Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Kebucinan Leo


__ADS_3

"Apa benar kamu hamil sayang," tanya Leo dengan suara yang bergetar menahan tangis nya.


"Iya kak, Ara hamil," balas Ara tersenyum lembut membuat Leo langsung menangis sesenggukan.


"Aku ... aku akan menjadi ayah hiks hiks ... benarkah sayang, aku akan menjadi ayah," ujar Leo di sela-sela tangis nya membuat Ara langsung memeluk erat tubuh Leo yang bergetar karena menangis.


"Iya kak, dan Ara akan menjadi mama ... kita berdua akan menjadi orang tua," balas Ara menangkup pipi Leo dan menghapus air mata yang mengalir deras di pipi Leo.


"Kenapa kamu baru bilang sekarang sayang," tanya Leo memanyunkan bibirnya.


"Ara juga baru tahu kemarin kak, saat kita di pantai," balas Ara tersenyum mengusap perut ratanya.


"Berarti dedek nya belum di periksa sama dokter, kalau begitu ayo kita mandi dan kerumah sakit sayang ... oh tidak, mommy dan papa belum tahu, aku harus segera menelpon mereka dulu sayang, dan memberitahukan bahwa cucu pertama mereka akan segera launching," ujar Leo semangat berapi-api, ia benar-benar bahagia mendengar bahwa Ara hamil.


Ara yang melihat raut wajah Leo yang bahagia dan Leo yang begitu perhatian dengan calon anak mereka pun terharu, begini kah rasanya di perhatikan oleh orang yang kita cintai, kenapa ini terasa sangat nyaman di hatinya, memiliki suami yang baik, tampan dan juga kaya seperti Leo adalah anugrah terindah baginya.


"Haduh sayang ... kenapa kamu malah diam sih, ayo kita mandi biar kita bisa cepat-cepat melihat dedek bayi nya sayang, aku udah gak sabar," ujar Leo gemas langsung menggendong Ara membawa ke kamar mandi, ia melepaskan baju piyama Ara dengan hati hati, lalu menaruh Ara di bathtub.


"Sini kak biar Ara mandikan."


"Jangan sayang, mulai sekarang aku yang akan memandikan mu sampai dedek nya keluar, agar kamu tidak kelelahan," balas Leo menuangkan shampoo ke rambut Ara, di pijitnya lembut kepala Ara hingga membuat si empunya merasa nyaman.


"Ini sangat nyaman kak," ujar Ara memejamkan matanya.


"Baguslah kalau kamu suka sayang, nanti aku akan masuk kelas pijat agar bisa memijat mu setiap harinya dan juga nanti aku akan menyuruh guru senam untuk mu sayang, agar kamu dan dedek nya sehat," balas Leo semangat membuat Ara tersentak, bukankah Leo terlalu berlebihan dan posesif.


"Kak apakah itu tidak berlebihan, kita saja tidak tahu apakah tespeck itu benar atau tidak karena kita belum memeriksa nya ke dokter, Ara tidak ingin kakak kecewa," ujar Ara membuat Leo langsung menatap intens.


"Apapun aku lakukan untuk mu sayang, dan aku juga tidak akan kecewa karena kebahagiaan ku itu adalah kamu, kalau masalah anak itu hanyalah bonus dari Allah untuk kita," balas Leo tersenyum lembut membuat Ara terharu langsung mencium bibir Leo rakus.


"Kenapa berhenti kak," tanya Ara bingung pada Leo yang melepaskan ciuman mereka.


"Nanti malam kita lanjutkan ya sayang, karena sekarang kita harus ke rumah sakit dulu," ujar Leo lembut membuat Ara merona malu.

__ADS_1


Leo mengangkat tubuh polos Ara keluar dari kamar mandi, ia memperlakukan Ara seperti anak kecil yang baru lahir, Leo memakaikan baju Ara bahkan skincare juga Leo yang pakaikan.


"Sudah siap, sekarang giliran aku yang pakai baju," ujar Leo tersenyum puas karena telah berhasil melayani keperluan Ara.


"Terimakasih kak," balas Ara tersenyum manis.


"Jangan ucapkan terima kasih pada ku sayang, karena kata itu menyiratkan seolah-olah kita berdua hanya orang asing," tegas Leo lembut membuat Ara mengangguk kepalanya.


"I love you kak," ucap Ara lantang membuat Leo yang berbalik ingin mengambil pakaiannya tersentak.


Degg


"Sayang jangan mengucapkan kata-kata itu disaat-saat seperti ini karena aku tidak bisa menahan diri untuk menerkam mu," balas Leo dengan wajah merona membuat Ara terkekeh geli.


"I love you," goda Ara membuat Leo menghentakkan kakinya di lantai, dengan raut wajah yang kesal.


"Sayang ... jangan menggodaku," rengek Leo dengan mata yang berkaca-kaca seperti lampu taman, membuat Ara terkekeh geli karena ia ingat kata Alexa dan Putri bahwa bisa jadi yang akan ngidam itu Leo.


"Iya ... iya maaf kak, ya sudah sana ganti pakaian nya agar kita tidak telat periksa dedek nya," ujar Ara tertawa pelan menutup bibirnya.


Disebuah mension mewah yang di desain khusus seperti istana di negeri dongeng, banyaknya pohon Cemara tumbuh rapi di halaman belakang mension tersebut.


Kring kring kring.


Bunyi ringtone hp membuat sang pemilik menggerutu kesal, karena pasalnya sedari tadi ada beberapa nomor tak di kenal mengganggu waktu santai nya bersama sang istri tercinta.


"Pa, kenapa tidak di angkat," tanya mom Nana menyadarkan kepalanya di dada bidang James.


"Paling nomor masuk mom, dari tadi papa angkat yang ada suara wanita minta di kirim uang," balas James memanyunkan bibirnya membuat Nana terkekeh geli.


"Sini hp nya biar mama marahi penelpon nya," ujar Nana menengadahkan tangannya.


"Ini." Nana pun langsung mengangkat telpon James tanpa melihat nama yang tertera di layar.

__ADS_1


"Hey, orang gila jangan coba-coba menipu suami ku lagi yah, kalau kau butuh uang sana cari sugar Daddy di jembatan Ancol," sentak Nana membuat James terkekeh geli.


"Mom, ini aku Leo ...," teriak nya kesal membuat Nana terkejut.


"Oh ya ampun ... maafkan mom sayang, ada apa kamu menelpon papa," balas Nana tertawa cengengesan memeluk James.


"Mom cepat kerumah sakit kita sekarang, karena Ara masuk rumah sakit." Nana dan James langsung terkejut, raut wajah mereka langsung berubah khawatir, apa yang sebenarnya terjadi, apakah Ara kembali histeris seperti dulu, bukankah Ara sudah pulih itulah pikir mereka.


"Baik sayang, kami akan berangkat sekarang," balas Nana cepat langsung mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari Leo.


"Menantu kita kenapa mom," tanya James yang ikut khawatir.


"Ara masuk rumah sakit pa, ayo kita kesana menjenguk menantu kita," balas Nana beranjak dari tempat tidur langsung mengambil tas dan hp nya, begitu juga dengan James yang menyuruh sopir untuk menyiapkan mobil.


Sedangkan disisi Leo.


"Udah kasih tahu kalau kita ke rumah sakit untuk mengecek dedek kak," tanya Ara manja duduk di pangkuan Leo.


"Belum, mom tadi langsung mematikan telepon nya secara sepihak, nanti juga mereka akan tahu saat sampai di rumah sakit," balas Leo lembut menepuk bokong Ara lembut.


"Apa kamu tidak menelpon bunda sayang," tanya Leo membuat Ara menepuk jidatnya.


"Ya Allah ... Ara lupa kak, ya sudah Ara telpon bunda dulu," pekik Ara membuat Leo terkekeh geli melihat nya.


"Kamu gemesin tahu gak sayang," ujar Leo menghujani ciuman di wajah Ara.


**Bersambung.


Maaf telat up kakak🙏🤗


karena author lagi berada di luar rumah..


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**


__ADS_2