Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
I love you Ra


__ADS_3

Ara yang mendengar kejujuran Leo pun terdiam beberapa saat membuat Leo yang melihatnya pun tersenyum getir, pasti Ara akan marah dan merasa jijik kepadanya itulah pikirnya.


"Aku tahu pasti kamu marah, nyesel dan kecewa sama aku kan Ra, kamu kecewa karena mendapatkan suami seperti ak---emmms." Ara langsung mencium rakus bibir Leo membuat si empunya terkejut namun Leo memejamkan matanya dan ikut membalas ciuman Ara.


"Ara cinta sama kakak,"ujar Ara setelah melepaskan ciumannya, ia mengelap bibir basah Leo dengan jempolnya.


"Kenapa Ra, kenapa kamu masih cinta sama aku setelah kamu tahu siapa aku sebenarnya?."tanya Leo pelan dengan mata yang sayu.


"Ara tidak peduli kakak pernah salah atau berbuat apa di masa lalu, Ara juga gak peduli seberapa banyak wanita yang kakak tiduri, karena yang Ara tahu setiap orang memiliki masa lalu, setiap insan mempunyai masa kelam, dan setiap manusia pernah salah, tapi satu yang harus kita pahami kak, hidup akan terus berjalan, jadikan masa lalu sebagai alat ukur diri kita sendiri, seberapa baik kita berubah, sejauh apa kaki kita melangkah satu yang harus kita ingat, jangan sampai penyesalan di masa lalu terulang di masa depan kak, agar perjuangan kita untuk berubah menjadi lebih baik dan tidak sia sia,"jelas Ara lemah lembut membelai pipi Leo.


"Ara cinta sama kakak, Ara nyaman berada di dekat kakak, Ara tidak pernah sebahagia ini dalam hidup Ara, menikah bersama kakak adalah anugerah terindah dari Allah untuk Ara, jadi mulai sekarang Ara mohon kakak untuk setia sama Ara, jangan pernah balik lagi pada perbuatan masa lalu kakak, karena itu akan menyakiti hati Ara kak,"ujar Ara dengan mata yang berair membuat Leo langsung merengkuh tubuh Ara.


"Aku janji Ra, tidak akan menyakiti kamu, aku janji, mungkin aku bukan laki laki yang baik tapi aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu Ra, aku akan bertanggung jawab atas kebahagiaan mu, mulai sekarang kamu adalah prioritas ku Ra, kamu adalah garis finis dalam hidup ku, aku janji akan berubah Ra, terimakasih karena sudah menerima ku apa adanya Ra, terimakasih,"balas Leo mengecup pucuk kepala Ara berkali-kali, kemudian ia melonggarkan pelukannya, ia menangkupi pipi Ara dengan lembut, dihapus nya air mata yang membasahi pipi Ara.


"Aku tidak tahu apa yang aku rasakan sekarang Ra, yang jelas hati ku merasa sangat nyaman dan bahagia bersama mu Ra, bila benar ini yang dinamakan jatuh cinta, maka aku sangat bahagia Ra, karena untuk pertama kalinya aku jatuh cinta pada wanita, dan wanita itu adalah kamu, i love you Ra,"lanjut Leo dengan mata yang berkaca-kaca, ia tak menyangka akan secepat ini tunduk bertekuk lutut di hadapan wanita polos seperti Ara, dan ia juga tidak menyangka Ara mempunyai hati yang luas hingga mampu menerimanya apa adanya, ia kembali mengingat ungkapan para sahabat nya dulu saat Arka, Kemal, Dimas dan Dito disaat mereka menemukan wanita yang mereka cintai tak lain adalah istri istri mereka.


Cinta bukanlah tentang berapa lama kamu mengenal seseorang, melainkan tentang seseorang yang membuatmu tersenyum sejak saat kamu mengenalnya.”ujar Dito.


Cinta sejati itu memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai." ujar Arka.


Hanya hati yang memiliki keikhlasan yang bisa memberikan ketulusan pada orang yang dicintainya, cintailah apa yang kamu miliki, dan milikilah apa yang kamu cintai."ujar Kemal


Cinta yang berasal dari hati yang tulus akan menghasilkan cinta yang tulus pula."ujar Dimas.


"Kamu menjadi alasan untuk ku berubah menjadi lebih baik Ra, terimakasih karena sudah hadir di hidup ku Ra, love you really love you,"lanjut Leo tanpa sadar menitikkan air mata nya.


"Love you too kak,"balas Ara membuat Leo langsung membungkam bibir Ara dengan bibir nya, kali ini ciuman yang Leo berikan adalah ciuman penuh perasaan dan kebahagiaan, tidak ada n*fsu di dalam nya, hatinya merasa lega seolah olah beban yang berat menghimpit hatinya pergi tak menyisakan bekas.


"Ayo kita jalan jalan dan shopping,"ajak Leo tersenyum manis setelah melepaskan ciumannya.


"Kakak yang bayar kan,"balas Ara tersenyum senang.

__ADS_1


"Tentu, apapun untuk ratu ku ini,"ujar Leo mencubit gemas pipi Ara.


"Yeeee akhirnya setelah menikah Ara bisa belanja juga,"pekik Ara senang membuat Leo terkekeh geli.


"Yasudah kita ganti baju sekarang,"ajak Leo membuat Ara mengangguk kepalanya cepat.


***


"Kamu mau kemana dulu Ra, ke mall, tempat wisata, pantai atau kemana?"tanya Leo semangat memeluk pinggang Ara yang duduk di pangkuannya.


"Ara mau ke pantai dulu kak, karena Ara sudah lama tidak kesana,"balas Ara tersenyum senang.


"Baiklah, kamu dengarkan Bim kalau istri ku ingin ke pantai,"tegas Leo datar pada bawahannya yang menjadi sopir sekaligus obat nyamuk di antara pasangan manis itu.


"Baik tuan."


Dalam perjalanan Leo benar benar mencari kesempatan, ia membuka kancing baju Ara dan bermain dengan benda kenyal itu, disaat Ara terlelap jadi membuat Leo lebih leluasa mencetak karya nya.


"Ahh,"lenguh Ara membuat Leo tersadar bahwa dirinya salah tempat bermain, ia pun langsung mengancing baju Ara kembali.


Dengar tuan batinnya.


"Tidak tuan,"bohong nya gugup.


"Heum bagus, karena kalau sampai kau mendengar nya ku colok telinga mu itu pakai sapu lidi,"ancam Leo santai.


Untung tuan percaya, kalau tidak bisa jadi setan budeg aku batinnya lega.


Leo membelai lembut pipi Ara, di kecup nya lembut kening istri polos nya itu, mungkin ini kali pertama nya jatuh cinta hingga membuat nya tak berhenti tersenyum senyum sendiri.


"Bim, kalau orang kencan biasanya mereka buat apa,"tanya Leo polos pada bawahannya itu, selagi Ara terlelap jadi Leo ingin belajar terlebih dahulu.

__ADS_1


"Ada yang jalan ke pantai, ada yang shopping, ada yang menonton di bioskop tuan,"jelas Bim tersenyum kaku.


"Kau pernah kencan Bim,"tanya Leo menaikkan alisnya.


"Pernah tuan."


"Emang kalau kau kencan kau buat apa?"tanya Leo asal sambil membelai kepala Ara lembut.


"Buat anak tuan,"jawab Bim polos membuat Leo tersedak ludahnya.


"Oh shitt aku lupa kalau kau sudah menikah dan punya anak,"umpat Leo kesal.


"Benar tuan dan istri saya 3, dan rencananya mau saya buat genap jadi 4,"balas Bim tersenyum bangga.


"Dasar kang nikah,"ketus Leo mencebikkan bibir nya.


"Lebih baik tukang nikah daripada kang nyosor tuan,"balas Bim tanpa sadar menyindir Leo.


"Kau menyindir ku Bim,"teriak Leo membuat Ara terkejut dalam tidur nya.


Mati aku batin Bim.


"Sssttt tidur lah Ra, cup cup cup,"bisik Leo menepuk bokong Ara kembali, hingga ia lupa memarahi bawahannya itu.


Untung ada pawangnya batin Bim.


**Bersambung.


hihi author up lagi nih..


yang nungguin misteri Ara tunggu dulu yah, karena author mau kasih manis manis nya dulu, nanti di beberapa bab kedepannya pasti akan author ungkap..

__ADS_1


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰❤️**


__ADS_2