin biar gak capek?"tanya Ara lembut berusaha membuat Leo kembali cerewet seperti biasanya, sungguh Leo tak cocok dengan bersikap dingin, datar dan cuek pada Ara, ia rindu dengan Leo yang cerewet, manja dan usil.


"Gak usah."


"Ya sudah, Ara ambil minyak nya dulu yah,"balas Ara tanpa memperdulikan penolakan Leo, ia langsung bangkit menuju meja rias mengambil minyak zaitun.


"Ara buka baju nya yah,"ujar Ara lembut membuka kancing baju piyama Leo.


"Aku mau tidur Ra,"balas Leo dengan suara yang m*ndesah karena Ara duduk di atas si phoniex.

__ADS_1


"Kalau tidur tidur aja kak, biar Ara yang pijat kakak,"ujar Ara tersenyum penuh kemenangan dikala melihat Leo menggigit bibirnya, ia yakin sebentar lagi Leo pasti akan kembali manja kepadanya.


"Sssttt." Ara menuangkan minyak zaitun ke dada bidang Leo, ia mengusap dengan lembut, hingga usapan tersebut ke pusar Leo.


"Ara hmmmm,"d*sah Leo mencengkram erat seprei.


"Tidur saja kak, Ara tahu Kaka lelah seharian menemani double twins berbelanja hari ini,"balas Ara menyeringai kecil.


"Sudah cukup Ra, aku ingin tidur,"ujar Leo serak namun tak di gubris oleh Ara.


"Ara pengen denger lagu yang kakak nyanyikan tiap malam untuk Ara,"ujar nya membuat Leo membuka matanya perlahan.


"Bukannya kamu kesal mendengar lagu itu Ra?"tanya Leo menatap bingung Ara.


"Tapi Ara pengen denger sekarang kak,"ucap Ara manja merebahkan kepalanya di atas dada bidang Leo.


"Serius?"


"Serius kak." Leo pun langsung tersenyum lebar mengelus bokong Ara.


"Makan duren di malam hari paling enak dengan kekasih dibelah bang dibelah enak bang silahkan dibelah.


Jangan lupa mengunci pintu nanti ada orang yang tau pelan pelan dibelah enak bang silahkan dibelah...


Ah ah ah... yeah yeah yeah yeah


Semua orang pasti suka belah duren apalagi malam pengantin sampai pagi pun yoo wiss ben


Yang satu ini duren nya luar biasa


Bisa bikin bang ngak tahan


Kalo abang suka tinggal belah saja


Kalo abang mau tinggal bilang saja


Jangan lupa mengunci pintu nanti ada orang yang tahu


Pelan pelan di belah


Enak bang silahkan dibelah


Ah... ah... ah... yeah yeah yeah yeah


Semua orang pasti suka belah duren

__ADS_1


Apa lagi malam pengantin sampai pagi pun yoo wiss ben


Yang satu ini duren nya luar biasa


Bisa bikin bang ngak tahan


Kalo abang suka tinggal belah saja


Kalo abang mau tinggal bilang saja


Makan duren di malam hari


Paling enak dengan kekasih


Di belah bang di belah enak bang


Silahkan di belah," Leo bernyanyi lantang dengan tangan yang perlahan masuk kedalam baju Ara.


"Kenapa kakak bisa hafal betul lagu itu sih, apa karena kakak suka durian?"tanya Ara polos karena ia tak tahu apa arti lagu tersebut membuat Leo menyeringai.


"Iya aku suka durian Ra, tapi duriannya dari pohon yang hidup,"ujar Leo membalikkan tubuh Ara ke bawah, sudah cukup ia berpura-pura marah karena sekarang si phoniex yang marah jadi Leo harus menjinakkan si phoniex sebelum ia mengamuk.


"Emang ada pohon durian yang hidup kak?"tanya Ara lagi bingung dan setengah geli karena tangan Leo sudah bermain di area bawah.


"Ada."


"Dimana Ara juga pengen lihat kak?"balas Ara semangat.


"Pohon nya adalah kamu Ra, dan duren nya adalah ini,"ujar Leo tersenyum menyeringai seraya mengelus sangkar Ara.


"Ah."


"Ini dia durian nya sayang, dan aku akan membelah nya memakai pisau tumpul yang aku miliki,"ucap Leo langsung membuka celananya membuat Ara membusungkan dadanya dikala Leo memasukinya tanpa permisi.


"Kapan si phoniex berubah jadi pisau ahhhhh kakak,"teriak Ara penuh kenikmatan.


"Si phoniex ku elastis Ra, dia bisa berubah menjadi apapun yang aku mau,"balas Leo senang memompa tubuh Ara.


"Mari bergadang untuk menunggu duriannya jatuh sayang,"lanjut Leo tertawa lepas.


Hiks hiks awas kamu phoniex, andai kamu hidup pasti sudah ku sembelih dan ku jadikan rendang batin Ara menangis.


Bersambung.


**hai kakak jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..

__ADS_1


ini buat yang rindu dengan pasangan Leo dan Ara yah🤭🤭


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2