Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Azkia Dayasha Disa


__ADS_3

Matahari sudah tenggelam, sebagian keturunan Adam sudah kembali ke rumah nya masing masing, sedangkan sebagian lagi mereka baru memulai aktivitas, suasana malam menjadi lebih dingin karena langit menghitam tanpa adanya bulan, di karenakan hujan hendak turun ke bumi.


"Arka!!!!!!"teriak Lisa yang berada di ruang tamu membuat seluruh mension terkejut dan segera berlari menghampiri Lisa.


"Ada apa ma, kenapa teriak teriak udah seperti toa aja,"tanya Arka ketus, namun Lisa tidak menjawab tangannya bergetar sambil menunjuk ke arah TV, membuat semua mata ikut memandang dan mata mereka langsung terbelalak melihat apa yang di beritakan di TV.


"Alexa, Dimas,"sentak mereka terkejut.


"Kita ke rumah sakit sekarang,"tegas Jimmy membuat mereka semua mengangguk kepalanya cepat.


"Honey aku ikut yah,"pinta Putri pada Arka.


"Tidak sayang, kamu di rumah aja dengan mama jaga anak anak, nanti kalau keadaan mulai aman kamu aku bawa oke,"tegas Arka lembut membuat Putri mengerti.


cup


"Jaga anak anak sayang, aku pergi dulu,"ucap Arka langsung menyusul Jimmy, kemal, Bilqis, dan Leo yang masih tinggal di kediaman Lemos.


Seorang pria dengan pandangan kosong tak lupa air matanya mengalir deras di pipinya, ia duduk di lantai dengan menekuk lututnya seraya bersandar di dinding bercat putih, yang tak lain adalah di dinding rumah sakit, hatinya bagai tertusuk ribuan jarum kecil membuat nafas nya terasa tercekat ketika melihat dengan mata kepalanya sendiri sang pujaan hatinya di tabrak di depan mata kepalanya sendiri, ia bisa melihat pujaan hatinya itu tersenyum kecil ke arahnya sebelum mata pujaan hatinya itu tertutup.


Dua jam sudah ia menunggu para dokter keluar dari ruangan tempat sang pujaan hatinya di operasi namun para dokter tersebut tak kunjung keluar, ia menampar wajah nya sendiri karena merasa bodoh baru menyadari apa yang sebenarnya terjadi.


plak


plak


plak


"Bodoh, kau bodoh Dim, bodoh plak plak, seharusnya kau tahu bahwa mimpi mu itu bukan hanya sekedar bunga tidur plak plak bodoh hiks hiks,"gumam Dimas menangis sesenggukan, ia kembali mengingat mimpinya sekitar 2 bulan yang lalu.


flashback.

__ADS_1


Seorang pria terbangun di sebuah hutan antah berantah, namun hutan tersebut sangatlah indah dengan pepohonan yang berwarna hijau, ia tersenyum manis dan berjalan sambil mencari jalan untuk keluar dari hutan tersebut, ia melihat sekeliling nya berusaha mencari seseorang agar dapat ia meminta bantuan namun nihil, hingga beberapa jam ia berputar putar dalam hutan tersebut ia mendengar suara gelak tawa wanita, ia berjalan cepat mengikuti arah suara tersebut hingga matanya berbinar bahagia melihat siapa wanita yang tertawa tersebut.


"Alexa,"panggilnya membuat wanita tersebut yang tak lain adalah pujaan hatinya itu segera menoleh.


"Sayang kamu datang juga, ayoo sini duduk di samping kami,"jawab Alexa tersenyum manis sambil menggendong bayi mungil yang sangat cantik.


Dimas segera berlari kecil ke arahnya, ia segera memeluk Alexa dari belakang dan juga mencium pipi dan tekuk Alexa hingga membuat si empunya tertawa geli.


"Sayang tidak boleh begitu karena ada anak kita disini,"ujar Alexa membuat Dimas langsung menghentikan aktivitasnya itu, ia segera melihat ke arah bayi tersebut yang wajahnya sangat mirip dengan Alexa.


"Xa, dia sangat cantik sama seperti mu,"puji Dimas sambil mengambil alih bayi tersebut dan menggendong nya.


"Azkia Dayasha Disa yang artinya cahaya wanita periang sedangkan Disa dia adalah singkatan nama kita yaitu Dimas dan Alexa."


"Apa itu nama anak kita sweetie,"tanya Dimas lembut membelai pipi gembul bayi yang di sangka anak nya tersebut tanpa menoleh ke arah Alexa.


"Iya sayang, aku ingin jika aku pergi suatu hari nanti anak kita tahu bahwa aku juga menyayangi nya dengan memberikan dia nama yang indah,"lirih Alexa membuat Dimas langsung menatap tajam ke arah nya.


namun Alexa tak menjawab dia hanya menyandarkan kepalanya di bahu Dimas dengan mata nya yang berair.


flashback off


Arka dan yang lainnya masuk ke rumah sakit dengan langkah yang terburu buru, mereka berjalan menuju ke ruang operasi khusus keluarga Lemos, mereka melihat Dimas yang memukul dirinya sendiri, Arka langsung berlari dan memeluk erat tubuh Dimas.


"Lepasin aku Ar, biarkan aku memukul diriku sendiri, ini semua salahku hiks hiks, aku suami yang buruk, aku tidak bisa menjaga istri ku dengan baik,"tangis Dimas pecah dalam pelukan Arka, Kemal dan Leo pun langsung ikut memeluk tubuh Dimas, mereka semua menatap sedih ke arah Dimas.


"Kau harus bersabar Dim, kau harus bisa menenangkan diri mu dulu, yakinlah bahwa Alexa dan anak anak mu akan baik baik saja,"ucap Kemal mengelus kepala Dimas.


"Alexa hiks hiks, dia berdarah, darahnya sangat banyak, Alexa..


"Sudah sudah, tenanglah Dim bukannya kamu tahu bahwa Alexa adalah wanita yang kuat, dia pasti bisa melewati ini semua,"ucap Leo berusaha menenangkan Dimas.

__ADS_1


"Oek oek oek,"suara tangis bayi membuat mereka semua langsung menoleh ke arah ruangan Alexa.


"Anak mu sudah lahir Dim, kau dengar kan, pasti Alexa juga baik baik saja,"ujar Arka dengan raut wajah bahagia meski hatinya sedih.


"Anak ku Ar, anak ku sudah lahir."


Hati Dimas merasakan sedikit lega namun tak dapat di pungkiri bahwa hati nya juga sangat sedih, seharusnya ia sekarang merasakan kebahagiaan tanpa adanya kesedihan namun takdir mengujinya, membuat hatinya tak bisa merasakan kebahagiaan sepenuhnya.


cklek


"Dit, bagaimana keadaan istri ku, apa dia sudah sadar, iya kan, dia sudah sadar karena tadi aku mendengar suara anak ku menangis, pasti dia sekarang sedang menyusui anak ku kan, sama seperti istri Arka saat melahirkan kemarin,"tanya Dimas bertubi-tubi dengan bibir yang tersenyum namun air mata tetap mengalir deras ke arah pipi nya, ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik baik saja dengan cara tersenyum, namun matanya juga tak henti hentinya mengeluarkan air mata.


Dito melihat wajah Dimas yang sangat menyedihkan begitu pula dengan pakaian nya yang adanya noda darah, ia menggigit bibir menggertak Gigi nya begitu juga dengan tangannya terkepal erat berusaha meredam emosi nya karena tak sanggup melihat sahabatnya ini di timpa musibah.


"Maaf....


**bersambung.


hiks hiks kasian Dimas.


penasaran!? vote!!


like


coment


hadiah


rate 5


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**

__ADS_1


__ADS_2