
"Sudah kakak diam dulu, biar kita dengar penjelasan dokter dulu tentang dedek bayinya, nanti di sambung lagi nangisnya ya kalau sudah sampe rumah," bujuk Ara mengelus punggung Leo.
"Heum, hiks ...," Leo mengusap air matanya dengan baju nya, membuat James yang melihatnya merinding.
Untung aku tidak seperti anak ku dulu di saat istri ku mengidam batin James.
Dokter pun mengajak mereka berempat duduk, setelah itu Dokter tersebut menjelaskan keadaan bayi kembar yang berada di perut Ara.
"Usia janinnya baru 4 Minggu, dan kondisi nya sangat sehat dan baik jadi tidak ada hal yang harus di khawatirkan, dan saya anjurkan nyonya muda banyak-banyak mengkonsumsi sayuran dan makanan bergizi lainnya agar janinnya semakin kuat," jelas Dokter tersebut membuat senyuman cerah terbit di wajah mereka masing-masing.
"Alhamdulillah." Ucap mereka semua serempak.
"Dokter, tapi ada yang aneh deh ... masa saya tidak mengalami mual-mual seperti orang hamil lainnya, dan juga saya tidak mengidam seperti ibu-ibu hamil lainnya," tanya Ara polos membuat Dokter tersebut tersenyum manis.
"Itu berarti tuan muda yang akan mengalami nya." Dokter tersebut menjelaskan seputar kehamilan simpatik, Leo mengangguk kepalanya karena sadar bahwa selama ini ia mengidam, namun Leo bersyukur bahwa sampai sekarang ia belum mengalami mual-mual.
"Dok, apakah kalau kemauan saya tidak di turuti akan berpengaruh buruk pada calon anak saya," tanya Leo penasaran.
"Benar tuan muda, kalau kata orang tua dulu, anak nya akan ileran kalau ibu atau bapaknya dulu tidak menuruti kemauan saat mengidam," jelas dokter tersebut membuat Leo tersenyum senang sedangkan wajah James langsung berubah pias.
Aku harus segera pulang ke Prancis, karena Indonesia sudah tak aman lagi untuk ku batin James cemas.
"Pa, ingat apa kata dokter kalau pemintaan Leo harus di turuti semuanya," tegas Leo tersenyum mengejek ke arah James.
"Apa pun yang kamu minta akan papa turuti melalui kartu debit papa Le, dan mungkin papa tidak bisa lama-lama di Indonesia karena tiba-tiba perusahaan kita yang di Prancis lagi bermasalah," bohong James membuat Leo menatap nya penuh selidik.
"Papa pembohong, mana mungkin perusahaan kita disana bermasalah karena ada paman yang mengurus nya disana," balas Leo membuat James menelan ludahnya.
Oh ya ampun, kenapa sikapnya sama dengan ku yang selalu curiga orangnya batin James menjerit.
"Bagaimana kalau mulai sekarang kalian tinggal di Mension utama bareng mom dan papa agar nanti kalau kamu tiba-tiba ngidam ada papa yang turuti," seloroh Nana tersenyum polos membuat James kesal.
Sayang anak mu itu ingin menyiksa ku, kenapa malah kau dukung .. Oh tuhan, aku lupa kalau aku punya istri yang tidak pernah peka terhadap penderitaan ku ... batin James menangis.
"Ide bagus mom, Leo akan sangat senang," balas Leo dengan semangat berapi-api.
__ADS_1
"Tapi Le, papa dan mom ingin bulan madu ke Maldives selama sembilan bulan, jadi kamu tinggal di rumah mu saja, jangan pindah ke Mension," bohong James yang belum menyerah untuk membuat Leo mengurungkan niatnya untuk pindah ke mension.
Plak.
Mom Nana memukul lengan James pelan, ia menatap James dengan mata elangnya, membuat James menelan ludahnya.
"Itu bulan madu seperti kandungan aja sembilan bulan pa," sindir Leo yang tahu akal licik James yang ingin menjauh dari masa ngidamnya.
"Hooh, bikin malu mom aja, masa udah tua begini masih bulan madu, sembilan bulan lagi ... Leo sama Ara saja cuma seminggu bulan madu," seloroh mom Nana membuat James pasrah akan takdir buruk yang akan menimpanya nanti.
"Dok, kira-kira apa jenis kelamin baby twins," tanya Leo semangat.
"Belum bisa di prediksi tuan muda, karena kandungan nyonya muda belum genap 4 bulan."
"Apakah kalau istri saya sedang hamil saya boleh menjenguk anak-anak saya sehari 3 kali, agar mereka bisa cepat besar sekaligus berkenalan dengan saya," tanya Leo polos membuat wajah Ara dan dokter tersebut langsung memerah menahan malu.
Plak.
"Haduh, mom sakit..," ujar Leo meringis kesakitan dikala Nana memukul kepala nya.
"Ish ... mom galak banget jadi wanita," gumam Leo cemberut.
"Maaf sebelumnya tuan muda, karena untuk saat ini di anjurkan menjenguk dedek nya 3 hari sekali," jelas dokter tersebut membuat Leo mengangguk kepalanya lemah.
"Apa akibatnya kalau saya menjenguk mereka tiap malam Dok," tanya Leo penasaran.
"Nyonya muda mungkin akan mengalami pendarahan sehingga dapat mengancam nyawa baby twins nya." Leo langsung menelan ludahnya mendengar hal tersebut, ia berjanji akan memberi makan si phoniex 3 hari sekali demi keamanan sang buah hati.
Mulai sekarang kau harus mengikuti anjuran dokter phoniex, karena kalau anak-anak ku nanti kenapa-kenapa karena ulah mu yang rakus, maka aku sendiri yang akan menyembelih mu batin Leo mengancam si phoniex yang tertidur.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang, kasian dokter nya jadi obat nyamuk dari tadi," celetuk mom Nana membuat dokter wanita itu pun tersedak ludahnya.
Nyonya besar mulutnya memang tidak bisa di rem batin nya kesal.
"Kami pamit dulu ya Dok, terima kasih untuk semuanya," ujar Ara tersenyum manis.
__ADS_1
"Sama-sama nyonya muda," balas dokter itu tersenyum kaku.
Mereka pun keluar dari rumah sakit dengan wajah yang berseri-seri karena bahagia, begitu juga James yang walaupun dia sempat kesal dengan Leo namun tak dapat di pungkiri bahwa kehamilan menantu nya itu mampu membuat hatinya menghangat.
"Mom dan papa ikut mobil kami saja, biar mobil papa di bawa pulang sama sopir Leo."
"Terus kalau sopirnya yang bawa pulang mobil papa, nanti siapa yang nyetir mobilnya," tanya James menaikkan alisnya.
"Papa," balas Leo santai membuat James mendengus kesal.
"Baiklah, ingat ini semua papa lakukan karena menantu kau sedang ngidam, coba kalau tidak! Udah papa jewer telinga mu," ujar James langsung masuk ke mobil di ikuti oleh yang lainnya.
"Loh mom, kamu kenapa duduk di belakang," tanya James bingung melihat Nana yang duduk berdampingan dengan Ara dan Leo.
"Leo yang minta pa, karena Leo pengen di elus kepalanya sama mom," balas Leo menyadarkan kepalanya manja di bahu Nana.
"Kau."
"Pa, cepetan jalan karena Leo dan Ara sudah lelah, pengen tidur ...," titah Nana memelototi James dari kaca spion.
Siall batin James kesal.
"Iya ... iya aku jalan," balas James kesal.
Aku harus menghubungi Jimmy untuk meminta saran batinnya.
**Bersambung.
mohon maaf author baru nongol 🙏🙏
Yang kangen twins Sabar yakkk🤭🤭🤭 nanti akan banyak kejutan lagi🤣🤣
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰**
__ADS_1