
"apa kalian tidak ingin mengajak kami bergabung"tanya Dito yang datang bersama Leo, mereka terkejut dikala melihat kemal menangis, sedangkan Dimas dan Arka menatap tajam ke arah mereka, seakan akan ingin melahap hidup hidup.
glekk
keduanya menelan ludah kasar, karena merasa terintimidasi dengan tatapan maut kedua singa itu, Arka dan Dimas seolah olah mengatakan.
jangan berisik, cukup diam saja.
mereka berdua pun tak berkutik, hanya mengangguk kepalanya Pelan dan berjalan duduk bersama Arka, kemal dan juga Dimas.
"ceritakan semuanya mal, jangan ada yang kau pendam lagi, karena sekarang kita bukan lagi sahabat mu, tapi juga saudara mu, kita semua ini keluarga jadi bila satu bersedih maka yang lain pun ikut sedih"ucap Arka menepuk pundak kemal yang bergetar karena menahan tangis.
"apa kemal menang undian, makanya dia menangis"bisik Leo pada Dito.
"bukan, seperti nya dia kalah tender deh"balas Dito pelan, sehingga Dimas yang melirik ke arah mereka pun tangannya langsung melayang, memukul kepala mereka berdua.
plak
plak
"diam"ucap Dimas pelan namun jelas tak terbantahkan, membuat Leo dan Dito hanya diam seperti anak kucing yang dimarahi induk nya.
"baik"jawab keduanya serempak.
"kau tahu Ar, ini semua sangat berat untuk ku, umi dan Abi meninggalkan ku disaat berumur 15 tahun, mereka meninggalkan ku sendiri di dunia ini tanpa siapapun, terkecuali ayah nya Rey, di usia ku yang 15 tahun aku sudah menjabat sebagai wakil CEO termuda di Indonesia, bahkan bisa sedunia, aku di didik keras oleh Abi, dan aku juga di bimbing lembut oleh umi, aku mereka bentuk menjadi dua sosok yaitu harus bisa menjadi lelaki sejati yang pantang menyerah, dan menjadi sosok perempuan yang memiliki hati lembut seperti kapas, aku menghabiskan masa kecil ku dengan belajar, belajar dan belajar.
aku ingin marah pada Abi dan umi, tapi saat aku bertanya kenapa mereka mendidik ku sekeras ini, berbeda seperti anak yang pada umumnya di beri waktu kebebasan untuk bermain, kau tahu apa jawaban mereka "kamu hanya punya Abi dan umi di dunia ini, bila kelak kami berdua meninggalkan mu, untuk kembali pada sang pencipta, kami bisa tenang disana karena kamu sudah bisa hidup seorang diri"jawaban mereka itu membuat aku mengerti akan satu hal, bahwa mereka ingin aku bahagia kelak di masa depan,
dan juga tersirat sebuah firasat bahwa aku akan mengalami hal buruk yang di masa depan, dan benar hal buruk itu adalah aku bangkrut, wanita yang aku sayangi dan aku cintai pergi meninggalkan ku dengan buah cinta kami, bukannya membantu ku untuk bangkit tapi dia malah membuat ku semakin terpuruk, kau tahu Ar, aku waktu itu sangat ingin mati, tapi Allah menyayangi ku dengan membisikkan bahwa ada dua malaikat kecil yang membutuhkan ku,
__ADS_1
bohong bila aku berkata aku baik baik saja saat itu, bohong bila aku berkata aku sanggup menjadi ayah sekaligus ibu untuk baby twins ku, tapi karena dari kecil aku di didik menjadi dua sosok itu, aku sanggup Ar, aku juga lelah dengan wajah yang nampak bahagia ini, aku selalu menangis setiap malam nya, berharap Allah mengirimkan seseorang agar membantu ku untuk merawat anak anak ku, dan kau tahu siapa yang aku harapkan itu, yaitu Rosa..
aku berharap dia berubah, dan kembali suatu saat nanti, makanya aku berusaha keras untuk membangun perusahaan ku kembali, agar bila dia kembali kepada ku nanti, dia bisa hidup senang bersama ku, tapi yang ku dapatkan adalah hanya ketamakan akan harta di matanya, disaat dia pulang kembali kepada ku,
kerinduan yang ia ucapkan itu adalah palsu, hiks hiks, aku lelah Ar, hiks hiks, aku juga ingin bahagia dengan memiliki pendamping Ar, aku bisa saja menikah lagi tapi apakah pilihan ku kelak akan bisa menerima anak anak ku, aku tidak ingin kedua jagoan ku itu harus menderita karena aku salah pilih pendamping Ar hiks,, sekarang apa yang harus aku lakukan, katakan Ar..
dunia ku seakan hancur mendengar fakta bahwa Brayen selama ini memakai topeng di depan ku Ar, aku merasa gagal membuat mereka bahagia"tangis kemal pecah dalam pelukan Arka,
Dimas yang dingin seperti dewa es pun menitikkan air matanya, ia tak sanggup membayangkan bila ia di posisi kemal, mungkin bila Rosa menjadi istri nya, sekarang Rosa hanyalah tinggal nama karena sikap Dimas yang tak kenal bekas kasih.
sedangkan Dito dan Leo, mereka baru mengerti mengapa kemal menangis, untuk pertama kalinya dalam persahabatan mereka, seorang kemal Pahlevi Rahmat menangis, karena biasanya mereka lah yang datang pada kemal dan menangis dalam pelukannya, mereka menganggap kemal bagaikan Doraemon yang mempunyai kantong ajaib, setiap permasalahan bisa di atasi dengan kantong ajaib tersebut.
terkadang orang yang kita anggap kuat, sebenarnya lemah, ia tersenyum dan nampak kuat karena ia menutupi luka yang menganga di hati mereka, kemal bagaikan siput yang membentuk cangkang untuk melindungi tubuhnya yang kecil dan rapuh.
"menangis lah mal sepuas mu malam ini saja, karena besok kita akan berjuang bersama sama, kami semua akan membantu mu dan selalu mendukung keputusan mu, kami siap berada di samping mu bila suatu saat kamu membutuhkan bantuan"ucap Arka bijak mengusap punggung kemal.
"hiks hiks, benar mal, mungkin kamu di uji susah dulu agar nanti kedepannya kamu bisa bahagia tanpa ada ujian lagi"ucap Dimas ikut memeluk kemal.
"hiks hiks, kau tenang saja brother kalau masalah jodoh untuk mu, biar aku yang Carikan di club' banyak"ucap Leo juga ikut berpelukan, mendengar perkataan Leo sontak mereka semua tertawa kecil sambil menangis.
"hahaha, aku tidak mau bekas mu"ucap kemal tersenyum tulus walaupun matanya menangis.
"kau tenang saja, akan aku carikan yang perawan dan berhijab"jawabnya lagi membuat, Dimas memukul kepala nya.
plak
"mana ada yang perawan apalagi berhijab di club' bodoh"ketus Dimas menghapus air matanya.
"terus dimana??"tanya Leo bodoh.
__ADS_1
"di pasar malam"canda Dimas membuat mereka kembali tertawa.
begitulah kata orang bila kita bersama orang yang menyayangi kita, bagaikan tangan dan mata, bila tangan terluka maka mata yang menangis, dan bila mata yang menangis maka tangan yang menghapus air mata nya.
***
"hiks hiks apa Bilqis harus maju Pi, setelah mendapatkan penolakan"ucap Bilqis menangis sesenggukan dalam pelukan papi nya, ia sekarang tidur berpelukan dengan sang papi.
"kamu ini benarkan anak papi"
"hiks benar Pi, masak Bilqis anak monyet"
"kalau kamu memang anak papi, tetap kejar calon imam mu itu, buat dia cinta sama kamu, sehingga dia menyesal karena pernah menolak mu hari ini"tegas papi nya lembut, mengelus kepala Bilqis.
sontak Bilqis yang mendengarnya pun langsung berhenti menangis, ia segera menatap papi nya.
"papi benar, Bilqis harus berjuang, karena Bilqis yakin setiap perjuangan pasti memiliki akhir yang bahagia"ucap Bilqis dengan semangat berapi-api.
"good girl, ini baru anak papi"ucap nya tersenyum.
**bersambung
hayoo yang penasaran sama kelanjutan nya.
mana vote, like, coment vote dan beri rating 5 nya..biar author semangat update nya..
bantu author yah kakak buat dapat juara di ajang anak genius 🙏🥰
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**
__ADS_1