Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Novel Aarin dan Brayen


__ADS_3

"Lepasin, Bray?!" Aarin menghempaskan kasar tangan Brayen. Gadis itu menatap tajam pria tampan di depannya sekarang. Terlihat Brayen sedang di liputi oleh amarah.


"Kenapa kamu malah berdansa dengan Angkasa, huh?!" Brayen meninggikan suaranya membuat Aarin terkejut. Untunglah mereka berada di atap gedung sekolah.


Dada Brayen bergemuruh matanya menatap nyalang Aarin. Darahnya berdesir, ingin sekali dia melahap Aarin hidup-hidup.


"Kamu membentak ku, Bray?" Aarin menutup mulutnya tak percaya.


"Kamu membentak ku hanya karena cemburu melihat aku berdansa dengan Angkasa?!" Aarin meninggikan suaranya memukul dada bidang Brayen.


"Hanya kamu bilang? Dia menyentuh mu Aarin? Dia memeluk mu? Bahkan selama kita dewasa tak sekalipun aku menyentuh mu walaupun itu hanya bersentuhan tangan? Dan hanya kamu bilang?!" Brayen membentak Aarin dengan suara yang amat tinggi.


"Okey fine! Aku tahu aku salah. Tapi tidak seharusnya juga kamu memukul kak Angkasa tadi! Kamu terlalu cemburu dan posesif pada aku, Bray. Tidak bisakah kamu memberikan aku kebebasan untuk bergaul dan berteman. Dari kecil sampai sekarang kamu selalu membatasi pertemanan aku, Bray. Aku lelah .." Aarin berucap frustasi sambil mengusap wajahnya kasar.


Degg


Perkataan Aarin bagaikan bom waktu bagi Brayen. Laki-laki yang baru saja berusia 18 tahun itu termangu mendengar keluhan Aarin. Tak lama kemudian Brayen tertawa hambar dengan air mata yang luruh membasahi pipinya.


Aarin terkejut melihat Brayen tertawa dengan mata yang berair. Untuk pertama kalinya setelah mereka dewasa baru kali ini Aarin melihat Brayen menangis.

__ADS_1


"Baiklah bila itu yang kamu mau, Ar! Mulai sekarang aku tidak akan lagi membatasi pertemanan kamu. Terserah kamu mau bergaul dan berteman dengan siapapun. Aku tidak akan peduli lagi?! Kamu lelah karena aku yang posesif dan cemburuan menurut kamu 'kan! Sama dengan ku yang juga lelah mencintai kamu. Dari kita kecil sampai sekarang cuma aku yang terlihat begitu takut kehilangan kamu, cuma aku yang terlihat bahagia disaat kita menghabiskan waktu bersama. Jadi mulai sekarang! Mari hidup di jalan masing-masing tanpa harus memperdulikan satu sama lain. Kamu lelah? Maka aku jauh lebih lelah mempertahankan cinta yang bertepuk sebelah tangan ini. Sudah cukup! Aku menyerah. Silahkan lakukan apa yang selama ini tidak bisa kamu lakukan bersama ku. Pergilah kemanapun yang kamu mau?!" Brayen berucap lirih diiringi butiran kristal yang jatuh membasahi pipinya.


Bagaikan tersambar petir di siang bolong Aarin membeku mendengar ucapan Brayen. Nafasnya tercekat, dadanya terasa sesak mendengar perkataan Brayen. Aarin menggelengkan kepalanya cepat, gadis itu menggenggam erat tangan Brayen.


"Bukan begitu, Bray .. aku hanya .." Brayen menepis tangan Aarin kasar.


"Mari akhiri semua ini." Brayen berucap datar lalu pergi meninggalkan Aarin yang mematung di atas gedung sendirian. 


Duaar


Kaki Aarin luruh begitu saja, gadis itu menangis sesenggukan sambil menekan dadanya yang terasa sesak. Sakit .. sungguh sakit yang dirasakannya saat mendengar kata-kata perpisahan dari kekasih masa kecilnya.


***


Hayoo kira-kira bakal ada kejutan apa nanti ya .. itu hanya spoiler nya saja🙈🤭🤭


judulnya BUCIN DARI KECIL


__ADS_1


***


Oh iya ada cerita baru di chat story tentang Elsa mantan Dito yang tiba-tiba di paksa menikah oleh Reyhan seorang mafia berdarah dingin. Padahal Elsa baru saja terbebas dari penjara namun dia harus di kurung kembali oleh Reyhan.


Bagaimana kisah mereka?


Akankah Elsa masih jahat atau berubah menjadi baik?


Ikuti kisah nya di chat story berjudul TERJEBAK CINTA MAFIA .. langsung tap favorit dan jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🥰 karena Chat story ini author ikutkan lomba.


Jadi dukung author sebanyak-banyaknya agar author menang dan KALAU MENANG author bakal GIVE AWAY


Juara satu pulsa 100k


juara 2 pulsa 75k


juara 3 pulsa 50k


Jadi ayoo dukung author sebanyak-banyaknya 🙏🙏🙏🎉🥳🥳🥳🥳💃💃💃💃

__ADS_1



__ADS_2