
Tak terasa 4 hari sudah Leo dan Ara berada di negara new Zealand, Leo benar benar memanjakan Ara, ia tak membiarkan Ara kecapekan sedikit pun, bahkan bila Ara belanja maka Leo sendiri yang akan membawa barang belanjaan Ara, ia tak menyuruh para bawahannya karena Leo ingin melakukan apapun yang Ara minta dengan tangan nya sendiri, tapi semua itu tentu ada bayarannya, Ara harus siap melayani Leo kapan pun dia mau, bahkan pernah mereka melakukan nya di dalam mobil di pinggir jalan.
"Tuan benar benar tak tahu tempat, dia menghajar istrinya di pinggir jalan,"gerutu Bima yang berdiri sedikit jauh dari mobil yang bergoyang itu.
Setelah melakukan ritual menuju cakrawala tersebut Leo langsung membenahi baju nya dan juga baju Ara, ia langsung menyuruh Bima membawa mereka ke hotel.
"Siapkan jet pribadi besok Bim, karena aku akan pulang ke indo bersama istri ku,"titah Leo sambil mengelus pipi Ara.
"Kenapa tidak naik pesawat umum saja tuan?."
"Istri ku sudah hampir sembuh, jadi tidak perlu lagi naik pesawat umum,"jawab Leo tersenyum manis mengecup kening Ara.
"Apakah anda benar benar jatuh cinta pada nona tuan,"tanya Bima hati hati karena ia sedikit ragu pada Leo, bagaimana bisa seorang cassanova kelas VVIP bisa berubah total seperti Leo, impossible itulah pikir Bima.
"Benar Bim, rasanya aku bisa gila jika berjauhan dengannya, aku sangat senang berada di dekatnya, tingkah nya yang polos dan penurut membuat aku benar benar ingin lengket seperti perangko dengan nya,"balas Leo jujur membuat Bima tersenyum kecil.
"Anda sangat pandai merayu tuan,"gumamnya.
"Apakah yang aku suruh sudah mendapatkan hasil Bim,"tanya Leo menaikkan alisnya.
"Sudah tuan, mungkin lusa sudah ada laporan tuan."
"Kerja bagus Bim,"puji Leo tersenyum licik, sedangkan Bima yang melihat seringai di wajah Leo pun hanya bisa tersenyum getir.
"Bila anda bertemu dengan pria itu apa yang akan anda lakukan tuan?."tanya Bima serius menatap wajah Leo dari kaca spion depan.
"Aku akan memberikan dia hukuman yang amat berat dan akan aku buat dia merasakan apa yang istri ku rasakan, bahkan bisa lebih dari apa yang ia lakukan pada istri ku,"balas Leo mengepalkan tangannya dengan mata memerah.
Aku tidak percaya tuan, apakah kau sanggup menghukum orang itu batin Bima sendu.
***
"Apakah kita akan naik pesawat seperti kemarin kak,"tanya Ara polos yang duduk di pangkuan Leo.
"Tidak Ra, kita akan naik jet pribadi keluarga Dicaprio, buka mulut mu,"balas Leo sambil menyuapi Ara nasi.
"Jet pyibadi iitu..
"Kunyah dan telan makanan yang ada di mulut dulu baru berbicara Ra, jangan biasakan berbicara sambil makan karena itu prilaku yang tidak baik,"tegur Leo membuat Ara cengengesan ia pun mengangguk patuh membuat Leo tersenyum manis.
"Good girl,"ujar Leo mengelus kepala Ara.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan Leo pun langsung mengemas barang mereka berdua, bila biasanya sang istri yang akan melakukan hal tersebut namun berbeda dengan Leo yang tidak mengizinkan Ara melakukan apapun, ia mengemas baju mereka dengan rapi membuat Ara yang melihat nya tersenyum manis.
"Kakak sangat pandai mengemas di tambah rapi lagi melipat baju,"puji Ara mengacungkan jempol ke arah Leo.
"Uhh kau tidak melihat kepandaian ku yang lain Ra, aku bisa segalanya bahkan bukan pandai di kasur saja, aku juga lihai di dapur, kamu sangat beruntung punya suami seperti ku,"balas Leo memuji dirinya sendiri membuat Ara tertawa cekikikan melihat kepedean Leo yang berada di level tinggi.
"Haha bulu merak kakak seperti nya semakin lebat saja (istilah untuk orang yang memuji dirinya),"ucap Ara berjalan memeluk erat tubuh Leo dari samping.
Cup.
"Sudah selesai, ayoo kita berangkat sekarang,"ajak Leo sambil mengangkat koper mereka.
"Ayoo."
Terlihat Bima nampak sedang menunggu mereka di depan hotel, Leo dan Ara pun masuk ke mobil.
"Apa kamu senang liburan bersama ku Ra,"tanya Leo sambil menepuk pahanya agar Ara mau duduk di pangkuan nya.
"Ara selalu senang bersama kakak,"jawab Ara jujur sambil duduk di pangkuan Leo.
Puk
Puk
"Emang nanti di pesawat Ara harus melakukan apa kak, kenapa harus butuh tenaga ekstra?."tanya Ara polos.
"Karena nanti kita akan cetak anak di pesawat,"bisik Leo membuat Ara merona, ia langsung mengangguk kecil dan tidur bersandar di dada bidang Leo seraya menikmati tepukan lembut dari Leo.
***
Sedangkan di tempat lain tepatnya di kediaman Lemos nampak twins A sedang bermain dengan adik adik mereka yang baru saja bisa tengkurap, tak lupa juga ada di kecil Asha yang ikut terbaring di kasur kecil dekat dengan si tampan Aaron, sedangkan para orang tua mereka hanya duduk di atas sofa sambil memperhatikan mereka saja.
Baby Maheer.
Baby Mauza.
__ADS_1
Baby Maura (namanya sudah author ganti yah, karena banyak yang bilang Maura lebih cocok dari pada Maira)
Si kecil Asha.
"Tak dendong...temana mana...tak dendong temana mana...enak toh..mantap toh..hehe..ayoo dedek Asha itut nyanyi shepelti Abang Aalon,"ujar Aaron menciumi seluruh wajah baby Asha, membuat baby kecil itu tertawa girang seperti bayi pada umumnya.
"Aalon Janan tium tium dedek Asha, kalena Aalon butan shuami na, jadi Ndak boyeh..dosha kata mommy"tegur Aarin menarik sang kakak agar menjauh dari baby Asha.
"Ishh Aalin apaan sih, kita itu mashih tecil..jadi Ndak apa tium tium...,"sungut Aaron tak rela.
"No Aalon...kita ini shudah dewasa, kalena kita shudah Puna dedek...TIGA..Aalon, and kata Daddy shebental ladi kita bakall Puna dedek ladi kembal na DUA...so belalti kita shudah dewasa,"tegas Aarin berdecak pinggang memelototi kembaran nya itu.
Sedangkan Arka langsung tersenyum lebar mendengarnya berbeda dengan Putri yang wajahnya langsung memerah menahan malu.
Puk.
"Gila kau Ar, anak sudah 5 masih belum cukup,"sentak Dimas melemparkan bantal ke arah Arka.
"Uang ku sangat banyak Dim, jadi tidak masalah punya anak banyak,"jawab Arka santai mengelus kepala Putri karena sekarang istrinya itu bersembunyi di dada bidang nya, ia malu melihat suaminya yang kalau bicara tak pernah mengsensor.
"Ck, dasar tuan muda tak tahu malu,"sungut Dimas membuat Arka terkekeh geli.
"Telusshh Aalin tenapa mahu di tium tium Shama Blayen hah...dan kemalin Aalin tium Blyan Sampek Sampek Blayen nangis lihat na...ayoo jawab,"sentak Aaron bangkit ikut berdecak pinggang memelototi kembaran nya.
"Kalena Blyan calon shuami na Aalin,"jawab Aarin polos membuat Arka dan yang lainnya tersedak ludah mendengar penuturan Aarin.
**Bersambung.
hai kakak author up lagi ini..
Tenang aja part Dito nya gak bakal lama lagi..
jujur kalau cerita Dito nantinya pasti banyak sedih...
Apa mau di pisah aja kah??
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰❤️**
__ADS_1