Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Raja dan Ratu


__ADS_3

"Ara kenapa?"tanya mom Nana khawatir melihat Leo yang menggendong Ara.


"Sssttt tidur mom,"ujar Leo pelan karena takut membangun kan Ara.


Mom Nana mengangguk kepalanya sambil tersenyum senang karena melihat putra nya yang nampak sangat peduli kepada Ara, ia yakin bahwa Leo sudah mencintai Ara.


Leo membawa Ara kedalam kamar, ia merebahkan tubuh Ara secara perlahan dan penuh kehati-hatian, ia memperlakukan Ara dengan sangat lembut bak permata yang berharga baginya, di belai nya pipi Ara lembut, ia menatap lekat wajah sang istri yang mempunyai kecantikan alami dengan muka yang baby face, tak lupa ia mengecup kening Ara lembut.


Setelah itu Leo pun langsung keluar dari kamarnya menemui mom Nana dan papa Jimmy.


"Duduk sini sayang,"panggil mom Nana menepuk sofa di samping nya, Leo langsung berjalan dan duduk di samping mom Nana seraya merebahkan kepalanya di atas paha mom Nana.


"Hey bocah, enak aja kau tidur di tempat kesukaan ku,"ketus James marah menarik tubuh Leo memaksanya bangun.


"Mom,"rengek Leo membuat Nana langsung menatap tajam ke arah James.


"Jangan menganggu anak kita Micky, biarkan dia tidur disini karena dia kelelahan semalaman menjaga istri nya,"sentak Nana membuat James cemberut.


"Minnie tapi dia itu sudah besar, aku cemburu,"sungut James menghentakkan kakinya di lantai membuat Leo cekikikan melihat tingkah laku kedua orang tuanya yang sudah tua namun masih harmonis.


"Mickey, Minnie apa mom and papa tidak malu bila ada orang lain yang mendengar panggilan kesayangan kalian itu,"ejek Leo di hadiahi ciuman oleh mom Nana di wajahnya.


cup


cup


cup


"Kamu juga harus punya panggilan sayang buat istri mu nak, agar membuat hubungan kalian semakin romantis,"ujar Nana mengelus kepala Leo.


"Ara tidak akan suka mom, apalagi dia masih kecil untuk mengerti hal begituan,"sanggah Leo.


"Kecil kecil pun sudah kamu buat bolong kan,"sinis James membuat Leo kesal.


"Mom, bagaimana mom bisa menikah dengan pria menyebalkan seperti papa,"sungut Leo memeluk pinggang sang mommy nya.


"Hey kalau tidak ada pria menyebalkan ini maka kau juga tidak akan hadir di dunia ini,"sentak James ingin menjewer telinga Leo.


"Berani menyentuh telinga anak ku, jangan harap masuk kamar nanti malam,"ancam Nana memeluk Leo membuat James yang mendengar ancaman Kramat itu pun tak berkutik.


"Huff kali ini kau selamat Le, tidak lain kali,"tegas James.


"Besok kamu langsung honeymoon ya sayang, mom and papa sudah menyiapkan kebutuhan kalian disana, kau harus bisa mencetak anak yang banyak seperti Arka, lihat dia cetakan pertama dapat dua, dan cetakan kedua dapat tiga, entah nanti cetakan ke tiga bisa dapat 6 dia, pokok nya nanti kamu harus bisa cetak yah sayang, walaupun cuma dapat satu tapi mom sudah senang,"ujar mom Nana dengan semangat berapi-api.

__ADS_1


"Mom pikir cetak anak seperti cetak kue apa, langsung bisa cetak berapa yang kita inginkan,"sungut Leo bangkit dari pangkuan Nana.


"Ya jelas seperti cetak kue sayang, terkadang kue yang kita cetak hangus alias keguguran atau gagal, ataupun bisa kue nya bantet alias dapat anak sebelas dua belas seperti Malin Kundang, dan bisa juga cetak kue nya bagus dan lembut alias dapat anak yang baik seperti si entong,"terang mom Nana membuat Leo memutar bola matanya.


"Lalu menurut mama Leo masuk kategori anak yang seperti apa,"tanya Leo asal.


"Malin Kundang,"jawab Nana polos membuat James tertawa lepas sedangkan Leo langsung kesal.


"Ya sudah sana minta cucu sama Malin Kundang aja,"ketus Leo langsung beranjak menuju ke kamar nya meninggalkan Nana yang baru sadar bahwa dia salah.


"Oh no, sayang mommy tidak bermaksud begitu,"teriak mom Nana panik ingin mengejar Leo namun sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang.


"Ayo kita cetak anak yang seperti si entong,"ajak James tersenyum nakal membuat Nana menunduk malu seperti seorang gadis yang tak pernah di sentuh.


"Ayo."


***


Leo masuk kedalam kamar dan tak melihat Ara di kasur, samar samar ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi, membuat senyuman khas cassanova nya terbit, ia langsung menanggalkan pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.


Saatnya makan siang phoniex batin Leo girang.


Ara yang sedang mengguyur dirinya dibawah shower tersentak ketika sebuah tangan memeluk nya dari belakang, namun tak lama ia tersenyum lembut karena tahu siapa pemilik tangan kekar tersebut.


"Raja,"ujar Leo lembut.


"Raja?."


"Iya, mulai sekarang panggil aku raja dan aku juga akan memanggil mu ratu,"bisik Leo di telinga Ara.


"Kenapa harus begitu kak?"tanya Ara polos berbalik menatap Leo.


"Itu panggilan kesayangan kita, jadi mulai sekarang bila kita sedang berdua kamu harus memanggil ku raja okey,"ujar Leo mencium leher Ara.


"Tapi kak..ssttt,"d*sah Ara ketika Leo membuat karya di leher jenjang nya.


"Raja, panggil raja karena kalau tidak aku akan menghukum mu,"tegas Leo menyatukan keningnya dengan kening Ara sehingga hidung mereka bersentuhan.


"Raja,"panggil Ara malu malu.


"Sekali lagi,"pinta Leo tersenyum senang.


"Raja."

__ADS_1


"Iya sekali lagi."


"Babu,"panggil Ara mencoba menahan senyumnya.


"Sek--


"Apa? kamu panggil aku tadi apa,"tanya Leo menatap tajam ke arah Ara namun tak membuat wanita yang memiliki kepribadian anak anak itu takut.


"Babu,"panggil Ara ingin berlari keluar dari kamar mandi namun Leo langsung mengejar nya.


Hup


Leo langsung merengkuh tubuh Ara dari belakang ia menggesek-gesek hidungnya di leher Ara membuat si empunya merasakan geli.


"Hahaha geli kak,"tawa Ara pecah berusaha memberontak dari rengkuhan Leo.


"Rasakan ini,"ujar Leo tanpa berniat berhenti.


"Hahahaha kakak geli, haha lepasin Ara geli,"ujar Ara di sela tawanya dengan wajah yang memerah.


"Gak mau."


"Hahahaha raja ku, haha lepasin raja,"ujar Ara akhirnya menyerah dengan memanggil Leo raja karena tak tahan lagi.


Leo yang mendengarnya pun langsung tersenyum lebar, ia langsung menggendong tubuh Ara dan melemparkannya ke atas ranjang dengan kasar.


"Hahaha maaf Ara gak akan ulangi lagi,"ujar Ara yang baru menetralkan tawanya.


"Aku harus menghukum mu ratu ku karena sudah berani memanggil raja mu ini babu,"ujar Leo menyeringai menatap intens tubuh Ara yang polos dan basah karena habis mandi.


"Tapi kan tadi udah kak,"ujar Ara menutup tubuh polos nya dengan selimut.


"Tadi itu baru DP nya, sekarang baru Cash,"ujar Leo langsung menerkam Ara.


**bersambung.


hihi author up kilat ini..


hayoo yang mau lagi mana vote sama hadiah nya🤗🥰ohia kakak kalau ada yang nemuin cerita yang sama dengan anak kembar tuan muda tolong beritahukan pada author yah..


karena banyak teman author yang karya nya di platgiat dan di publikasikan di platform lain..


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kak..

__ADS_1


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️🥰**


__ADS_2