
"Love, kamu duduk aja di ruangan ini dan jaga anak anak, karena aku bakal lama meeting nya bareng Arka dan juga Leo, kalau kamu lapar hubungi Rey aja yah,"ujar Kemal pada Bilqis yang duduk bersama twins AB.
"Iya hubbie, Bilqis bisa kok jaga anak anak, yah kan sayang,"tanya Bilqis kepada 4 bocah tersebut.
"iya ma,"ucap mereka serempak mengangguk kepalanya.
"Yasudah, sayang Aarin dan Aaron jangan berantem yah, patuh apa yang di bilang sama Mama Bilqis yah nak, Daddy pergi dulu karena ada rapat penting, okey kids,"tegas Arka lembut mencium pucuk kepala twins A.
"Otte Dad, shemangat kelja na buat Cali uang bial bisa shekolahin Aalin doktell nanti yah,"balas Aarin membuat Arka terkekeh geli.
"Of course girl."
Kemal pun mencium pucuk kepala twins B dan Bilqis kemudian ia beranjak pergi bersama Arka, semenjak triple M berumur 1 bulan twins A lebih sering mengikuti kemanapun Arka pergi, atau terkadang mereka bermain di mension Lubis karena Arka merasa kasian kalau twins A dirumah karena Putri pasti kelelahan menjaga 5 anak sekaligus, apalagi triple M yang mulai rewel.
"Mama Bilqis... Aalin mahu pipish,"ucap Aarin menjepit paha nya menahan sesak pipis.
"Kamu sesak pipis sayang?"
"Heum, pipish na udah di ujung tanduk ma, dikit ladi keluall shepelti ail kelan.."balas Aarin dengan wajah yang memerah membuat Bilqis tetawa gemas.
"Sayang, mama mau temenin Aarin ke toilet, apa kalian semua mau ikut,"ajak Bilqis membuat Aaron dan Bryan yang sedang memasukkan amunisi ke dalam pistol mereka berhenti, begitu juga dengan Brayen yang asik bermain game di hp nya, mereka semua mengangguk kepalanya serempak.
"Ya sudah ayo, kasian Aarin nanti Pampers nya bocor,"ujar Bilqis membuat Aarin kesal.
"Ma, Aalin Ndak pake Pampers ladi, lihat nih pantat Aalin Ndak teball ladi,"sungut Aarin menepuk pantat kecil nya.
"Ck, apa na yang Ndak pake Pampers, tiap pagi Aalin shelalu teliak mommy bocol bocol,"ejek Aaron membuat Aarin geram.
plak
"Haduh, sakit aalin,"sungut Aaron mengelus kepalanya karena di pukul Aarin.
"Lashain itu azab kalena shudah buka aib Aalin,"ketus Aarin melototi Aaron.
"Dashal adik dulhaka,"sentak Aaron menendang angin, saking kesalnya dengan kembaran nya itu.
"Sudah sudah, ayoo Aarin nanti air keran nya muncrat lagi,"lerai Bilqis membuat keduanya berhenti berdebat.
Hingga beberapa menit mereka telah sampai di depan toilet wanita, samar samar pendengaran Brayen yang tajam mendengar suara gelak tawa bercampur tangisan dari toilet wanita.
"Ma, suara apa itu?"tanya Brayen membuat Bilqis menajamkan pendengarannya.
"Tidak tahu sayang, coba mama cek dulu yah...kalian bertiga tunggu di luar aja yah, nanti kalau ada apa apa mama panggil,"ujar Bilqis menggandeng tangan kecil Aarin masuk kedalam toilet.
cklek
Mata Bilqis dan Aarin membulat sempurna melihat adegan pembullyan langsung di depan mereka, apalagi mata Aarin terkejut melihat siapa yang menjadi korban bully nya.
"Tante tantik,"gumam Aarin terkejut.
"Apa yang kalian lakukan SIALAN,"teriak Bilqis marah berlari menendang pipi Sely dengan kaki nya.
bugh
__ADS_1
Sely terjungkal kesamping ia melihat siapa yang sudah berani menendang nya, dan ia melihat seorang gadis yang berumur kisaran 17 atau 18 tahun, dengan bocah yang berumur 5 tahun.
"Dashal Tante dakjal...Tante dahatt..Tante badutt..jelek endak imut,"teriak Aarin marah memelototi mereka semua.
"Apa yang kalian lakukan, cepat hajar gadis dan bocah itu,"teriak Sely marah membuat, Mira Diana dan Santika langsung menyerang Bilqis.
Aarin yang melihat Diana ingin memukul Bilqis dari belakang langsung mengangkat tong sampah dan melemparkannya ke arah Diana.
bugh
"Auww baju ku,,,ahh punggung ku terluka,"teriak Diana meringis kesakitan karena merasa punggung nya terluka akibat lemparan tong sampah, begitu juga dengan bajunya yang kotor, ia langsung melengos ke belakang dan menatap tajam Aarin yang juga menatap nya dengan tajam, ia memelototi Diana seolah olah mata nya ingin keluar dari tempatnya.
"Kau...bocah kurang ajar,"teriak Diana berjalan menjambak rambut kepang Aarin.
"Aalon, blayen...blyan... tolongin ada nenek sihill dan titisan Mak lampill,"teriak Aarin keras agar di dengar oleh para saudaranya di luar, ia langsung menggigit tangan Diana dengan keras bahkan sampai berdarah.
"Ahhh kau bocah kurang ajar,"bentak Diana marah ingin menampar Aarin namun..
Dor..
"Akkkkk," teriak nya karena kakinya lecet akibat tembakan dari Aaron yang baru masuk bersama twins B.
"Belani menyakiti bibit Lemos, maka hukuman yang akan talian dapatkan,"sentak Aaron dingin menodongkan pistolnya ke arah Diana.
Sedangkan Bilqis ia sedang menjambak rambut Mira dan Santika, Brayen melihat ke arah Sely yang ingin memukul sang mama dengan botol pembersih lantai pun langsung saja merampas pistol Bryan dan menembak nya tepat di pipi Sely sehingga lecet.
Dor.
"Bry, panggil papa, paman Leo, dan juga paman Arka,"teriak Brayen, membuat saudara kembarnya itu segera berlari keluar, Brayen tidak bisa menghubungi papa nya karena hp Kemal di diamkan karena sedang rapat, ia melihat ke arah Ara yang tergeletak mengenaskan di lantai dengan pakaian yang hampir telanjang.
"Anak anak ayoo hajar mereka sayang,"teriak Bilqis yang sedang menjambak rambut Mira dan Santika.
ilustrasi Bilqis menjambak rambut tukang bully🙈🙈
"Hajar...."teriak ketiga bocah tersebut, Aarin langsung mengambil botol pembersih lantai di samping kaki nya, langsung saja ia memukul kaki jenjang Diana, begitu juga dengan Brayen dan Aaron yang ikut menembak.
Bugh
Bugh
Dor.
Dor.
Dor.
"Julus tapak Genih nyi Blorong... hiyaattt...."teriak Aarin berlari memukul kaki Mira, karena Diana sudah terjatuh lunglai dengan keadaan yang mengenaskan, kaki nya lebam dan tangannya berdarah akibat bekas gigitan Aarin.
"Jurus si buta dari goa hantu....yihaiiiii,"teriak Aaron menembak Sely yang sudah meringkuk melindungi wajahnya agar tidak kena tembakan Aaron.
__ADS_1
"Jurus orang ganteng di kejar cewek... muachh,"teriak Brayen memberikan flying kiss ke arah Santika yang sedang menjambak rambut Bilqis.
Dor.
Dor.
"Akkkkkkk wajah ku.."
"Kaki ku...."
"Bokong ku,"teriak Mira kesakitan karena Aarin memukul bokongnya dengan keras.
Bughh
"Lashakan ini...."teriak Aarin memberikan pukulan bertubi-tubi pada bokong montok nya Mira.
***
"Tuan muda,"panggil Rey yang melihat Bryan berlari ingin masuk ke dalam ruangan meeting.
"Om Rey, Bryan mau jumpa sama papa, ini penting,"ujar nya panik membuat Rey menaikkan alisnya.
"Tapi papa anda sedang ada rapat meeting penting,"balas Rey membuat Bryan geram.
"Ini lebih penting dari pada rapat om...,"sentak Bryan membuat Rey terkejut, karena dirinya tidak pernah melihat Bryan marah seperti ini, ia hanya mengangguk kepalanya dan membuka pintu ruangan tersebut.
cklek
"Papa...mama dan Tante Ara sedang dalam bahaya,"teriak Bryan yang baru masuk berlari menuju Kemal yang duduk di ujung meja bersama dengan Leo, dan juga Arka.
"Hey...jagoan, tenang dulu katakan apa yang terjadi,"ujar Kemal mencoba menenangkan Bryan.
"Tante Ara di bully pa, di toilet ,"teriak Bryan geram, membuat mereka semua terbelalak terutama Leo.
Brakk
"Kurang ajar."Leo langsung berlari keluar menuju toilet wanita, tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada yang lain, karena yang ada dalam pikirannya adalah keadaan Ara.
Bertahanlah Ra, aku datang dan tidak akan aku maafkan mereka batin Leo marah.
Author juga dulu korban bully di sekolah dari SD Sampek SMA karena penampilan yang kucel, tidak seperti penampilan mereka..bahkan ada yang memperlakukan author seperti pengemis 🤣🤣🤣 jujur rasanya sakit banget...mau ngadu sama ortu takutnya ortu sedih ..jadi lebih milih diam dan pura pura seneng di sekolah...pas di tanya gimana di sekolah?? author jawab baik baik aja sambil buang muka, karena bohong sama mamak🙈🙈🙈....tapi Alhamdulillah author kuat jalanin nya sampe SMA karena dukungan dari sahabat yang bener bener tulus 🥰🤗
**bersambung.
hihihi.
author balik lagi nih..
hayoo mana vote nya🤗🥰
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**
__ADS_1