
Nampak seorang pria tampan sedang dilanda kegugupan dan kegelisahan yang amat berat di relung hatinya, mulut nya sedari tadi tak berhenti bergumam tidak jelas sehingga membuat para sahabat nya yang melihat pun merasa jengah.
"Kau tenang aja Le, karena nanti malam dan seterusnya kau bisa unboxing istri mu dimana pun dan kapan pun, mau berapa ronde dan berbagai gaya kami tidak akan marah lagi,"ujar Arka santai menepuk pundak Leo, mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah dr Malik Sanjaya, di dalam mobil tersebut di tumpangi oleh Kemal, Arka, Jimmy dan juga papa nya Leo.
"Arka benar, setelah ini terserah kau mau honeymoon kemanapun kau mau, dan pergi kemana saja papa tidak akan melarang mu, asalkan istri mu nantinya kau bawa, apalagi kalau kau memberikan papa cucu, maka akan papa memberikan seluruh warisan yang papa simpan untuk kamu,"timpal James papa nya Leo.
Leo tak menjawab semua pertanyaan papa nya itu, bahkan Arka dan Kemal mengajak nya berbicara namun Leo tak menggubris nya, ia asik menggigit jempol nya saking gugup, rasanya Leo benar benar ingin kabur dari keadaan yang merugikannya ini, namun jangankan kabur dia pergi ke toilet saja Arka dan kemal mengikuti nya.
"Nanti acara resepsi nya akan papa buat disaat istri mu hamil, karena pernikahan kamu sekarang adalah pernikahan dadakan, jadi papa sengaja tidak memberitahukan publik akan hal ini,"jelas James namun tetap tak di gubris oleh Leo sehingga membuat mereka kesal.
plak
"Kau kenapa diam saja dari tadi bego, kami sudah berbicara panjang lebar tapi kau tidak menggubris, apa yang kau pikirkan,"kesal Arka memukul kepala Leo.
"Aku sedang berpikir siapa nama istri ku, dan bagaimana rupa nya, apakah dia seksi atau polos, dan aku berharap dia adalah wanita yang seksi dan agresif, karena aku tidak menyukai wanita yang polos,"jawab Leo jujur, karena sedari tadi ia sibuk menerawang siapa istri nya dan seperti apa sikap nya.
Mendengar hal tersebut mereka semua hanya bisa menghela nafas panjang, otak Leo benar benar hanya menuju ke arah segitiga Bermuda saja, bila orang lain berharap istrinya polos dan penurut, maka si cassanova ini berbeda.
"Mau istri mu polos atau lugu nantinya itu tidak jadi masalah, setiap wanita yang sudah tahu bagaimana nikmatnya mayones kental para burung pasti mereka tidak akan polos lagi, jadi kau tenang saja sedikit demi sedikit kau bisa membuat nya agresif,"balas James blak blakan membuat Arka dan Kemal berusaha menahan nafasnya karena setiap James berbicara dia tidak pernah mengsensor nya.
plak
"Kenapa kau selalu berbicara tanpa kau sensor dulu hah, benar benar bikin orang kesal saja,"ketus Jimmy memukul kepala James.
"Cih kalian ini seperti wanita perawan saja, pakai malu malu mendengar ucapan ku padahal apa yang aku katakan semua itu kan fakta,"sungut James mengelus kepala nya.
"Sudah, pa kalian ini kenapa sih selalu ribut bila bertemu,"lerai Kemal pusing melihat tingkah laku kedua laki laki yang sudah dianggap nya papa ini.
__ADS_1
"Maaf,"jawab James dan jimmy serempak, karena mereka merasa tak enak membuat Kemal kesal, karena mereka sangat menyayangi Kemal seperti anaknya sendiri.
Sedangkan di sisi lain seorang gadis sedang menahan tangis melihat wajah nya yang sudah di rias cantik seperti Barbie, dia tidak menyangka bahwa dia akan menikah secara mendadak, bahkan ia tidak tahu siapa calon suami nya.
cklek.
Seorang pria tampan masuk kedalam kamar gadis tersebut, sehingga membuat gadis yang menangis itu menoleh ke arah nya.
"Kenapa kak,"tanya nya bergetar pada pria itu yang tak lain adalah Dito.
"Ini semua demi kebaikan mu sayang,"jelas Dito berdiri di belakang Ara, ia membalikkan tubuh Ara menghadap nya.
"Kebaikan seperti apa kak, Ara tidak mau ini semua, Ara sudah bahagia sekarang hidup sendiri di kamar ini tanpa adanya siapapun yang menemani Ara, meski terkadang bunda yang datang menghibur Ara,"sentak Ara memukul dada bidang Dito.
"Kamu bohong Ara, kamu tidak bahagia, kakak tahu kalau kamu selalu menangis setiap malam, dan semenjak kejadian itu kamu selalu menutup diri dari dunia luar, sudah saatnya kamu bangkit Ra,"balas Dito meninggikan suaranya.
"Kakak percaya sama kamu Ra, tapi pada malam itu tidak ada bukti apapun Ra, kakak sudah mencari bukti namun pelakunya tidak meninggalkan jejak apapun Ra,"ujar Dito lembut mengelus punggung Ara.
"Kalau kakak percaya kenapa kakak melakukan ini semua, kenapa kakak berniat menjodohkan Ara, apa karena pria itu mau menerima status Ara yang masih gadis tapi tidak perawan,"lirih Ara menangis pilu membuat Dito menggigit bibir bawahnya.
Benar Ra, itu yang kakak pikirkan, kakak berharap nantinya kamu dan Leo bisa bersatu, karena kakak yakin Leo pasti mau menerima ku walaupun kamu bukan perawan lagi, begitu juga sebaliknya kakak yakin kamu mampu membuat hati Leo luluh karena sikap mu yang polos, tegar, dan sedikit bar bar batin Dito berharap.
"Apa kamu percaya sama kakak,"tanya Dito mengurai pelukannya menangkupi pipi Ara.
"Ara percaya sama kakak."
"Maka menikahlah dengan sahabat kakak, dia adalah laki laki yang baik namun...
__ADS_1
tok tok tok
"Nona mempelai pria nya sudah datang,"teriak pelayan wanita.
"Baik kami akan keluar,"teriak Dito menggandeng lembut tangan lentik Ara.
"Percaya semuanya pada kakak, bahwa ini yang terbaik untuk kamu, tidak akan ada lagi yang akan menyakiti mu termasuk ayah mu, karena sekarang kamu sudah mempunyai suami, dan kamu juga akan pergi meninggalkan rumah ini nantinya,"ucap Leo menghapus jejak air mata Ara.
"Apa kalau Ara pergi, ayah akan senang?"tanya Ara polos membuat Dito tersenyum getir, ia tahu betul apa yang dirasakan oleh Ara semenjak kejadian 5 tahun yang lalu, semua kehidupan Ara berubah, dia tak lagi memiliki teman, para sepupu nya yang lain pergi menjauhi nya, ia menjadi bahan cemoohan keluarga besar Sanjaya bila sedang melakukan pertemuan keluarga, cuma Dito yang menyayangi Ara dan selalu membela nya.
"Tidak ada seorang ayah yang bahagia bila putri kecil yang di gendong nya dulu itu pergi meninggalkan nya, kamu bisa membuat ayah mu bahagia dengan cara yang lain, seperti memberi nya cucu misalkan."
"Apa ayah akan memaafkan Ara nanti setelah Ara memberikan nya cucu,"tanya Ara dengan mata berbinar seolah ia menemukan secercah harapan dalam hidupnya, ia sangat ingin memperbaiki hubungan nya dengan sang ayah.
"benar,"jawab Dito tersenyum lembut mengecup kening Ara.
"Yasudah ayo kak, Ara mau menikah biar bisa buat cucu untuk ayah,"ajak Ara semangat menarik tangan Dito keluar.
**bersambung.
hai kakak author up lagi nih...
hayoo yang mau crazy up..
ayo vote 🤗
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak biar author semangat up nya...
__ADS_1
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**