Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Leo pelangi Ara


__ADS_3

Yang belum masuk ke grup, langsung klik profil author dan masuk kedalam chat room yahπŸ₯°πŸ₯° biar bisa ngobrol kita disana


Pagi menyapa bumi, tidak ada mentari yang biasanya bercahaya terang karena cuaca sedang mendung, di iringi oleh rintik hujan yang turun deras membuat membuat suasana semakin sejuk. Begitu juga dengan sepasang anak manusia yang tidur berpelukan dengan rambut si prianya masih basah sedangkan si wanita rambutnya sudah kering.


Suara ketukan pintu membuat mereka berduaan membuka mata mereka perlahan, karena ketukan itu kian mengganggu mereka, si pria nya bangkit membuka pintu kamar, ia ingin melihat siapa pengganggu tersebut.


"Pagi-pagi udah bikin orang kesal aja," ketus Leo seraya berjalan membuka pintu kamar nya.


"Ada apa mom," tanya Leo cemberut dengan muka bantal nya.


"Ada apa ... ada apa ..., ini udah jam sembilan Le, apa kamu tidak mengajak istri mu untuk sarapan hah," sentak mom Nana berdecak pinggang.


"Astaghfirullah," pekik Leo terkejut menepuk jidatnya.


Brakk.


Leo langsung menutup pintu dengan kencang sehingga membuat mom Nana kaget hingga mengelus dada.


"Ya Allah, semoga cucu-cucu ku nanti tidak mengikuti sifat anak ku yang nakal sekaligus penjahat kelamin seperti papa nya," ujar mom Nana mengusap kasar wajahnya.


"Oh berarti selama ini kamu masih menganggap ku penjahat kelamin hemm, ya sudah aku akan mencari kelamin baru untuk aku jahatin," ketus James berdiri di belakang Nana.


"Mickey," pekik Nana terkejut melihat James di belakangnya.


"Tau ah," balas James berbalik, namun ia melihat tangan Nana yang melingkar di perutnya.


"Lepasin," ujar James menyentil tangan Nana.


"Kalau hujan gini enaknya ngapain Mickey," tanya Nana dengan suara sensual berusaha meredam emosi James karena perkataannya tadi.


"Nge-rujak," balas James asal karena ia masih kesal dengan Nana, benar bahwa dulu sebelum bertemu dengan Nana dirinya adalah cassanova level dewa, namun semenjak dirinya di jodohkan dengan Nana disitulah ia sedikit demi sedikit berubah karena sikap Nana yang ketus dan lucu hingga membuat James jatuh dalam pesona Nana.


"Ya sudah ayo, kita nge-rujak nya di kamar," ajak Nana menarik paksa tangan James membawa masuk kedalam kamar.


Sedangkan Leo di dalam kamar ia langsung membangunkan Ara dengan lembut, di usapnya lembut wajah serta perut rata Ara.


"Sayang, bangun ..., ayo kita sarapan," ujar Leo lembut mengecup bibir Ara berkali-kali hingga membuat si empunya melenguh.

__ADS_1


"Eughhh."


"Ayo bangun dulu, nanti tidur lagi sayang ... biar kamu dan dedek twins gak sakit," lanjut Leo mengangkat tubuh Ara membawanya ke kamar mandi, lalu mendudukkan tubuh Ara di wastafel.


"Kenapa ke kamar mandi kak, katanya mau makan," ujar Ara serak dengan mata yang masih terpejam.


"Aku sikat gigi kamu dulu ya sayang, sama cuci muka kamu dengan air dingin biar segar, karena cuaca hujan seperti ini membuat tubuh kita seakan malas untuk bergerak," balas Leo mencengkram lembut pipi Ara.


"Senyum Pepsodent sayang," lanjut Leo membuat Ara tersenyum menunjukkan deretan giginya sehingga Leo lebih leluasa menyikat gigi Ara.


"Sudah siap, ini kumur-kumur dulu," pinta Leo tersenyum manis menyodorkan gelas air pada Ara. Setelah itu Leo pun menyikat giginya dengan cepat dan langsung berkumur-kumur.


"Terima kasih kak," ujar Ara tersenyum manis pada Leo setelah berkumur-kumur.


"Aku lebih suka kata i love you daripada terima kasih sayang," balas Leo membuat Ara langsung mencium pipi Leo.


"I love you kak," ujar Ara cepat membuat hati Leo berbunga-bunga.


"Love you too sayang ... kita sarapan sekarang ya," ajak Leo menggendong tubuh Ara seperti koala.


"Heum," balas Ara tersenyum manis menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Leo.


"Bibi, mom dan papa kemana," tanya Leo pada pelayan yang menunggu mereka di meja makan.


"Nyonya besar berpesan agar tuan dan nona muda langsung sarapan saja tanpa menunggu nyonya dan tuan besar, karena mereka ada pekerjaan darurat."


"Cih, darurat apanya hujan-hujan seperti ini kalau bukan darurat minta jatah," gumamnya.


"Sayang, kamu mau sarapan apa! nasi goreng atau sandwich," tanya Leo lembut.


"Ara ingin sandwich saja kak," balas Ara manja.


"Baiklah ratu ku," ujar Leo semangat langsung mengambil 3 potong sandwich dan menaruhnya kedalam piring Ara.


"Kenapa banyak sekali kak," tanya Ara terkejut.


"Ini tidak banyak sayang, satu untuk kamu, 2 lagi untuk dedek twins didalam perut kamu," balas Leo santai mengangkat tubuh Ara ke atas pangkuannya.

__ADS_1


"Tapi nanti kalau Ara makan sebanyak ini dan Ara gendut gimana kak, nanti pasti Ara tidak cantik lagi," sungut Ara mengerucutkan bibirnya.


"Mau kamu gendut, muka kamu bulat, perut kamu buncit aku tetap cinta sama kamu sayang," balas Leo serius membuat pipi Ara merona.


"I love you."


"Love you too sayang," balas Leo mengecup kening Ara.


"Ya sudah kamu sarapan sekarang ya," lanjut Leo menyuapi Ara sandwich.


"Kakak juga makan," balas Ara juga menyuapi Leo, mereka berdua saling suap-suapan dengan wajah yang tak henti-hentinya tersenyum manis, terlihat jelas bahwa kedua insan itu saling mencintai, sungguh Leo tak menyangka bahwa dirinya akan menikah dan jatuh cinta pada gadis polos seperti Ara, ia berpikir dulu dirinya tidak akan pernah menikah, walaupun ia menikah, Leo berpikir jodohnya kelak adalah salah satu wanita malam yang di tidurinya dulu, namun Allah berkehendak lain, ia menikah dengan gadis baik-baik yang pernah di rusaknya dulu, sungguh mengingat itu semua membuat Leo mengucapkan beribu syukur di hatinya karena Allah memberikan dia kesempatan untuk berubah menjadi pria yang baik sama seperti para sahabatnya yang juga mantan pria br*ngsek seperti nya.


Setelah selesai sarapan, Leo langsung menggendong Ara dan membawanya kembali kedalam kamar, namun Ara meminta Leo membawanya ke balkon kamar, karena ia ingin menikmati cuaca mendung dan hujan yang rintik-rintik.


"Maafin Ara ya kak, karena selama ini Ara banyak nyusahin kakak," ujar Ara menatap lembut pada leo yang sedang memeluknya dari belakang.


"Kamu tidak pernah nyusahin aku sayang."


"Tapi selama ini Ara tidak pernah banyak membantu kakak, bahkan Ara masih terlalu tabu pada kewajiban Ara sebagai istri," jelas Ara dengan mata sayu.


"Sayang, aku ini bukan pria Sholeh seperti Kemal, ilmu ku akan agama sangatlah minim, tapi aku tahu sedikit banyak akan pernikahan, di saat aku mengucapkan kata 'saya terima' disaat ijab qobul dulu, berarti aku sudah menerima diri mu lahir dan batin. Tidak peduli itu tentang kamu yang bodoh, polos, cerewet dan manja aku tetap harus menerima itu sayang. Meskipun saat itu tidak ada cinta di antara kita, jadi jangan pernah menganggap kamu menyusahkan aku yang sebagai suami mu. Karena semua yang aku lakukan itu atas bentuk tanggung jawab dan bukti cintaku sebagai suami mu." Ara tak mampu berkata apa-apa lagi, ia langsung berbalik memeluk erat tubuh Leo, ia sangat bersyukur bahwa Leo adalah suaminya walaupun Leo pernah merusaknya, mungkin inilah maksud dari pelangi setelah hujan, dan bagi Ara, Leo adalah pelangi nya.


***


"Minnie aku pengen punya anak lagi," ujar James seraya memompa angin tubuh Nana.


"Hah!" Nana melongo dengan permintaan James.


**Bersambung.


Hai kakak, author balik lagi nih..


Alhamdulillah banget karena mulai hari ini...


Insya Allah author akan kembali up 3 bab perharinya karena kegiatan author sudah tidak sibuk lagiπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ’πŸ’πŸ’


Jadi mana komentar nya serta like coment vote dan beri rating 5 🀣🀣🀣 biar author bisa langsung Next kilat πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

__ADS_1


Hadiah nya mana, satu tangkai bunga pun gak masalah, kopi apa lagi karena author lagi mengantuk ini🀭🀣


Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™πŸ₯°**


__ADS_2