
"Love, makannya pelan-pelan saja, tidak ada yang akan merebutnya darimu," tegur Kemal mengelap bibir Bilqis yang belepotan karena memakan rujak yang baru saja Kemal buat untuknya.
"Habis rujaknya enak banget, jadinya Bilqis gak sabar pengen nambah lagi," balas Bilqis tersenyum polos menunjukkan giginya yang tersangkut kacang.
"Sini aku bersihkan gigimu," ujar Kemal menyentuh pipi Bilqis sebelah sedangkan tangannya sebelah lagi membersihkan sisa kacang di gigi Bilqis menggunakan jari kelingking nya, Kemal benar-benar tak merasa jijik atau ilfil pada Bilqis, karena lebih dan kurang ia sudah tahu keburukan Bilqis yang ternyata sedikit jorok dan manjanya kebangetan, ia memaklumi itu semua karena Bilqis anak piatu jadi Kemal tak pernah sedikitpun menyinggung Bilqis dengan kata-kata kasarnya, dan bahkan Kemal tak pernah merasa kesal atas kekurangan Bilqis itu.
"Maaf hubbie, Bilqis jorok," lirih Bilqis menunduk dengan wajah yang memerah menahan malu membuat Kemal terkekeh geli melihatnya.
"Jorok-jorok begini aku tetap cinta kok," goda Kemal mengecup bibir Bilqis.
"Lagi," pinta Bilqis memanyunkan bibirnya minta dicium oleh Kemal.
"Kalau aku beri lagi, bisa-bisa malah berakhir di ranjang love dan aku tidak mau kamu kelelahan lagi karena kamu sedang demam," ujar Kemal menarik gemas hidung Bilqis.
"Hehe, awas saja nanti kalau Bilqis sudah sembuh … akan Bilqis minta jatah lebih sebagai pengganti hari ini," balas Bilqis langsung memakan rujaknya lagi.
"Kamu ini bikin aku makin cinta saja sama kamu," ujar Kemal mengecup pucuk kepala Bilqis beberapa kali.
"Kamu ini aneh deh love, biasanya orang sakit minum obat, lah kamu malah makan rujak, habis itu gak mau lagi di bawa ke rumah sakit, sudah seperti wanita hamil saja," lanjut Kemal tanpa sadar membuat Bilqis tersedak.
Uhuk uhuk.
"Astaghfirullah love, ini minum dulu," pekik Kemal khawatir langsung mengusap tengkuk Bilqis dan menyodorkan minuman untuk Bilqis.
"Bilqis ke kamar mandi dulu ya hubbie," ujar Bilqis dengan mata yang berbinar bahagia.
"Baiklah love, kamu masuk ke kamar saja duluan, karena aku ingin melihat anak-anak dulu," balas Kemal lembut.
__ADS_1
"Oke hubbie." Balqis langsung berlari kecil naik ke atas tangga membuat Kemal yang melihatnya menggelengkan kepalanya.
"Lama-lama istri ku seperti anak ku," gumam Kemal tersenyum geli ketika membayangkan bila Bilqis menjadi adiknya twins B.
"Aku bisa gila,"lanjut Kemal tertawa pelan berjalan menuju kamar twins B untuk memeriksa kedua jagoannya itu apakah sudah terlelap.
Sedangkan di sisi Bilqis, ia masuk kedalam kamar mandi mencari tespek yang sudah dia beli dari dulu, dengan hati yang berdebar-debar Bilqis memasukkan tespek itu ke dalam urin nya.
Ya Allah, semoga Bilqis hamil batinnya berdoa.
Sepuluh menit kemudian, dengan mata yang berkaca-kaca dan tangan yang bergetar Bilqis melihat hasil tespeck tersebut yang ternyata garis dua. Bilqis mengusap matanya berkali-kali berharap ini bukan mimpi namun hasilnya tetap sama, namun ada keraguan di hatinya sehingga membuat Bilqis melakukan uji coba berkali-kali pada tespeck yang berbeda-beda.
"Hiks … hiks kenapa hasilnya sama, hiks hiks … apa benar Bilqis hamil dan sebentar lagi akan bisa memberi anak untuk hubbie dan cucu untuk ayah, serta adik untuk Brayen dan Bryan," ujar Bilqis di sela-sela Isak tangisnya.
Bilqis mendengar suara ketukan pintu serta suara Kemal yang memanggilnya berkali-kali, namun Bilqis belum sanggup membukanya karena ia harus memastikan sekali lagi dengan tespek terakhir.
Semoga kali ini hasilnya sama ya Allah batin Bilqis berharap pada Allah.
Aku hamil batik Bilqis menangis.
Bilqis hamil! Doanya terkabul, usahanya tidak sia-sia, dia sebentar lagi akan menjadi mama yang sempurna, Bilqis akan membuat Kemal bahagia dengan berita kehamilannya, dan terlebih lagi pikiran buruk yang bersangka dirinya mandul langsung terjawab sekarang bahwa dirinya tidak mandul.
Kemal yang khawatir pun langsung membuka kamar mandi dengan kunci cadangan yang di ambilnya dari laci.
"Love," teriak Kemal langsung menghampiri Bilqis yang duduk bersandar di dinding, namun karena dirinya begitu khawatir pada Bilqis sehingga dirinya tak melihat ke arah lantai yang bercecer tespeck garis dua.
"Love, kita harus ke rumah sakit … aku gak mau kamu kenapa-kenapa," tegas Kemal panik mengangkat tubuh mungil Bilqis untuk keluar dari kamar namun Bilqis langsung memberontak turun dari gendongan Kemal.
__ADS_1
"Love, jangan nakal kamu, pokoknya kita ke rumah sakit sekarang .. aku tidak mau demam mu semakin parah," sentak Kemal untuk pertama kalinya meninggikan suaranya pada Bilqis.
"Hiks … hiks."
"Love maafkan aku karena membentak mu, tapi mari kita ke rumah sakit agar kamu dirawat di sana, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa …"
"Lihat ini hubbie," potong Bilqis memberikan hasil tespek pada Kemal.
Mata Kemal langsung membola sempurna melihat hasil tespeck tersebut, tangannya bergetar memegang tespeck tersebut bahkan air matanya luruh begitu saja di pipinya.
"Apa ini benar love," tanya Kemal dengan suara bergetar menahan tangis.
"Heum, Bilqis hamil hiks … hiks," balas Bilqis ikutan menangis membuat Kemal langsung memeluk erat tubuhnya.
"Alhamdulillah ya Allah, sebentar lagi kita akan punya anak … Alhamdulillah," tangis Kemal langsung pecah bersama Bilqis, ia begitu bahagia mendengar kehamilan istri kecilnya, sungguh hati Kemal seperti dipenuhi oleh ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dalamnya.
"Bilqis akan jadi mama, dan sebentar lagi twins B akan punya dedek hubbie, hiks … hiks benar seperti perkataan hubbie bahwa kita harus berdoa dan berusaha serta diiringi dengan kesabaran, hiks … hiks dan sekarang buah kesabaran Bilqis sudah tumbuh hubbie, Bilqis akan jadi mama, di perut rata Bilqis ada nyawa kecil di situ," ujar Bilqis di sela-sela Isak tangisnya.
"Terima kasih love, sudah mau bersabar dan berusaha untuk mempunyai anak bersama ku, terima kasih karena kamu sudah mau mengandung anak ku, terima kasih karena kamu sudah menerima kehadiran ku bersama dengan anak-anak, i love you … really love you," balas Kemal mengecup pucuk kepala Bilqis berkali-kali.
"Mama, papa," panggil twins B dengan mata yang berkaca-kaca, mereka tadinya bangun karena ingin meminta tidur bersama dengan orang tuanya, karena entah mengapa mereka sangat ingin berdekatan dengan Bilqis, mungkin itulah ikatan batin antara kakak dan adik begitu juga hubungan mereka dengan Bilqis itu sangat murni. Twins B tidak sengaja mendengar percakapan Kemal dan Bilqis karena pintu tidak terkunci, hingga di saat mendengar bahwa sebentar lagi mereka punya adik membuat keduanya tak tahan ingin segera masuk ke dalam kamar.
**Bersambung
hai kakak author hadir lagi ini🤗🤗
Author bela-belain nulis saat cuaca yang kurang baik di sini hanya untuk kakak semua 🥰🥰🥰 mohon vote nya dong kakak.
__ADS_1
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah.
doakan semoga cuacanya membaik sehingga author bisa up lagi🙏🙏**