Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Kedatangan Twins AB


__ADS_3

"Sayang...aku...emm.."


"Aarin sayang...kamu tidak usah menuruti perintah Daddy tadi yah..kamu tidak boleh sadis apalagi kasar sama orang maupun hewan, karena hewan juga makhluk hidup sama seperti kita, kamu hanya boleh melakukan kekerasan hanya untuk keadilan, contohnya bila nanti waktu Aarin besar melihat ada orang di bully, atau di pukul maka Aarin bisa melakukan kekerasan pada mereka yang tukang bully itu, dengan catatan kamu sudah menyuruh mereka berhenti membully, dan juga disaat kamu di kasarin oleh orang lain, mama izinkan kamu melakukan kekerasan untuk melindungi kamu...ini juga nasehat untuk Aaron, Brayen dan juga Bryan mengerti,"tegas Putri lembut tersenyum manis pada mereka namun nampak horor bagi Arka.


"Mengerti ma/mengelti myy" ucap twins A dan B serempak.


"Dan untuk kamu honey, kamu harus ganti rugi atas kejahilan Aarin terhadap ikan koi dan juga si beo nya papa, karena Aarin begini juga karena kamu yang suka meracuni otak kecilnya itu,"titah Putri membuat Arka mengangguk cepat dan bernafas lega.


Untung hukumannya bukan puasa lagi batin Arka lega.


"Kesayangan mommy semuanya, nanti kalian berempat kalau sampai di rumah sakit, jangan buat ribut yah,,kalau bisa hibur paman Dimas, oke."


"Oke/otte."


Arka pun langsung menggendong Aarin dan Bryan sekaligus, karena Aarin dan Bryan sama sama mempunyai sifat manja.


Sesampainya di rumah sakit ke empat bocah itu langsung berjalan tegap masuk ke dalam rumah sakit, wajah Aaron dan Brayen berubah dingin dengan tatapan yang tajam sedangkan Bryan dan Aarin memasang wajah manis dan ramah, bahkan tak jarang mereka tersenyum ramah pada orang orang yang lewat.


cklek.


"Assalamualaikum paman,"ucap mereka berempat langsung ceria, bahkan Brayen yang biasanya acuh terhadap Dimas pun tiba tiba tersenyum hangat padanya.


"Wa'alaikumussalam,"balas Dimas berusaha tersenyum kecil.


Aarin langsung berlari ke arah Dimas dan merentangkan tangannya meminta untuk digendong, dan Dimas pun langsung menuruti nya, sedangkan Arka ia duduk di sofa dan hanya menonton saja apa yang dilakukan oleh ke empat bocah tersebut.


"Kenapa tiba tiba datang kesini hemm.."ucap Dimas sambil menggendong Aarin membawanya ke sofa, di ikuti oleh ketiga bocah laki laki tampan itu.


"Kalena mahu liat paman Dimas and bunda Alexa,"jawab Aarin tersenyum manis menunjukkan gigi ompong nya.


"Apa yang kalian lakukan,"ucap Dimas terkejut saat sepatu nya di lepas oleh Aaron, dan Brayen yang duduk di tepi sofa sambil memijit bahu Dimas, sedangkan Bryan ia memijit lengan, sedangkan Aarin dia duduk di pangkuan Dimas seraya memijit kepala Dimas dengan lembut.


"Apa paman buta sehingga tidak tahu kalau kami sedang memijit paman,"ketus Brayen membuat Dimas tersenyum kecil karena cara berbicara Brayen tidak pernah ada manis manis nya dengan pria.

__ADS_1


"Paman kenapa bisa jelek begini sih, kalau nanti bunda Alexa bangun dan lihat paman berantakan seperti ini, bisa bisa langsung tidur lagi karena takut melihat paman yang terlihat seperti zombie,"omel Bryan langsung di sambung celetukan Aarin.


"Benell kata blyan paman, pelempuan Ndak shuka sama Lati lati yang jellek dan belantakan, so paman halus tampil danteng shepelti Daddy na Aalin, bial bunda Alexa waktu bangun nanti sheneng lihat paman dah lapi and danteng,"celetuk Aarin membuat Arka senang karena anak gadis nya itu memuji dirinya namun...


"yah...tampan but shayang Daddy dah tua,"ketus Aaron tanpa sadar sambil memijit kaki nya Dimas, entah kenapa Aaron sangat merasa tersaingi dengan ketampanan Arka, ia sangat cemburu bila mommy nya dan adik nya itu memuji sang Daddy di hadapannya, mungkin itulah sikap Arka yang menurun padanya 'cemburu akut'.


"Hahaha kau dengar Ar, apa kata anak mu bahwa kau itu sudah tua,"ejek Dimas terkekeh geli melihat wajah arka yang muram.


Sabar Ar,,,kau tidak boleh marah...karena setidaknya sahabat mu itu sudah bisa tertawa karena mendengar ejekan putra mu itu..batin Arka menarik nafas dalam-dalam.


"Paman, dedek Asha na kok endak datang sih, padahal Aalon kan dah Lindu...pengen tium tium pipi dembull na dek Asha yang tantikk itu,"sungut Aaron cemberut karena dia sangat menyukai baby Asha yang sangat cantik itu, pertama kali ia melihat baby Asha langsung membuat Aaron senang, ia tak henti hentinya mencium pipi Asha, ia berceloteh riang dengan baby Asha walaupun baby kecil itu tak menjawab dan belum dapat merespon apa yang ia celoteh kan.


Dimas yang mendengarnya pun tersenyum hangat, ia segera mengambil hp nya untuk menghubungi mamanya agar membawa putri nya ke rumah sakit, karena ia merasa kasian pada Aaron yang nampak cemberut.


"Sudah boy, kamu tenang aja karena sebentar lagi dedek Asha nya datang,"ujar Dimas membuat Aaron senang.


"Paman is the best, nih Aalon pijitin na lebih kellas bial kaki na paman Ndak pegel pegel ladi,"ucap Aaron menambahkan tenaganya di saat memijit kaki nya Dimas.


cklek..


"Wa'alaikumussalam."


Nampak Dito, Leo, Kemal dan Bilqis baru saja datang, mereka semua terkejut dikala melihat ke empat bocah tersebut memijit mijit Dimas membuat Leo dan Dito cemburu, mereka langsung berjalan cepat duduk di samping Dimas.


"Haduh...kaki paman tadi keseleo di jalan..haduh haduh sakit banget,"ucap Leo pura pura sakit memegang kakinya.


"Keseleo?,"tanya Brayen sekali lagi tersenyum kecil.


"Iya keseleo."


"Kenapa tidak sekalian patah paman,"cecar Brayen membuat mereka semua tertawa pelan, karena Leo seakan mati kutu bila berhadapan dengan Brayen yang mulutnya setajam silet.


"Kamu ini mirip siapa sih, kenapa sangat menyebalkan,"sungut Leo menyilang kan tangannya di dada.

__ADS_1


"Dia itu anak nya Bilqis, cucu kesayangannya keluarga Lubis, kenapa emangnya,"sentak Bilqis memelototi Leo membuat nya menelan ludah.


"Tidak apa apa, cuma nanya aja,"balas Leo cepat menggeleng kepala nya.


Kehadiran twins A dan B memberikan warna tersendiri bagi Dimas, ia setidaknya bisa tersenyum karena tingkah laku mereka yang lucu dan menggemaskan, sedangkan Aarin ia tak henti hentinya berceloteh tentang keseharian nya yang suka sekali makan, ia bercerita bahwa Aarin terkadang suka menyembunyikan makanan kesukaannya ke dalam saku, membuat mereka semua terkekeh geli, sedangkan Arka ia hanya menggaruk tekuknya karena heran melihat tingkah Aarin yang sangat ajaib menurut nya.


Di tengah celotehan Aarin terdengar suara irama jantung Alexa yang tiba tiba menurun membuat semua orang panik.


tit..tit..tit..


"Dit..istri ku,"ucap Dimas terkejut langsung menghampiri Alexa.


Dito langsung menekan tombol nurse, hingga tak lama kemudian tim dokter datang.


"Kalian semua Kel.....


tit....tit..........


Belum selesai Dito berbicara suara jantung Alexa tiba tiba berhenti, dan monitor jantung nya menunjukkan garis lurus yang berarti...


"Tidak.... sweetie bangun..."teriak Dimas berlari menggoncang tubuh Alexa yang dingin.


**bersambung


hai kakak..


Alhamdulillah author sudah kembali sehat..


insya Allah update nya sudah stabil lagi...maksimal 3 bab dan kalau sempat author bakal crazy up🥰🥰..


bantu author buat dapatin rangking di karya populer yah dengan cara like, coment dan vote 🙏🤗


untuk kakak yang sudah tambahkan cerita ini ke favorit nya, tolong juga like yah kak...jejak jari kalian sangat berarti bagi kami para author 🤗🥰😂semoga rezeki kalian berkah...

__ADS_1


love you all❤️🤗🥰


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**


__ADS_2