Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Perdebatan pertama


__ADS_3

"Ra, aku bisa jelasin ini semua,"ujar Leo terbata bata ingin menggenggam tangan Ara namun, Ara langsung berjalan melewati Leo menghampiri Celine, mata Leo langsung terbelalak melihat apa yang dilakukan oleh Ara terhadap Celine.


Ara berjalan kearah Celine, lalu dengan beraninya ia menjambak rambut Celine kencang.


"Dasar pelakor, berani beraninya merayu suami orang hah, aku hajar kamu yah biar tahu rasa,"teriak Ara marah langsung menjambak rambut Celine sehingga membuat si empunya meringis kesakitan.


"Akkkkk lepasin,"bentak Celine marah ia pun ikut menjambak rambut Ara.


"Gak mau, biar kamu tahu rasa bagaimana rasanya di labrak sama istri sah, dasar ulat bulu, ulat keket, cacing tanah, berani berani nya kamu menggoda suami orang, akkkkkk rasakan ini,"teriak Ara marah mencakar leher Celine, tak berhenti disitu Ara juga menggigit kuping Celine saking geram nya.


Leo langsung menarik paksa tubuh Ara menjauh dari Celine, ia mendekap dengan erat tubuh Ara. "Lepasin kak, biar Ara hajar itu perempuan,"ujar Ara memberontak dalam dekapan Leo.


"Kita pergi dari sini,"ujar Leo langsung menggendong tubuh Ara ala bridal style.


Celine yang melihatnya pun marah bercampur cemburu. "Asal kau tahu sialan, kalau aku adalah teman ranjang suami mu selama satu tahun lebih,"teriak Celine membuat Leo tersentak kaget, begitupun juga dengan Ara yang menatap Leo penuh arti.


"Celine, kau telah melanggar kontrak yang ku buat, maka bersiaplah mendekam di penjara,"tegas Leo marah.


"Silahkan honey, biar seluruh dunia tahu siapa kau sebenarnya,"tantang Celine menyeringai kejam, Leo langsung bungkam mendengar ucapan Celine ia langsung pergi dengan Ara yang berada dalam gendongan nya


Hatinya mulai resah, seperti orang yang takut kehilangan sesuatu yang berharga, bahkan keresahan yang dirasakannya lebih parah daripada kehilangan saham berharga triliun, Ara menatap lekat wajah Leo, tak satupun kata yang keluar dari bibir nya.


Leo membawa Ara kesebuah kamar yang telah disiapkan oleh mom Nana untuk dirinya dan Ara bila sewaktu-waktu Ara kelelahan.


Ia merebahkan tubuh Ara dengan lembut di atas ranjang, matanya yang tajam sekarang langsung berubah menjadi mata yang teduh bila dipandang.


"Maaf,"ucap Leo pelan dengan suara nyaris tak terdengar.


"Kenapa kakak minta maaf,"tanya Ara bangkit duduk seraya menangkupi pipi Leo.


"Untuk yang tadi,"balas Leo menyentuh tangan Ara yang berada di pipi nya.


"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi kak,"tegas Ara dengan suara lembut.

__ADS_1


"Wanita itu...,"Leo tak berani melanjutkan ucapannya karena takut Ara kembali histeris.


"Teman ranjang kakak,"lanjut Ara membuat Leo menggigit bibir bawahnya, karena gugup, cemas, khawatir, dan marah menjadi satu.


"Jawab kak,"desak Ara mencengkram lembut pundak Leo.


"Iya Ra."


Ara yang mendengarnya air mata yang ditahannya tadi pun luruh begitu saja membanjiri pipinya, ia segera berbaring tidur memejamkan mata nya memunggungi Leo.


Ara bukan sedih karena masa lalu Leo bersama Celine tapi ia sedih karena Leo tak menceritakan sedikit pun tentang masa lalunya, Ara sadar kalau selama ini cuma dirinya lah yang terbuka dengan Leo, tapi tidak dengan leo.


Ditengah kesedihan nya, ia merasakan sebuah tangan melingkar di pinggang nya, yang tak lain adalah tangan Leo.


"Ra, maafkan aku,"lirih Leo memeluk erat tubuh Ara dari belakang, ia menyembunyikan wajahnya di punggung Ara.


"Ra, jangan diam seperti ini, tolong berbicara pada ku, kamu boleh marah, boleh memakiku tapi jangan diamkan aku begini,"desak Leo sedih, ia merasakan dadanya sesak melihat Ara yang mendiaminya.


"Ra, aku tahu kamu marah, tapi itu cuma masa lalu aku yang kelam,"ujar Leo membalikkan tubuh Ara sehingga wajah mereka berdekatan, ia bisa melihat mata Ara yang memerah dan juga ada bekas air mata di pipi nya.


"Lalu kenapa kamu mendiami ku Ra."


"Ara hanya merasa kalau selama ini hubungan kita hanya berputar di sekeliling Ara saja, hubungan kita hanya bercerita tentang Ara sendiri, kakak tahu semuanya tentang Ara bahkan tentang masa lalu Ara yang kelam pun kakak tahu, tapi kakak--."Ara mencoba memahamkan matanya berusaha menahan air mata yang kembali luruh.


Ayo Ara kamu harus bisa dewasa batin Ara.


"Tapi kakak tidak pernah bercerita tentang siapa kakak sebenarnya, Ara tidak tahu apapun tentang kakak, dan Ara merasa selama ini cuma Ara yang cinta sama kakak, sedangkan kakak terlihat seperti memaksakan diri kakak untuk berpura-pura mencintai dan menyayangi Ara selama ini,"lanjut Ara menatap lekat wajah Leo dengan mata yang berkaca-kaca.


Deggg


"Tidak Ra, bukan begitu, aku tidak bercerita apapun tentang diriku karena aku tidak ingin membebani pikiran mu dengan masa lalu ku yang kelam, aku bukan pria yang baik di masa lalu Ra, tidak ada apapun yang bisa ku bagi dan ku banggakan dengan mu, karena masa lalu ku semuanya hitam tidak ada yang putih,"bantah Leo menyatukan kening nya dengan kening Ara.


"Dan karena masa lalu kakak lah kita berdebat seperti ini,"ucap Ara kecewa terhadap Leo, bukan jawaban seperti itu yang Ara inginkan, ia ingin Leo jujur dan terbuka padanya.

__ADS_1


"Lalu mau mu apa Ra, katakan pada ku,"balas Leo frustasi bangkit dari tidurnya.


"Ara mau kakak jujur pada Ara tentang siapa kakak sebenarnya, semuanya kak!! Ara mau tahu semua tentang kakak agar kelak bila ada wanita masa lalu kakak seperti tadi Ara tidak marah dan kecewa seperti ini,"tegas Ara dengan lantang ikut bangkit duduk di samping Leo.


"Kita sudah menikah Ra, jadi untuk apa lagi membahas tentang masa lalu, sekarang tugas kita yaitu menata masa depan bersama sama, cukup!! itu saja, aku tidak suka berbicara tentang masa lalu Ra,,"tegas Leo meninggikan suaranya.


"Apa salah bila seorang istri ingin mengetahui masa lalu suami nya kak,"ujar Ara berderai air matanya.


"Iya itu salah,"tandas Leo.


"Baik kakak tidak ingin bercerita tentang masa lalu kakak kan, maka tetap lha seperti itu, dan Ara minta bila nanti ada pria masa lalu Ara datang kakak juga tidak boleh memaksa Ara untuk bercerita,"sarkas Ara menatap tajam kearah Leo, ia langsung tidur memejamkan matanya.


Leo yang mendengar ucapan Ara pun melongo, pria masa lalu? apa Ara pernah pacaran? lalu siapa pria itu? pikir Leo.


Tiba tiba hatinya merasa panas ketika membayangkan ada pria lain yang hadir dan tiba tiba merebut Ara darinya, tidak itu tidak akan terjadi, karena Ara cuma milik nya pikir Leo.


Ia langsung tidur dan memeluk erat tubuh Ara, namun berulang kali Ara memberontak tak di gubris oleh Leo.


"Lepasin kak, sesak tahu,"ketus Ara kesal.


"Gak mau sebelum kamu menjelaskan apa maksud dari pria masa lalu tadi,"rengek Leo ngedusel di ketiak Ara.


"Gak mau, karena Ara tidak suka berbicara tentang masa lalu,"ketus Ara membuat Leo ingin marah dan berteriak namun ia tak berani.


"Ra....


"Gak, sana pergi Ara mau tidur,"usir Ara pura pura memejamkan matanya, membuat Leo frustasi.


Kamu cuma milik ku Ra, batin Leo.


**Bersambung..


hihi hai kakak author up lagi ini...

__ADS_1


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kak


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️🙏**


__ADS_2