
Senja telah datang, langit pun mulai gelap secara perlahan, bulan purnama yang indah ditemani oleh bintang yang berkelap-kelip membuat suasana semakin romantis. Apalagi bagi pasangan yang baru saja dikaruniai anak oleh sang Pencipta.
"Mam .. mam .. mam." Bayi cantik dan mungil itu tak berhenti mengoceh seraya mendusel di tengah dada ibunya, memberi tanda bahwa dirinya telah kehausan.
"Bella haus ya sayang?" Tanya Bilqis tersenyum manis membelai pipi gembul sang anak. Bilqis dengan telaten membuka kancing baju piyama nya lalu memposisikan ujung dada nya tepat di mulut Bella.
"Kamu cantik banget sih sayang .. nanti waktu gede jangan cantik-cantik kali ya karena mama takut kalau papa lebih menyayangimu daripada mama," ujar Bilqis tersenyum manis menekan hidung mancung putrinya itu.
Kemal yang baru saja keluar dari kamar mandi tak sengaja mendengarnya pun tersenyum geli, karena Bilqis benar-benar posesif padanya. Dia juga tahu Bilqis benar-benar menyayangi Bella bahkan pernah sekali Bella demam membuat Bilqis kalang kabut, bahkan ia sampai tidak tidur selama sehari semalam hanya untuk menjaga Bella.
"Kamu tetap nomor satu di hatiku love! Percayalah padaku .. cuma kamu satu-satunya ratu di hatiku," balas Kemal memeluk tubuh Bilqis dari samping.
Hati Bilqis berdesir ketika mendengar ucapan Kemal, entah mengapa ia bisa begitu mencintai duda seperti Kemal.
Benar kata emak-emak kalau duda itu lebih menggoda dan Hot batin Bilqis senang.
"Tentu saja Bilqis percaya hubbie .. karena kalau saja ada ratu lain yang berani masuk ke dalam hatimu maka dia harus menyiapkan nyawa cadangan karena aku akan menyuruh kedua algojo ku Brayen dan Bryan untuk memotong paha nya jadi 3 bagian!" Jelas Bilqis dengan mata yang tajam membuat Kemal terkekeh geli.
"Memang kenapa pahanya yang harus di potong 'kan dimana-mana yang dipotong itu leher love?" Tanya Kemal mencium gemas pipi Bilqis yang semakin chubby efek dari menyusui membuat tubuh Bilqis lebih berisi.
"Karena dia itu pelakor hubbie dan paha pelakor itu lebih montok dan menggoda jadi Bilqis tidak mau kalah hubbie sampai tergoda dengan paha pelakor!" Terang Bilqis dengan bibir yang mengerucut membuat ibu satu tiga anak itu semakin imut.
"Aku tidak peduli seberapa montok paha pelakor karena pahamu lebih montok dan enak seperti paha ayam," goda Kemal membelai paha mulus Bilqis.
"Ssstt .. hubbie jangan pancing Bilqis sekarang karena Bella masih mimik .. bisa-bisa Bilqis minta jatah sekarang sambil menyusui Bella biar kita bisa merasakan sensasi yang berbeda," balas Bilqis tersenyum mesum membuat Kemal was-was. Ia kembali menarik tangannya dari paha Bilqis.
Bisa gawat bila itu terjadi batin Kemal khawatir.
__ADS_1
"Hehe .. nanti saja minta jatahnya love karena sekarang Bella masih kehausan," ucap Kemal menjaga jarak dari Bilqis.
"Aww .. sakit," pekik Bilqis dengan air mata yang turun tanpa permisi membasahi pipinya membuat Kemal khawatir.
"Love kamu kenapa?" Tanya Kemal panik menangkup pipi Bilqis.
"Bella menggigit dada Bilqis .. aww hiks sakit sayang!" Tangis Bilqis menggigit bibirnya menahan rasa sakit yang bagaikan tersengat listrik di ujung dadanya.
Kemal dengan gerak cepat mengambil Bella dan melepaskan mulut Bella dari dada Bilqis. "Sayang, kenapa kamu gigit dada Mama? Apa kamu tidak kasihan sama mama mu hemm?" Tanya Kemal dengan suara tegas membuat bayi mungil itu seakan tahu kalau dirinya sedang dimarahi.
"Oek oek oek," tangis Bella kian melengking membuat Brayen yang tak sengaja lewat terkejut.
Tok tok tok.
"Papa, ini Brayen!" Teriaknya dari luar.
"Mama dan Bella kenapa, Pa?" Tanya Brayen khawatir.
"Sayang .. kamu gendong adik mu dulu ya karena papa mau obati mama yang sedang sakit!" Balas Kemal di angguki oleh Brayen, bocah yang hampir berumur 8 tahun itu pun menggendong sang adik dengan telaten dan ajaibnya Bella langsung terdiam bahkan ia tersenyum seraya menepuk pipi Brayen.
"Mama sakit apa, Pa?" Tanya Brayen penasaran.
"Mimik mama di gigit sama Bella, sekarang bawa Bella main di kamar kalian. Jangan lupa puk puk bokongnya agar dia tertidur pulas," ujar Kemal membuat Brayen mengerti.
Setelah kepergian Brayen dan Bella. Kemal segera mencari obat p3k untuk mengobati dada Bilqis yang bengkak. Mata Kemal terkejut ketika melihat luka dada Bilqis yang menganga.
"Apa Bella sering menggigit 'ini' love? Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku? Astaghfirullah ya Allah .. dua-duanya ini sudah membiru love!" Tanya Kemal bertubi-tubi membuat Bilqis tersenyum di sela-sela tangisnya.
__ADS_1
"Bella sudah besar, giginya sudah mulai tumbuh hubbie! Mungkin tidak akan lama lagi dia akan bisa berbicara seperti Ana dan Olaf," balas Bilqis tersenyum manis membuat hati Kemal merasa hangat.
Inikah kasih sayang seorang ibu .. saat anaknya sudah mulai tumbuh gigi dan menggigit dadanya bukannya marah tetapi malah bahagia karena tak sabar sebentar lagi anaknya akan bisa berbicara .. sekarang hamba mengerti ya Allah kenapa engkau buat wanita yang hamil bukan pria karena wanita memiliki hati dan perasaan yang sangat lembut dan kasih sayangnya tidak pernah punya batas .. terima kasih karena sudah mentakdirkan Bilqis sebagai istri sekaligus ibu dari anak-anakku ya Allah batin Kemal bahagia.
"Terima kasih love, karena kamu sudah sangat baik pada anak-anakku. Maaf bila dulu aku pernah meragukanmu!" Ujar Kemal penuh sesal setelah mengobati dada Bilqis.
"Mereka juga anak-anak Bilqis hubbie .. meskipun Brayen dan Bryan tidak lahir dari rahim Bilqis akan tetapi kasih sayang Bilqis kepada mereka semua sama rata. Tidak pernah sedikitpun Bilqis membeda-bedakan mereka." Balas Bilqis menangkup pipi Kemal.
Kemal tak mampu menahan perasaannya lagi, ia segera mencium lembut bibir Bilqis hingga ciuman tersebut semakin panas. Tangan Kemal yang tak bisa dikondisikan pun tak sengaja m*r*mas dada Bilqis.
"Aww ..," desis Bilqis membuat Kemal merasa sangat bersalah.
"Maaf love .. kita hentikan sekarang saja ya. Karena aku tidak tega lihat kamu lagi sakit," ucap Kemal melepaskan ciuman mereka.
"Jangan hubbie .. 'kan masuk nya lewat bawah bukan atas. Jadi aman-aman saja dan lagian sudah 2 hari Bilqis tidak minta jatah, jadi sekarang waktunya pembayaran serta bunganya!" Goda Bilqis menindih tubuh Kemal.
"Love!" Pekik Kemal terkejut.
"Pintunya di kunci dulu ya," bisik Bilqis di telinga Kemal.
Gleg.
Halo-halo .. cek cek apa masih ada orang disiniðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ™ˆðŸ™ˆ
**Mana suaranya para ibu-ibu yang pernah digigit mimik oleh anak-anak, pasti sangat sakitðŸ˜ðŸ˜ perjuangan sang ibu itu memang tak bisa diragukan lagi 🥰🥰🥰💪💪
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah.
__ADS_1
Author mau tanya sama kakak semua? mau kisah Aarin dan Bryan terlebih dahulu atau kisah semua anak-anak Arka cs sekolah SMA dulu🤠di jawab yah😂😂**