
"Sayang maafkan kami hiks hiks, karena kami sudah menelantarkan kamu dari dulu,"ujar bunda Ara memeluk erat tubuh Ara yang sekarang sudah mulai berisi, tidak kurus seperti dulu tinggal di rumah. Leo benar benar menjaga pola makan dan kesehatan Ara, ia tak mengizinkan Ara telat makan ataupun diet karena ia mencintai Ara apa adanya, padahal berat badan Ara dulu sebelum menikah 43 kg namun sekarang naik menjadi 52 kg, Ara yang tidak percaya diri dengan berat badannya berubah menjadi ceria dikala mendengar ungkapan Leo yang mencintai nya apa adanya.
Bahkan kalau kamu gemuk nya melebihi si Nunung pun aku tetap cinta!
Itulah perkataan yang selalu di ingat oleh Ara.
"Ara juga minta maaf sama bunda dan ayah karena selama menikah tidak pernah mengunjungi kalian hiks hiks,"balas Ara menangis sesenggukan membuat hati Malik dan bunda Ara semakin merasa terenyuh karena Ara masih menerima mereka dengan baik.
"Tidak sayang, kamu tidak salah kami yang salah disini, maafkan ayah yang tidak pernah peduli pada mu dulu,"ujar Malik mencium pucuk kepala Ara.
"Ara sudah memaafkan kalian semua hiks hiks, jadi ayah dan bunda gak usah sedih, mari kita mulai semuanya dari awal lagi, Ara ingin mempunyai keluarga yang utuh hiks hiks, keluarga yang selalu setia berada di sisi Ara bila sedang sedih, keluarga yang selalu menguatkan Ara bila sedang rapuh,"pinta Ara menangis sesenggukan.
Kakek Ara ingin rasanya memeluk Ara dan meminta maaf kepada cucu nya itu, ia sadar bahwa selama ini telah banyak berbuat salah pada cucu perempuan nya itu.
Ara melepaskan pelukannya, ia segera menatap sang kakek yang juga menatap nya dengan tatapan yang penuh penyesalan,kerinduan dan juga kesedihan, begitu juga dengan keluarga besar Ara yang lain.
"Apa kakek tidak ingin memeluk Ara hiks hiks, apa kakek masih marah dengan Ara,"tanya Ara polos dengan mata yang memerah.
"Cucu kakek,"panggil nya membuat Ara langsung berlari memeluk erat tubuh tua sang kakek, ia menangis meluapkan segala perasaannya yang dulu dirasakan nya, sejujurnya Ara belum bisa memaafkan seluruh keluarga nya namun hati nya bertanya dalam hati, kalau bukan sekarang Ara memaafkan mereka semua lalu kapan, itulah pikirnya.
Bukankah memaafkan sekarang atau nanti sama saja, yaitu sama sama memaafkan.
"Maafin kakek sayang karena telah jahat pada kamu, kakek sadar kalau selama ini telah mengekang mu dan menyudutkan mu dalam keluarga, maafkan kakek,"tangis nya pecah untuk pertama kalinya.
"Ara akan memaafkan kakek asalkan kakek mau merestui hubungan kak Dito dan kekasihnya,"pinta Ara membuat semua keluarga membulat sempurna mata mereka.
__ADS_1
"Kenapa kakek diam, hiks hiks apakah itu terlalu berat untuk kakek, apakah kakek tidak sayang lagi pada Ara,"tanya Ara setelah melonggarkan pelukannya menatap kecewa ke arah kakek nya.
"Jika itu yang kamu inginkan untuk menebus segala dosa kakek pada kamu sayang, maka akan kakek lakukan demi kamu, asalkan kamu memaafkan kakek,"balas kakek Ara serius menangkup pipi Ara.
Ara tersenyum lebar mendengar jawaban dari kakeknya begitu juga dengan Dito serta seluruh keluarga yang lain mereka terperangah mendengar nya.
"Apakah kakek serius dengan perkataan kakek,"tanya Dito langsung berjalan menghampiri sang kakek.
"Apakah kakek pernah menyalahkan perkataan kakek,"ujar nya tersenyum menaikkan alisnya membuat Dito tersenyum senang.
"Mama dan papa dengar kan kalau kakek sudah merestui hubungan Dito dan Sena jadi mulai sekarang jangan pernah mengganggu apalagi merusak hubungan kami lagi,"tegas Dito lantang dengan raut wajah yang berbinar.
"Tapi pa, gadis itu berasal dari keluarga miskin,"sanggah mama Dito tak setuju.
Dito saking senang nya langsung memeluk Leo dengan erat.
Cup
Cup
Cup
"Ahhhh kau sangat menjijikkan Dit, lepaskan aku,"teriak Leo yang tidak ingin di sentuh oleh pria.
"Sayang tolong aku,"lanjut Leo memberontak dari belitan tangan Dito yang membelit tubuhnya.
__ADS_1
Semua keluarga besar Sanjaya tertawa pelan melihat wajah Leo yang memerah, bahkan urat urat di dahinya tampak jelas menandakan Leo benar benar kesal dan marah pada Dito, sedangkan Dito ia tak menggubris teriakan Leo ia malah semakin gencar mengecup pipi bahkan tekuk Leo.
"Aku masih lurus sialan, lepaskan aku kalau kamu tidak aku bersumpah tidak akan membantu mu pernikahan mu dengan Ara,"sentak Leo langsung membuat Dito melepaskan pelukannya.
"Hehe, aku cuma ingin memeluk mu sebagai sahabat Le, jadi jangan kau anggap serius,"ujar Dito tertawa cengengesan.
"Sayang,"panggil Leo merentangkan tangannya meminta peluk, karena ia ingin menghilangkan bekas Dito pada tubuhnya.
Ara tersenyum menggeleng geleng kepala nya menatap Leo, lalu ia berjalan menghampiri Leo serta mencium seluruh wajah Leo untuk menghilangkan jejak ciuman Dito.
"Ck, kalian ini bermesraan di depan umum dengan tanpa malu,"sinis Dito.
"Ibadah Dit, ibadah,"balas Leo tersenyum mengejek ke arah Dito.
***
Bersambung.
Hai kakak maafkan author dikit up nya yah….
Karena sibuk🙏🤧😭😭
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️
__ADS_1