Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Siang Dan Malam


__ADS_3

Sepasang tangan kekar yang memeluknya dari belakang membuat Nara terlonjak kaget. Sontak ia menoleh dan mendapati Zian berdiri di belakangnya sambil mengukir senyum tipis di bibirnya.


"Kau membuatku terkejut," ucap Nara sedikit merenggut.


"Padahal aku ingin memberimu sedikit kejutan." ucap Zian kemudian mengecup singkat bibir Nara.


Kemudian Nara berbalik. Posisinya dan Zian saling berhadapan. "Kapan kau masuknya, kenapa aku tidak mendengar suara mobilmu?" tanya Nara keheranan.


"Aku pulang dengan menggunakan taksi, entah apa yang terjadi tiba-tiba mobilku mogok dan tidak mau jalan. Dan sekarang mobil sialan itu ada dibengkel!!" jelas Zian menimpali.


"Bukankah ada, Kai. Kenapa kau tidak menghubungi dia dan memintanya untuk menjemputmu?"


Zian menggeleng. "Kai, sedang berada di luar kota. Ada sedikit masalah di sana, dan Kai pergi untuk mengurusnya." Jawab Zian. Nara mengangguk paham.


Kemudian dia beranjak dari hadapan suaminya dan melenggang keluar. "Kau pasti lapar, akan kusiapkan makan malam untukmu." ucap wanita itu di tengah langkahnya. Sedangkan Zian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.

__ADS_1


.


.


Nara berdiri termenung di depan kulkas. Otaknya berpikir keras, kira-kira makanan apa yang akan ia masak untuk Zian. Hanya ada udang, daging dan paha ayam. Sedangkan sayurannya hanya ada wortel dan buncis. Kira-kira dimasak apa?!


Tak tahu lagi harus memasak apa, akhirnya Nara mengeluarkan udang, daging, buncis dan wortel.


Karena hanya itu stok yang ada di kulkas.


Dan baru saja iya akan pergi memanggil Zian, namun orang yang dia panggil sudah menunjukkan batang hidungnya.


Pria itu terlihat lebih fresh dari sebelumnya, senyum hangat Nara menyambut kedatangannya. Nara tak ikut makan malam dan hanya menemani Zian saja. Dia masih kenyang, karena baru makan malam setengah jam sebelum pulang.


"Kau tidak makan?" tanya Zian.

__ADS_1


Nara menggeleng. "Aku sudah makan tadi, kau sendiri saja dan aku temani disini." Ucap Nara.


Kebersamaan mereka di meja makan diwarnai obrolan-obrolan kecil dan ringan. Banyak sekali hal yang mereka bahas, dan semua pertanyaan didominasi oleh Zian. Dan yang mereka bahas tentu tak jauh dari anak-anak. Zian belum mengenal mereka dengan baik, dan sebagai seorang ayah tentu saja dia ingin mengenal putra-putrinya lebih dekat.


"Sama seperti dirimu, Leon membenci segala makanan dan minuman yang manis. Sementara Lea, dia sangat menyukai makanan dan minuman manis, ice cream terutama. Leon membenci musim dingin dan musim semi, tetapi Lea suka. Leon membenci keramaian, tetapi Lea suka. Mereka berdua ibarat malam dan siang, yang satu hangat dan yang satu dingin. Begitulah Leon dan Lea," tutur Nara panjang lebar.


"Jujur saja, Nara. Aku merasa sebagai ayah yang tidak berguna, karena tidak mengerti apapun tentang mereka berdua. Dan Jika waktu bisa terulang kembali, aku ingin kembali ke masa lalu. Menemukanmu lebih cepat, agar bisa mengetahui perkembangan mereka dari awal." Tutur Zian.


Kesalahan dan penyesalan terbesar dalam hidup Zian adalah tidak bisa menemukan Nara lebih cepat. Jika saja ia tidak terlambat pasti mereka berempat sudah bersama sejak lama, tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi.


Meskipun terlambat tetapi pada akhirnya Zian bisa menemukan mereka bertiga. Dia akan menebus semua kesalahannya di masa lalu dengan membahagiakan istri dan anak-anaknya. Dan itu adalah tujuan hidup Zian sekarang.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2