
KHUSUS UNTUK YANG SUDAH MENIKAH🙏🙏🙏KALAU BELUM MOHON SKIP AJA.. KARENA BILA MELANGGAR DOSA TANGGUNG SENDIRI.
Leo benar benar tak memberikan Ara ampun, bahkan untuk mengerang namanya saja tidak, karena Leo membungkam bibir atas dan bawah milik Ara membuat wanita polos itu hanya bisa mengerang dalam hati, sungguh kenikmatan yang di berikan oleh suaminya ini bukan lah hal yang bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Semua ilmu Leo dalam membuat lawan jenis nya di atas ranjang dulu disaat ia di juluki cassanova ia pakai semuanya disaat bersama Ara, bila dulu ia melakukannya penuh ***** maka sekarang ia melakukannya dengan penuh cinta dan damba, ia memperlakukan Ara dengan sangat lembut bagaikan mutiara indah yang sangat rapuh, Leo terus memompa tubuh Ara dengan berbagai gaya yang membuat keduanya mbgerang nikmat.
"Sayang."
"Iya kak ssttt."
"Sayang ahhh."
"Heumm kakak."
"Aku ingin segera punya anak sstttt sayang."
"Ara juga kak ahhhh kakak lembut kan sedikit."Leo memelankan temponya karena is tak ingin membuat wanitanya kesakitan.
"Kakak hiks hiks Ara mau yang cepat,"pinta Ara yang merasakan kenikmatan nya berkurang di saat Leo bermain pelan, ia lebih menyukai disaat Leo melajukan si phoniex dengan kecepatan penuh bagaikan mobil Porsche.
"Iya iya sayang, jangan nangis lagi ahhhh aku tadi cuma isi bensin aja sssstttt ratu ku kau sangat nikmat,"desah Leo dengan gemas ******* habis pucuk kelereng gunung kidul Ara.
"Ahhhh kakak."
"Panggil aku raja."
"Sstttt raja."Leo merasakan laharnya ingin keluar namun ia tak ingin keluar sekarang, ia tersenyum menyeringai menatap hasrat tubuh Ara.
__ADS_1
"Ratu ku, sstttt si phoniex minta di tunggangi."ucap Leo langsung mengangkat tubuh Ara ke atas nya, sekarang Ara lah yang bermain di atas tubuhnya.
"Yeah yeah ratu ku, ahhhhh aku ingin punya anak banyak."
"Heummm stttt Ara ikut raja saja asalkan raja bahagia."Leo tersenyum senang dikala mendengar jawaban dari Ara di sela sela permainan nya, itulah yang ia suka dari Ara yaitu seorang istri polos, penurut, dewasa karena ia telah sembuh dari penyakitnya, yang terlebih lagi Ara selalu memikirkan kebahagiaan nya.
"Lebih cepat ratu ahhh." Ara mempercepat gerakannya hingga membuat Leo meraung, mengerang menyebut nama Ara dalam berbagai panggilan.
Sayang, Ratu, istriku!!
Hingga tak lama tubuh keduanya bergetar hebat diakhiri dengan lenguhan keluar dari mulut masing masing, Ara terjatuh ke atas tubuh Leo dengan nafas tersengal-sengal, begitu juga dengan Leo, ia memeluk erat tubuh Ara tanpa melepaskan penyatuan mereka.
Aku sangat mencintaimu sayang, aku berjanji akan selalu setia berada di samping mu, aku akan berusaha membuat mu tersenyum setiap harinya, aku berjanji akan selalu menjaga mu sayang, i love you my queen batin Leo.
Leo menyentuh perut Ara yang masih datar, ia sudah tak sabar menantikan kehadiran sang buah hatinya nanti, ia sudah membayangkan bagaimana indah hidup nya bila nanti dia memiliki anak bersama dengan Ara, ia berjanji akan menjadi ayah yang baik, ia akan menjaga sang anak dengan penuh kasih sayang, tak akan ia biarkan siapapun menyakiti anak nya kelak, baik itu anaknya laki laki ataupun perempuan.
Perbedaan Leo dengan para sahabatnya yang lain adalah sifat Leo yang penyayang anak, bila Arka dan yang lainnya mulai menyukai anak anak lain disaat mereka sudah mempunyai anak sendiri maka Leo berbeda, bahkan saat ia lajang dulu ia sudah menyukai dan menyayangi anak anak, bila dia mengendarai mobilnya sendirian dan melihat para anak anak kecil yang mengamen di jalanan maka Leo akan dengan senang hati turun memberikan uang yang banyak untuk mereka, tangannya sering mengusap kepala anak anak jalanan, anak yatim dan fakir.
"Kak angkat kaki kakak dulu, Ara mau keluarin si phoniex dulu,"ucap Ara pelan dengan mata yang berat.
"Biarkan dia di dalam sampai pagi sayang."Ara terkejut ia membuka matanya lebar mendengar ucapan Leo, apa?sampai pagi?itu mustahil pikir Ara.
"Tapi ini tidak nyaman kak,"rengek Ara menggoyangkan pinggulnya membuat Leo menggigit bibirnya.
"Jangan di goyang kalau kamu tidak mau kita berdendang lagi sayang,"ujar Leo serak membuat Ara langsung patuh.
"Baiklah kak, tapi cuma masuk saja kan,"tanya Ara menatap Leo penuh harap.
__ADS_1
"Iya sayang aku janji, asalkan kamu tidak gerakin pinggul kamu,"balas Leo mendekap hangat tubuh Ara, ia mengelus punggung Ara dengan lembut membuat mata Ara yang berat pun akhirnya tertutup indah mengarungi mimpi nya, di ikuti oleh Leo yang di belakangnya.
Sedangkan di sisi lain tepatnya di mension Lubis, Bilqis sedang menunggu Kemal keluar dari kamar mandi, ia tersenyum senang menatap pantulan dirinya di cermin, lingerie seksi berwarna merah terang persis seperti Ara tadi karena lingerie tersebut adalah hadiah dari mama Lisa untuk semua menantunya, ia memakan lip balm untuk menambah kesan cantik nya.
Kemal membuka pintu kamar mandi dengan wajah yang berubah tegang di kala melihat penampilan Bilqis yang menggugah selera, lingerie seksi berwarna merah terang terlihat pas di tubuh Bilqis, bahkan dada nya yang dulu kecil semakin berisi setelah menikah dengan Kemal, karena selalu di beri oksigen oleh Kemal setiap malam, sebut saja dada Bilqis bila dulu seperti buah kedondong namun sekarang berubah besar seperti buah alpukat madu.
Bilqis berjalan dengan langkah seksi menuju Kemal yang masih mematung memandangi nya, ia membelai rahang tegas milik suaminya itu hingga belaian itu perlahan turun ke dada bidang, pusar dan tombol on si rembo.
"Love hmm."
"Hubbie Bilqis ingin buat dedek untuk twins B,"bisik Bilqis di telinga Kemal.
"Apa kamu yakin love, umur kamu masih 18 tahun, apa kamu yakin ingin hamil di waktu muda mu?"tanya Kemal lembut mengelus pipi Bilqis.
Setelah mereka berhubungan badan maka Kemal akan menyuruh Bilqis untuk meminum pil KB, bukan karena tak ingin punya anak dari Bilqis, tetapi Kemal lebih mengutamakan kenyamanan istri kecilnya, ia tahu Bilqis masih dalam masa remaja nya, ia tak ingin membuat Bilqis merasa terkekang bila nanti mereka punya anak, ia ingin Bilqis bisa senyaman mungkin bersamanya.
"Hubbie, semenjak Bilqis menetapkan hati Bilqis untuk menikah muda bersama hubbie, maka Bilqis sudah siap untuk menjadi ibu, bukankah setiap wanita yang sudah siap menjadi istri mereka juga akan siap menjadi ibu hubbie, jadi Bilqis mau hamil karena Bilqis mau punya anak dan membuat adik yang banyak untuk twins B,"ungkap Bilqis dengan lembut dan penuh semangat membuat hati Kemal menghangat.
Tidak semua wanita begitu sayang, bahkan ada wanita yang sanggup meninggalkan anaknya karena belum siap menjadi ibu batin kemal sedih.
Bersambung
Hai kakak author balik lagi ini..
Mohon maaf kemarin cuma up satu bab
Karena author sibuk..
__ADS_1
Mohon like coment vote dan beri rating 5.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️